Probolinggo, KabarBromo.com – Semangat itu tidak sekadar dikibarkan lewat bendera. Di tengah gemuruh usia kemerdekaan yang memasuki delapan dekade, dan saat bangsa ini menatap tantangan baru, SMA Zainul Hasan 1 Genggong memilih untuk tak hanya merayakan tetapi juga menegaskan peran penting pendidikan dan kepramukaan dalam membentuk ketahanan generasi muda.
Dua momentum besar mewarnai suasana sekolah di Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (2/8/2025). Dirgahayu ke-80 Republik Indonesia dan Hari Pramuka Nasional ke-64 dirangkai dalam satu nafas perjuangan: membangun bangsa dari ruang kelas dan lapangan upacara.
Flayer bertuliskan “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” dan slogan Pramuka “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa” bukan hanya pajangan visual. Ia menjadi pernyataan sikap, bahwa pendidikan di tangan para guru dan siswa SMA ZAHA 1 adalah ujung tombak peradaban.
Kepala SMA Zainul Hasan 1 Genggong, Gus Lukman Qoyyiduddin Hasanul Bolqiah, S.Pd., yang akrab disapa Gus Bos, menegaskan bahwa nilai-nilai kepramukaan adalah pilar utama dalam mendidik karakter pelajar zaman kini.
“Kemerdekaan ini tidak boleh hanya dikenang, tapi harus diteladani dalam tindakan nyata. Dan Pramuka adalah jembatan untuk membentuk generasi yang tangguh, disiplin, dan berjiwa sosial. Di sekolah ini, kami tidak hanya mendidik dengan ilmu, tetapi juga membentuk watak,” ujar Gus Bos.
Ia menambahkan bahwa kegiatan peringatan ini bukan hanya seremonial, tetapi juga sarana menguatkan kebersamaan antar warga sekolah.
“Kami ingin siswa-siswi menyadari bahwa mereka adalah bagian dari perjalanan bangsa. Maka momentum 17 Agustus dan Hari Pramuka ini harus jadi pengingat bahwa masa depan Indonesia tergantung pada karakter mereka hari ini,” tambahnya.
Peringatan Hari Kemerdekaan dan Hari Pramuka tahun ini juga dirangkaikan dengan berbagai lomba edukatif, apel bersama, dan doa kebangsaan, yang melibatkan seluruh civitas akademika dan tokoh masyarakat sekitar.
Tidak ada komentar