x

Area Parkir Alun-Alun Kraksaan: Genangan dan Pemasangan Monoton, Area Paving Luas Ini Tuai Kritik Teknis dan Estetika

waktu baca 2 menit
Sabtu, 28 Mar 2026 02:08 0 107 Redaksi Satu

Area Parkir Alun-Alun Kraksaan pasca hujan (foto: 28/3/2026; 07.11 WIB)

Probolinggo, kabarbromo66.com – Sebuah area terbuka yang menggunakan penutup lantai berupa paving block menjadi sorotan setelah terlihat adanya genangan air di beberapa titik usai hujan. Kondisi tersebut memunculkan kritik dari sisi teknis konstruksi, estetika, hingga aspek perawatan lingkungan sekitar.

Salah satu warga Kelurahan Patokan Kecamatan Kraksaan, Ahmad menyampaikan secara teknis keberadaan genangan air menunjukkan adanya masalah pada sistem drainase dan kemiringan permukaan. Paving block pada dasarnya dirancang semi-permeabel, memungkinkan air meresap melalui celah antarblok. Namun, genangan yang tetap bertahan mengindikasikan adanya ketidakrataan elevasi atau proses pemadatan lapisan dasar yang kurang optimal. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi mempercepat pertumbuhan lumut, membuat permukaan licin, serta menyebabkan penurunan struktur paving akibat melemahnya lapisan pasir di bawahnya.

“Dari segi pemasangan, pola yang digunakan terlihat seragam dan searah, sehingga menimbulkan kesan monoton pada area yang cukup luas. Selain berdampak pada estetika, pola seperti ini juga dinilai kurang ideal untuk area yang dilalui kendaraan. Secara teknis, pola herringbone atau tulang ikan lebih direkomendasikan karena memiliki daya kunci antarblok yang lebih kuat, sehingga lebih tahan terhadap tekanan dan pergeseran akibat beban kendaraan,” ujar Ahmad, pada Sabtu (28/3/2026).

Lanjut Ahmad, masalah lain terlihat pada aspek pemeliharaan. Permukaan paving tampak kotor dengan dedaunan kering dan bercak hitam yang diduga berasal dari lumut atau jamur. Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi nilai estetika, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan karena permukaan menjadi licin saat basah. Tanpa perawatan rutin seperti pembersihan berkala atau penyemprotan air bertekanan tinggi, kualitas visual dan fungsi permukaan paving akan terus menurun.

“Selain itu, area tersebut juga dinilai minim integrasi dengan elemen lansekap. Dominasi permukaan beton tanpa cukup ruang hijau dapat meningkatkan suhu lingkungan sekitar, menciptakan efek panas berlebih pada siang hari. Kehadiran elemen vegetasi atau penggunaan grass block di beberapa titik dinilai dapat membantu mengurangi panas sekaligus meningkatkan daya serap air ke tanah,” tukas Ahmad.

Salah seorang pengamat konstruksi Kota Kraksaan menyarankan beberapa langkah perbaikan, antara lain melakukan pembongkaran pada titik yang tergenang untuk perataan ulang, membersihkan permukaan paving secara menyeluruh, serta menambahkan penanda jalur atau parkir agar area terlihat lebih tertata dan fungsional.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola atau Pemkab Probolinggo terkait rencana perbaikan. Namun, sejumlah warga berharap penanganan segera dilakukan agar area tersebut dapat digunakan secara optimal dan aman, terutama saat musim hujan. (Redaksi)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x