
Gbr. Acara Buka Bersama PCNU Kraksaan
PROBOLINGGO, kabarbromo66.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kraksaan menggelar kegiatan “Buka Bersama” yang menjadi momentum penguatan sinergi antara ulama, umara (pemerintah), dan organisasi kemasyarakatan. Acara yang berlangsung di kawasan Kalikajar, Paiton, Probolinggo pada Selasa (17/3/2026) ini, menegaskan kembali pentingnya kolaborasi lintas elemen dalam menjaga kondusivitas daerah.
Kegiatan yang dipusatkan di bawah naungan Saka Sembilan – Nurul Qadim 3 ini dihadiri oleh jajaran tokoh kunci dari berbagai latar belakang. Hadir di antaranya Ketua PCNU Kraksaan, KH. Chafidzul Hakim Noer, yang dalam sambutannya menekankan bahwa tradisi buka bersama bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan jembatan komunikasi untuk menyamakan persepsi dalam membangun umat.
Sinergi Ulama dan Umara
Nuansa kebersamaan kian kental dengan kehadiran unsur pimpinan daerah. Kapolres Probolinggo, AKBP Dr. M. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si., dan Dandim 0820, Letkol Inf Ribut Yudo Apriyantono, tampak membaur di tengah jamaah. Kehadiran dua pucuk pimpinan keamanan ini merepresentasikan soliditas hubungan antara institusi negara dengan basis massa keagamaan di wilayah Probolinggo.
Selain aspek keamanan, dimensi spiritualitas acara diperkuat dengan kehadiran para pakar thoriqoh dan Al-Quran. Tampak hadir Pengurus JATMAN (Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah) Probolinggo, KH. Qusyairi, serta Ketua PC JQHNU Kota Kraksaan, Hb. Anis bin Hamid al Habsyi.
Pesan Inklusivitas
Salah satu poin menarik dalam pertemuan ini adalah kehadiran Dwi Rahmadiyanto selaku perwakilan dari Pengurus Daerah Muhammadiyah Probolinggo. Kehadirannya dipandang sebagai simbol inklusivitas dan ukhuwah islamiyah yang melampaui batas organisasi.
”Pertemuan ini menjadi cermin bahwa koordinasi antara ulama, kepolisian, TNI, hingga sesama organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah, adalah kunci stabilitas sosial,” ujar salah satu penyelenggara di lokasi.
Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan doa bersama untuk kemaslahatan bangsa, diikuti dengan santap buka puasa yang menjadi puncak kehangatan interaksi antar-tokoh tersebut. (Red)
Tidak ada komentar