x

Razia Gabungan di Probolinggo: Ada yang Ditilang, Ada yang Dapat Cokelat!

waktu baca 2 menit
Minggu, 20 Jul 2025 01:25 0 110 Redaksi Satu

Operasi Patuh Semeru 2025 Menjaring 33 Kendaraan Tak Lengkap Surat

PROBOLINGGO, KabarBromo.com – Sejumlah pengendara roda dua dan roda empat tampak panik saat petugas berseragam tiba-tiba menghentikan laju kendaraan mereka di depan Mal Pelayanan Publik (MPP) Dringu, Rabu (16/7/2025) pagi. Arus lalu lintas sempat tersendat. Suasana mendadak tegang, sebagian pengendara bahkan terlihat celingukan, memastikan kelengkapan surat yang dibawanya.

Di balik ketegangan pagi itu, rupanya tengah berlangsung razia gabungan dalam rangka Operasi Patuh Semeru 2025 yang digelar oleh Polres Probolinggo Polda Jatim. Operasi ini merupakan bagian dari Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), dengan melibatkan Satlantas, sejumlah Satfung lain, serta instansi terkait seperti Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Diawali dengan apel gabungan yang dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Probolinggo, AKP Safiq Jundhira Zulkarnaen, para petugas kemudian mengatur arus lalu lintas dan mengarahkan kendaraan masuk ke area MPP untuk pemeriksaan dokumen.

Hasilnya, dari total 450 kendaraan yang terjaring, sebanyak 33 kendaraan tidak luput dari tindakan tegas. Barang bukti berupa 5 SIM, 15 STNK, 11 unit motor, dan 2 mobil turut diamankan petugas. “Jadi total barang bukti sebanyak 33,” terang AKP Safiq.

Tak hanya menyasar surat-surat kendaraan, razia ini juga menyentuh aspek kepatuhan membayar pajak. Petugas Bapenda menemukan sejumlah kendaraan yang belum melunasi pajak kendaraan bermotor. “Kami berikan sosialisasi terkait program pemutihan pajak yang berlaku sampai 31 Juli 2025. Harapannya kegiatan ini mendorong masyarakat agar lebih tertib dan sadar administrasi,” lanjutnya.

Menariknya, dalam razia ini petugas juga memberikan reward berupa snack dan souvenir kepada pengendara yang lolos pemeriksaan. Linda (29), warga Lumbang yang saat itu bersama keluarganya, mengaku senang dengan pendekatan humanis tersebut.

“Terima kasih bapak polisi, kami sudah diberi cokelat karena semua surat kami lengkap. Semoga makin banyak yang sadar pentingnya tertib lalu lintas,” ujarnya.

Operasi ini menjadi pesan tegas sekaligus edukatif, bahwa ketertiban berlalu lintas bukan hanya soal hukum, melainkan juga soal keselamatan dan kesadaran bersama.(Humas Polres Probolinggo/Misbahul Munir)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x