x

RSUD Waluyo Jati Digoyang Keluhan Pasien, LSM AMPP Desak Evaluasi Total Pelayanan Medis

waktu baca 2 menit
Kamis, 16 Apr 2026 14:45 0 48 Redaksi Satu

PROBOLINGGO, kabarbromo66.com – Kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Waluyo Jati kembali menjadi sorotan tajam setelah muncul keluhan dari seorang pasien, Edi Sunyoto, yang mengaku tidak mendapatkan pemeriksaan dokter selama berjam-jam sejak masuk perawatan di Ruang Tengger Paviliun Nomor 3 pada Selasa sore (15/04). Ia menyampaikan telah tiba sekitar pukul 16.00 WIB, namun hingga malam hari belum juga mendapat penanganan dari dokter spesialis maupun dokter jaga, sehingga menimbulkan rasa cemas dan ketidakpastian terhadap kondisi kesehatannya.

Edi mengungkapkan kekecewaannya atas lambannya respons tenaga medis. Menurutnya, setiap kali menanyakan kepastian pemeriksaan, ia hanya mendapat jawaban yang tidak jelas dari petugas. Kondisi tersebut membuatnya sempat mempertimbangkan untuk pulang paksa demi mencari layanan medis lain yang dianggap lebih cepat dan responsif, mengingat ia menilai situasi tersebut berkaitan langsung dengan keselamatan nyawanya.

Keluhan ini kemudian mendapat perhatian dari Lutvi Hamid, Ketua LSM AMPP, yang menilai kasus tersebut bukanlah kejadian tunggal. Ia menyebut pihaknya kerap menerima laporan serupa terkait lambatnya pelayanan di rumah sakit tersebut. LSM AMPP pun mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan medis, termasuk audit kinerja tenaga kesehatan dan manajemen rumah sakit, agar kejadian serupa tidak terus berulang dan merugikan pasien.

Di sisi lain, dalam operasional rumah sakit, terdapat prosedur standar yang mengatur alur penanganan pasien. Umumnya, pasien yang masuk melalui IGD akan distabilkan terlebih dahulu oleh dokter jaga sebelum menjalani perawatan lanjutan di ruang rawat inap. Pemeriksaan oleh dokter spesialis biasanya mengikuti jadwal visit yang telah ditetapkan, serta mempertimbangkan tingkat kegawatdaruratan pasien melalui sistem triase. Namun, kurangnya komunikasi yang jelas kepada pasien sering kali menimbulkan kesalahpahaman dan persepsi adanya penelantaran.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUD Waluyo Jati belum memberikan pernyataan resmi terkait keterlambatan pemeriksaan yang dialami pasien tersebut. Publik kini menantikan klarifikasi sekaligus langkah konkret dari pihak rumah sakit guna memastikan peningkatan kualitas pelayanan. Kasus ini menjadi pengingat bahwa kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan sangat bergantung pada kecepatan layanan serta komunikasi yang transparan antara tenaga medis dan pasien. (Redaksi)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x