x

Proyek Alun-Alun Kraksaan ±Rp.4,6 Miliar Disorot Warga, Pemerintah Diminta Evaluasi Kualitas Pekerjaan

waktu baca 3 menit
Selasa, 31 Mar 2026 06:05 0 41 Redaksi Satu

Foto alun-alun kraksaan tanggal 30/3/2026

Probolinggo, kabarbromo66.com – Proyek rehabilitasi dan revitalisasi Alun-Alun Kota Kraksaan yang menelan anggaran kurang lebih Rp.4,6 miliar menjadi perhatian publik. Sejumlah warga menilai kualitas pekerjaan di lapangan belum sesuai dengan harapan, terutama pada aspek kerapian dan ketahanan konstruksi.

Berdasarkan data Pengadaan Tahun 2025 pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kab. Probolinggo, total pagu anggaran untuk penataan kawasan alun-alun tersebut kurang lebih mencapai Rp.4.615.000.400, yang mencakup pekerjaan fisik, perencanaan, serta pengawasan teknis.

Permukaan Paving Dinilai Tidak Rata

Seorang warga Kota Kraksaan, Ahmad, menyampaikan bahwa beberapa bagian paving block di area alun-alun (didepan masjid jami’ kraksaan) terlihat bergelombang dan mengalami penurunan.

“Baru selesai dikerjakan, tetapi sudah ada bagian yang terlihat tidak rata. Kami khawatir kondisi ini akan semakin parah jika tidak segera diperbaiki,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Menurut Ahmad, kondisi tersebut berpotensi berkaitan dengan proses pemadatan lapisan dasar atau pemasangan material alas sebelum paving dipasang. Namun, hal ini masih memerlukan pemeriksaan teknis lebih lanjut dari pihak berwenang.

Selain berdampak pada estetika, permukaan yang tidak rata juga dinilai dapat meningkatkan risiko keselamatan bagi pejalan kaki, terutama kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.

Finishing dan Detail Pengerjaan Disorot

Beberapa warga juga menyoroti lebar nat antar paving yang dinilai tidak seragam serta pemotongan paving di sekitar bak kontrol yang terlihat kurang rapi.

Pengamatan di lapangan menunjukkan adanya variasi jarak antar paving dan perbedaan ketinggian di beberapa titik. Meski demikian, standar teknis pekerjaan perlu dikonfirmasi kepada pihak kontraktor maupun pengawas proyek untuk memastikan apakah kondisi tersebut masih dalam batas toleransi teknis.

Posisi Grill Drainase Jadi Perhatian

Selain itu, warga juga menyoroti posisi grill saluran air yang pada beberapa titik tampak tidak sejajar dengan permukaan paving. Perbedaan elevasi ini berpotensi menyebabkan genangan air saat hujan apabila tidak ditangani dengan baik.

Retakan pada bagian semen di sekitar grill juga terlihat di beberapa lokasi, yang diduga akibat perbedaan beban atau pergerakan struktur setelah pemasangan.

Penggunaan Area Pedestrian oleh Kendaraan

Penggunaan area pedestrian oleh sepeda motor juga menjadi perhatian warga. Mereka khawatir beban kendaraan bermotor dapat mempercepat kerusakan paving jika spesifikasi material yang digunakan memang dirancang hanya untuk beban pejalan kaki.

Rincian Anggaran Proyek

Berdasarkan data pengadaan pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Kabupaten Probolinggo TA. 2025 untuk proyek di Alun-Alun Kota Kraksaan (termasuk kategori Rehabilitasi, Revitalisasi, Masterplan, Perencanaan, dan Pengawasan), total pagu anggarannya kurang lebih sebesar Rp.4.615.000.400 ​(Empat Miliar Enam Ratus Lima Belas Juta Empat Ratus Rupiah). Dengan ​Rincian Perhitungan: ​Pekerjaan Fisik/Konstruksi: ​Rehabilitasi Alun-Alun (Kode 55061203): Rp.2.247.865.200; ​Revitalisasi Alun-Alun (Kode 58986175): Rp.1.842.531.200. ​Perencanaan & Masterplan: Perencanaan Rehabilitasi (Kode 55903904): Rp.151.032.000: Penyusunan Masterplan (Kode 59426906): Rp.98.834.400; ​Perencanaan Revitalisasi (Kode 58985613): Rp.98.834.400. ​Pengawasan: Pengawasan Rehabilitasi (Kode 55066673): Rp.96.102.800; Pengawasan Revitalisasi (Kode 58985774): Rp.79.800.400.

Besarnya anggaran pengawasan teknis menjadi perhatian masyarakat, yang berharap fungsi pengawasan dapat memastikan kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi kontrak.

Saat dikonfirmasi mengenai proyek tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, menyarankan agar pertanyaan teknis terkait pelaksanaan proyek disampaikan langsung kepada pihak yang berwenang.

“Silakan langsung ke bupati atau dinas perkim saja, Mas,” ujarnya singkat saat dimintai tanggapan.

Warga berharap pemerintah daerah dapat melakukan evaluasi dan pemeriksaan teknis secara menyeluruh, sehingga fasilitas publik yang telah dibangun dengan anggaran besar tersebut dapat memberikan manfaat optimal dan berkelanjutan bagi masyarakat. (Redaksi/ir)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x