x

Ketua LSM Libas’88 Nusantara Desak Pemkab Probolinggo Ambil Langkah Strategis Cegah Banjir di Daerah Rawan

waktu baca 2 menit
Jumat, 12 Des 2025 01:46 0 101 Redaksi Satu

Probolinggo, kabarbromo66.com Ketua LSM Libas’88 Nusantara Desak Pemkab Probolinggo Ambil Langkah Strategis Cegah Banjir di Daerah RawanKetua LSM Libas’88 Nusantara Desak Pemkab Probolinggo Ambil Langkah Strategis Cegah Banjir di Daerah Rawan- Ketua LSM Libas’88 Nusantara, Ust. Muhyiddin, meminta Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk segera mengambil langkah strategis dalam mencegah potensi bencana banjir, khususnya di wilayah rawan seperti Kecamatan Tiris. Menurutnya, curah hujan tinggi beberapa hari terakhir telah meningkatkan risiko banjir susulan jika tidak segera ditangani dengan serius.

Ust. Muhyiddin menegaskan bahwa warga membutuhkan kehadiran pemerintah untuk memastikan keselamatan mereka. “Penanganan tidak bisa menunggu sampai ada korban. Wilayah seperti Tiris sudah masuk kategori rawan. Pemkab harus hadir dengan langkah yang konkret,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa upaya pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya sebatas respons ketika banjir terjadi.

Beberapa langkah strategis yang didesak untuk segera dilakukan Pemkab Probolinggo antara lain:

1. Normalisasi sungai dan saluran air

Melakukan pengerukan sedimentasi serta pembersihan sampah dan gulma di aliran sungai yang melintasi kawasan rawan banjir.

2. Rehabilitasi dan penguatan tebing sungai

Memperbaiki titik-titik tanggul kritis yang kerap jebol saat debit air meningkat.

3. Pemantauan dan peringatan dini (early warning system)

Memasang alat pemantau debit air dan memberikan pemberitahuan cepat kepada warga ketika potensi banjir meningkat.

4. Reboisasi dan penataan kawasan hulu

Menggalakkan penghijauan di lereng-lereng yang gundul agar daya serap tanah meningkat dan aliran air tidak langsung meluncur ke pemukiman.

5. Pembangunan dan perbaikan drainase lingkungan

Melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap infrastruktur drainase di desa-desa rawan, serta membangun jaringan baru di daerah yang belum memiliki sistem memadai.

6. Penyusunan rencana kontinjensi dan simulasi kebencanaan

Melibatkan masyarakat dalam latihan penanganan bencana agar lebih siap ketika kondisi darurat terjadi.

7. Koordinasi lintas instansi

Memperkuat peran BPBD, Dinas PU, pemerintah kecamatan, dan desa untuk memastikan respon cepat dan terintegrasi.

Ust. Muhyiddin berharap Pemkab Probolinggo segera menindaklanjuti permintaan tersebut demi keselamatan warga. “Pencegahan adalah kunci. Jangan menunggu bencana datang baru bertindak,” tegasnya. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x