Tag: #PolresProbolinggo

  • Penyidikan Kasus Kekerasan Anak di Probolinggo Disorot, Aliansi L3GAM: “Jangan Ada Tebang Pilih! Segera Tetapkan Tersangkanya!”

    Ilustrasi

    PROBOLINGGO, kabarbromo66.com – Penanganan kasus dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak di bawah umur yang dilaporkan oleh Hendra Abidin kini menjadi sorotan tajam. Meski laporan telah masuk ke tahap penyidikan berdasarkan dokumen pemberitahuan hasil penelitian laporan yang ditunjukkan dalam image.png, proses hukum tersebut dinilai jalan di tempat karena hingga kini belum ada penetapan tersangka.

    ​Laporan dengan nomor LP/B/170/VIII/2025/SPKT/POLRES PROBOLINGGO/POLDA JAWA TIMUR ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana yang terjadi di Musholla Al Barokah, Dusun Krajan, Desa Condong, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo pada 14 Agustus 2025. Pihak pelapor mendesak kepolisian untuk segera memberikan kepastian hukum, mengingat saksi-saksi telah diperiksa dan hasil visum telah dikantongi penyidik.

    ​Menanggapi lambatnya progres penanganan perkara ini, perwakilan dari Aliansi L3GAM Kabupaten Probolinggo, Didit, melontarkan komentar tajam. Ia mempertanyakan profesionalisme penyidik dalam menuntaskan perkara yang melibatkan perlindungan anak tersebut.

    ​”Kami melihat ada kejanggalan dalam ritme kerja penyidik. Saksi sudah lengkap, visum sudah di tangan, bukti apalagi yang dicari sampai penetapan tersangka saja sulit dilakukan? Jika kasus anak saja bisa jalan di tempat seperti ini, bagaimana masyarakat bisa menaruh kepercayaan penuh pada penegakan hukum di wilayah ini?” ujar Didit dengan nada tegas.

    ​Didit bahkan membandingkan penanganan kasus ini dengan perkara lain di unit yang sama. Ia menyoroti kasus kekerasan seksual terhadap anak (TPKS) dengan terlapor M. Imron Firdaus yang ditangani Unit PPA, di mana tersangka telah divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kraksaan, meski laporannya baru masuk pada 22 September 2025.

    ​”Ini aneh. Kasus Imron Firdaus yang laporannya belakangan saja sudah divonis, sementara perkara korban ‘GTR’ yang dilaporkan jauh lebih awal, yakni Agustus 2025, justru mandek tanpa tersangka. Ada apa dengan Unit PPA? Apakah ada skala prioritas yang tidak transparan atau ada kendala lain?” cecar Didit.

    ​Upaya untuk mendapatkan penjelasan mengenai progres penyidikan ini telah dilakukan melalui komunikasi langsung kepada penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Probolinggo, Bripda Muhammad Syahrul Ramadhan. Namun, hingga berita ini ditayangkan, pihak yang bersangkutan belum memberikan respons atau keterangan resmi terkait kendala yang dihadapi dalam penetapan tersangka perkara ini.

    ​Aliansi L3GAM menegaskan akan terus mengawal kasus ini agar tidak menguap. Menurut Didit, lambatnya penetapan tersangka dalam kasus kekerasan anak dapat mencederai rasa keadilan bagi korban dan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Probolinggo. (Redaksi)

     

  • Bukti CCTV Sudah Diserahkan, Kasus Pengancaman Sajam di Paiton Diduga Masih Mandek di Tahap Lidik

    Ilustrasi

    PROBOLINGGO, kabarbromo66.com – Kasus dugaan pengancaman menggunakan senjata tajam jenis celurit yang menimpa Sumarsono, warga Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, disorot publik. Meski bukti rekaman CCTV yang memperlihatkan terduga pelaku berinisial “S” menenteng senjata tajam saat mendatangi rumah pelapor telah dikantongi, proses hukum di Polsek Paiton dinilai berjalan lamban.

    ​Berdasarkan Surat Tanda Terima Laporan/Pengaduan Masyarakat (STTLPM) Nomor: STTLPM/29/IV/2026/SPKT/POLSEK PAITON/POLRES PROBOLINGGO/POLDA JATIM tertanggal 17 April 2026, peristiwa pengancaman tersebut terjadi pada Kamis, 16 April 2026.

    ​Dalam kronologi laporan, insiden bermula saat terduga pelaku berinisial “S” datang ke rumah pelapor dengan membawa senjata tajam jenis celurit. Terduga pelaku sempat menanyakan keberadaan pelapor kepada saksi di lokasi.

    ​Hingga saat ini, perkara tersebut dikabarkan masih dalam tahap penyelidikan (lidik). Pihak pelapor merasa heran lantaran bukti visual berupa CCTV yang memperlihatkan tindakan pelaku sudah diserahkan kepada pihak kepolisian.

