
PROBOLINGGO – Respons cepat ditunjukkan jajaran Koramil 0820/21 Maron bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Maron dengan melakukan peninjauan langsung terhadap lokasi terdampak banjir di Desa Satreyan, RT 01 RW 01, Dusun Krajan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Minggu, 11 /01/2025.
Banjir tersebut mengakibatkan sekitar 60 rumah warga terdampak, dengan kondisi air menggenangi permukiman dan fasilitas lingkungan warga. Peristiwa ini terjadi akibat curah hujan cukup tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Maron dan sekitarnya.
Salah satu warga Desa Satreyan, Diana, mengungkapkan bahwa banjir mulai terjadi pada pukul 15.00 WIB. Air dengan cepat meluap dan masuk ke area permukiman warga, sehingga membuat sebagian warga harus mengamankan barang-barang rumah tangga mereka.
“Sekitar jam tiga sore air mulai naik, awalnya hanya di jalan, tapi tidak lama kemudian masuk ke rumah-rumah warga,” ujar Diana.

Mengetahui kejadian tersebut, jajaran Koramil 0820/21 Maron bersama Forkopimcam Maron langsung turun ke lapangan untuk melakukan peninjauan, pemantauan kondisi warga, serta pendataan awal terhadap rumah-rumah yang terdampak banjir.
Aparat menyusuri area permukiman untuk memastikan keselamatan warga serta melihat langsung dampak yang ditimbulkan.
Dalam kegiatan tersebut, Forkopimcam juga berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat guna menyiapkan langkah-langkah penanganan darurat, termasuk antisipasi apabila terjadi banjir susulan. Warga diimbau untuk tetap waspada mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.
Selain melakukan peninjauan, aparat gabungan juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga keselamatan, mengamankan peralatan listrik, serta segera melapor apabila debit air kembali meningkat. Kehadiran aparat di lokasi memberikan rasa aman dan ketenangan bagi warga yang terdampak.
Masyarakat setempat menyampaikan apresiasi atas kesigapan TNI, dan unsur Forkopimcam yang cepat hadir di tengah warga saat terjadi bencana. Warga berharap adanya perhatian lebih lanjut dari pihak terkait, terutama dalam upaya penanganan jangka panjang agar kejadian banjir tidak terus berulang.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi air di Desa Satreyan dilaporkan mulai berangsur surut, namun sejumlah rumah warga masih memerlukan pembersihan akibat sisa lumpur dan genangan air. Aparat bersama pemerintah desa terus melakukan pemantauan situasi guna memastikan kondisi tetap aman dan kondusif.
Hery.
Tidak ada komentar