x

DKUPP Probolinggo Ajukan Tambahan Dropping, Kelangkaan LPG 3 Kg Dikeluhkan Warga

waktu baca 2 menit
Jumat, 20 Mar 2026 06:45 0 133 Redaksi Satu

 

 

Probolinggo – Kelangkaan LPG 3 kilogram di sejumlah wilayah Kabupaten Probolinggo dalam beberapa hari terakhir semakin dikeluhkan masyarakat. Warga mengaku kesulitan mendapatkan gas subsidi tersebut, bahkan harus berkeliling ke beberapa kecamatan demi memperoleh stok. Jum’at,  20/03/2026.

Menanggapi kondisi ini, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo bergerak cepat dengan mengirimkan surat resmi kepada PT Pertamina (Persero) untuk meminta tambahan dropping LPG 3 kg.

Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima banyak laporan dari masyarakat terkait kelangkaan gas melon tersebut. Menurutnya, peningkatan kebutuhan menjelang hari besar keagamaan menjadi salah satu faktor utama terjadinya kekosongan stok di tingkat pengecer.

“Kami sudah bersurat ke Pertamina untuk meminta penambahan distribusi LPG 3 kg ke wilayah Kabupaten Probolinggo. Harapannya, dengan tambahan dropping ini, kebutuhan masyarakat bisa segera terpenuhi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, distribusi LPG sebenarnya berjalan sesuai kuota yang telah ditetapkan. Namun, tingginya permintaan di lapangan menyebabkan pasokan cepat habis. Selain itu, pihaknya juga tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain seperti distribusi yang tidak merata atau praktik penimbunan oleh oknum tertentu.

DKUPP juga mengimbau kepada para agen dan pangkalan agar menyalurkan LPG sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak melakukan penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Pengawasan pun akan diperketat guna memastikan distribusi tepat sasaran.

Sementara itu, masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar kelangkaan LPG 3 kg tidak terus berlanjut, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri yang kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat.

Pemerintah daerah melalui DKUPP memastikan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Pertamina, agar distribusi LPG kembali normal dan tidak merugikan masyarakat kecil.

 

Hery.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x