    ​Terkait kelanjutan proses hukum ini, tim redaksi telah berupaya melakukan klarifikasi kepada Kanit Reskrim Polsek Paiton pada Kamis (25/6/2026). Namun, hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan respons atau tanggapan resmi mengenai hambatan dalam proses penyelidikan kasus tersebut.

    ​Sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik, berita ini disusun dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Pihak kepolisian sebagai penyidik berwenang memiliki otoritas dalam menentukan status perkara, namun publik berharap transparansi dan kecepatan penanganan kasus yang melibatkan ancaman keselamatan jiwa agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum tetap terjaga. (Redaksi)

     

  • Momentum Hari Bhayangkara Ke 80, Polres Probolinggo Gelar Bakti Sosial dan Bedah Rumah di Tiris

    PROBOLINGGO, Kabarbromo66.com – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momen penuh berkah bagi masyarakat di pelosok Kabupaten Probolinggo. Mengusung semangat kepedulian, Polres Probolinggo menggelar aksi nyata lewat program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan bakti sosial di Desa Jangkang, Kecamatan Tiris, pada Rabu (24/6/2026).

    ‎​Langkah kemanusiaan ini ditinjau langsung oleh Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif. Didampingi Wakapolres, jajaran Pejabat Utama (PJU), serta Forkopimcam Tiris, Kapolres turun ke lapangan untuk memastikan pengerjaan hunian baru bagi warga berjalan tanpa kendala.

    Kapolres Probolinggo Didampingi Camat Tiris

    ‎​Sasaran pertama yang dikunjungi adalah kediaman Arwa Sayedi di Dusun Kramat. Di lokasi ini, senyum bahagia mulai terpancar karena progres pembangunan rumahnya telah menyentuh angka 90% dan siap dihuni dalam waktu dekat.

    ‎​Tak jauh dari sana, kebahagiaan serupa juga menyambangi kediaman Misja di Dusun Pao Kecik. Rumah yang dulunya memprihatinkan, kini bertransformasi menjadi hunian yang aman, sehat, dan layak untuk ditinggali.

    ‎​Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif, menegaskan bahwa momentum Hari Bhayangkara bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pembuktian bahwa Polri selalu ada di garda terdepan dalam membantu kesulitan masyarakat.

    ‎​”Hari Bhayangkara adalah momentum untuk mempererat kedekatan kami dengan masyarakat. Lewat program bedah rumah ini, kami ingin memberikan tempat bernaung yang lebih aman dan sehat, yang kami harap bisa membawa kebahagiaan baru bagi keluarga penerima,” ujar AKBP Latif di sela-sela peninjauan.

    ‎​Aksi nyata kepolisian ini memantik keharuan. Arwa Sayedi, salah satu penerima manfaat, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya saat melihat rumahnya kini berdiri kokoh.

    ‎​”Terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Kapolres dan seluruh anggota polisi. Bantuan ini adalah impian yang jadi nyata bagi keluarga kami,” ucap Arwa lirih.

    ‎​Senada dengan Arwa, Misja juga menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian Polres Probolinggo yang telah menyentuh kehidupan masyarakat kecil di desanya. ” Terima kasih banyak, semoga Polri ke depan semakin jaya dan selalu dicintai rakyat,” tuturnya.

    ‎​Melalui bakti sosial yang menyentuh langsung akar rumput ini, Polres Probolinggo kembali mempertegas komitmennya dalam mengimplementasikan Polri yang Presisi bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom yang humanis. ( Fabil )

  • Tumbangkan Tuan Rumah, Tim Voli Polres Probolinggo Segel Gelar Juara Kapolda Jatim Cup 2026 Rayon II

    MALANG, Kabarbromo66.com – Tim bola voli Kepolisian Resor (Polres) Probolinggo sukses mengukir prestasi gemilang di kancah daerah. Melalui perjuangan yang dramatis, mereka berhasil keluar sebagai champion dalam Turnamen Bola Voli Kapolda Jatim Cup 2026 Rayon II yang digelar di Malang, Jawa Timur.

    ‎Turnamen bola voli Kapolda Jatim Cup 2026 Rayon II ini berlangsung ketat selama dua hari, mulai tanggal 15 hingga 16 Juni 2026. Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh enam perwakilan Polres jajaran, yaitu Polres Malang Kota selaku tuan rumah, Polres Probolinggo (Juara I), Polres Probolinggo Kota, Polres Pasuruan, Polres Batu, dan Polres Malang.

    ‎​Seluruh rangkaian pertandingan dipusatkan di Gedung Olahraga (GOR) Ken Arok yang berlokasi di Jalan Mayjen Sungkono, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Gelanggang olahraga ini dipadati oleh ribuan penonton dan suporter yang antusias memberikan dukungan kepada tim kebanggaan masing-masing.

    ‎​Di bawah kepemimpinan kapten tim yang tangguh, Iptu Miftahol Rahman, S.H., M.H., yang juga menjabat sebagai Kapolsek Krejengan, Polres Probolinggo tampil memukau sepanjang turnamen. Puncaknya, mereka berhasil menumbangkan tim tangguh tuan rumah, Polres Malang Kota, dalam laga final yang berlangsung sengit.

