x

Digitalisasi Ujian di Pesantren, ANBK 2025 Berlangsung Tertib di SMA Zainul Hasan 1 Genggong 

waktu baca 2 menit
Kamis, 7 Agu 2025 00:04 0 121 Redaksi Satu

Probolinggo, KabarBromo.com – Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) 2025 di SMA Zainul Hasan 1 Genggong menjadi ujian, tidak hanya bagi para siswa, tetapi juga bagi kesiapan infrastruktur pendidikan digital. Dengan sistem dua sesi selama dua hari, yakni 6–7 Agustus 2025, serta pendampingan intensif, sekolah berbasis pesantren ini berupaya menjawab tantangan asesmen nasional di era teknologi.

Kepala SMA Zainul Hasan 1 Genggong, Gus Lukman Qoyyiduddin Hasanul Bolqiah, S.Pd., atau yang akrab disapa Gus Bos, menegaskan bahwa pelaksanaan ANBK telah dipersiapkan jauh hari, baik dari sisi teknis maupun nonteknis, termasuk pendampingan mental siswa.

“Kami menyiapkan secara menyeluruh karena ANBK ini bukan sekadar ujian biasa. Ini bagian dari cermin mutu pendidikan kita di mata nasional,” ungkapnya.

Persiapan infrastruktur menjadi perhatian utama. Laboratorium komputer ditata ulang, perangkat diperiksa secara berkala, dan koneksi internet diperkuat guna menghindari gangguan saat ujian berlangsung.

 

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Abdullah, S.Pd., menjelaskan bahwa pembagian sesi menjadi strategi utama untuk memastikan stabilitas jaringan dan kenyamanan peserta selama asesmen.

“Dengan dua sesi, beban sistem bisa lebih ringan. Ini bagian dari mitigasi teknis yang kami terapkan,” ujarnya.

Selain kesiapan teknis, aspek psikologis siswa juga menjadi perhatian. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Muhammad Syifauddin, yang akrab disapa Mr Bogel, menegaskan bahwa pendekatan personal terus dilakukan agar para siswa tidak mengalami tekanan berlebihan.

“Kami sampaikan bahwa ini asesmen untuk evaluasi sekolah, bukan penentu kelulusan. Ini penting agar mereka tetap tenang,” kata Mr Bogel.

Pelaksanaan ANBK di SMA Zainul Hasan 1 Genggong mencerminkan tantangan sekaligus peluang di tengah transformasi pendidikan nasional. Di saat sebagian sekolah masih berjuang menghadapi keterbatasan digital, sekolah ini menjadi contoh bagaimana asesmen nasional tidak hanya menilai siswa, tetapi juga kapasitas lembaga pendidikan dalam menjawab tuntutan zaman.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x