
Probolinggo — Di tengah tekanan ekonomi warga yang makin berat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Jawa Timur, justru memamerkan kemewahan. Pemerintah daerah itu tercatat mengalokasikan lebih dari Rp 3 miliar untuk pembelian mobil dinas baru, menimbulkan gelombang kritik dari publik.
Data dari laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP menunjukkan pengadaan kendaraan dilakukan oleh Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Probolinggo melalui metode E-Purchasing.
Beberapa mobil yang dibeli di antaranya:
Total anggaran mencapai Rp 3,05 miliar.
Saat dikonfirmasi, Kepala Bagian Umum, Yuanita, belum memberikan penjelasan resmi. “Ngapunten nggih mas, saya lagi kesripahan. Saged di hari kerja nggih,” ujarnya singkat, Minggu (5/10/2025).
Sikap bungkam Pemkab memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Ketua LSM Aliansi Masyarakat Peduli Probolinggo, Lutfi Hamid, menilai kebijakan itu mencerminkan gaya hidup hedon pejabat daerah.
“Ini pelecehan terhadap nurani publik. Saat rakyat kesulitan membeli beras, mereka malah sibuk membeli mobil mewah,” tegas Lutfi.
Lutfi menilai, dana miliaran rupiah itu seharusnya diarahkan untuk sektor yang lebih mendesak seperti pertanian, kesehatan, atau perbaikan infrastruktur desa.
Publik kini menanti klarifikasi resmi dari Pemkab Probolinggo . sebuah jawaban yang akan menentukan apakah kemewahan pejabat benar dianggap lebih penting daripada kesejahteraan rakyatnya sendiri.
Tidak ada komentar