x

PMII Probolinggo Gelar Aksi “Menolak Diam”, Soroti Kinerja DPRD

waktu baca 2 menit
Senin, 2 Feb 2026 13:08 0 53 Redaksi Satu

 

 

 

 

Probolinggo – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Probolinggo menggelar aksi damai bertajuk “Menolak Diam”, Senin (2/2/2026), sebagai bentuk kritik terhadap kinerja DPRD Kabupaten Probolinggo yang dinilai belum maksimal dalam menjalankan fungsi representasi, legislasi, dan pengawasan.

Puluhan kader PMII bergerak dari Ruko Warna-Warni menuju Gedung DPRD Kabupaten Probolinggo sejak pukul 13.00 WIB dengan membawa spanduk dan poster berisi tuntutan perbaikan kinerja lembaga legislatif daerah.

Koordinator aksi menegaskan, pembiaran terhadap aktivitas tambang ilegal menjadi salah satu sorotan utama. PMII menilai DPRD gagal menjalankan fungsi pengawasan sehingga aktivitas yang merusak lingkungan terus berlangsung tanpa penindakan tegas.

 

Selain itu, PMII menyoroti belum adanya Peraturan Daerah terkait tata niaga tembakau dan bawang, yang menyebabkan petani berada pada posisi lemah serta tidak memiliki kepastian perlindungan kebijakan. DPRD juga dikritik atas lemahnya peran dalam mendorong penanganan pasca bencana yang berdampak langsung pada masyarakat.

PMII turut menolak wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD, yang dinilai berpotensi mencederai prinsip demokrasi dan menjauhkan rakyat dari proses politik yang seharusnya partisipatif.

Menanggapi tuntutan tersebut, zubaidi. selaku Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo yang menemui massa aksi menyampaikan bahwa aspirasi mahasiswa akan ditindaklanjuti.

“Seluruh tuntutan yang disampaikan akan kami komunikasikan kepada semua fraksi di DPRD untuk dibahas sesuai mekanisme yang ada,” ujarnya.

Meski demikian, PMII menegaskan akan terus mengawal komitmen tersebut dan menilai DPRD harus membuktikan keberpihakan kepada kepentingan publik melalui langkah konkret, bukan sekadar pernyataan.

Aksi berlangsung kondusif dengan pengamanan aparat. PMII menyatakan aksi ini merupakan peringatan awal dan akan berlanjut apabila tidak ada tindak lanjut yang jelas dari DPRD.

“Menolak diam adalah sikap. Kami akan konsisten berdiri bersama rakyat,” tegas koordinator aksi.

 

 

Hery.

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x