    ‎​Pertandingan puncak yang mempertemukan kedua tim raksasa ini berjalan dengan tensi tinggi sejak peluit babak pertama dibunyikan. Kendati harus bermain di bawah tekanan riuh pendukung lawan, mental anak asuh Iptu Miftahol Rahman sama sekali tidak menciut.

    ‎​Lewat kerja sama tim yang solid, pertahanan yang rapat, serta eksekusi strategi yang matang, Polres Probolinggo akhirnya sukses menyudahi perlawanan sengit tuan rumah dengan skor akhir 3-1. Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan dominasi penuh Polres Probolinggo di Wilayah Rayon II Jawa Timur.

    ‎Ditemui usai laga, Kapten Tim Polres Probolinggo, Iptu Miftahol Rahman, menyampaikan rasa haru dan bangganya atas perjuangan luar biasa dari seluruh punggawa tim di lapangan.

    ‎​“Ini adalah hasil kerja keras seluruh tim dan dukungan penuh dari Bapak Kapolres serta segenap jajaran. Kemenangan ini kami persembahkan sebagai kado spesial untuk menyambut Hari Bhayangkara ke-80,” ujar Iptu Miftahol Rahman dengan penuh semangat.

    ‎​Selain bertujuan untuk menjaring bibit-bibit atlet voli berprestasi di lingkungan kepolisian, turnamen akbar ini digelar sebagai bagian dari perayaan menyambut Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026.

    ‎​Melalui semangat sportivitas olahraga ini, diharapkan sinergitas, soliditas, dan rasa kebersamaan antar-personel kepolisian di wilayah Jawa Timur, khususnya Rayon II, dapat semakin erat terjalin demi mengoptimalkan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

    ( Fabil )

  • Lewat Nobar Piala Dunia 2026, Polres Probolinggo Rangkul Mahasiswa hingga Ojol demi Jaga Kamtibmas

    PROBOLINGGO, Kabarbromo66.com – Guna mempererat sinergitas dan meruntuhkan sekat antara kepolisian dengan elemen masyarakat, Kepolisian Resor (Polres) Probolinggo menggelar kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia 2026. Acara yang penuh dengan nuansa kehangatan ini dilangsungkan di Ruang Rupatama Parama Satwika Mapolres Probolinggo, Kamis (18/06/2026).

    ‎​Kegiatan interaktif ini dihadiri langsung oleh Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif, didampingi Wakapolres Kompol Yanuar Rizal Andrianto, serta para Pejabat Utama (PJU) Polres Probolinggo.

    ‎​Tak sekadar internal kepolisian, Polres Probolinggo juga merangkul berbagai elemen strategis kemasyarakatan. Mulai dari perwakilan organisasi kemahasiswaan (HMI, PMII, dan GMNI), Komunitas Ojek Online (Gojek), Senkom Mitra Polri, hingga Persatuan Pedagang Sepeda Motor setempat.

    ‎​Sebelum peluit babak pertama pertandingan ditiup, Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan bahwa momentum nobar ini bukan sekadar hiburan pelepas penat, melainkan wadah komunikasi nonformal untuk membangun kebersamaan yang kokoh.

    ‎​”Kami ingin Mapolres Probolinggo ini menjadi rumah bersama bagi seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali. Melalui ruang-ruang santai seperti ini, kita harapkan komunikasi yang terjalin bisa semakin erat, sehingga setiap potensi persoalan di lapangan dapat dicarikan solusi terbaik secara kolaboratif,” ujar AKBP Latif.

    ‎​Perwira menengah dengan dua melati di pundak tersebut juga menggarisbawahi krusialnya peran mahasiswa dan komunitas pekerja dalam menjaga stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Kabupaten Probolinggo.

    ‎​”Urusan keamanan bukan hanya bertumpu pada pundak Polri semata, melainkan tanggung jawab kolektif kita bersama. Saya mengajak rekan-rekan mahasiswa, komunitas ojol, Senkom, hingga para pedagang untuk aktif menjadi mitra Polri dalam merawat persatuan, menangkal hoaks, dan menjaga kondusivitas wilayah,” harapnya tegas.

    ‎​AKBP Latif menambahkan, atmosfer sportivitas dalam sepak bola harus diadopsi dalam kehidupan bermasyarakat. Perbedaan latar belakang organisasi maupun profesi seyogianya menjadi warna, bukan pemisah.

    ‎​”Tujuan kita semua sama, yaitu menginginkan Kabupaten Probolinggo tetap aman, damai, dan kondusif. Kebersamaan malam ini harus terus kita rawat sebagai modal sosial utama untuk membangun daerah kita tercinta,” pungkas Kapolres.

    ‎​Suasana ruang Rupatama kian meriah saat pertandingan antara Timnas Uzbekistan melawan Kolombia dimulai. Sorak-sorai kepuasan dan tepuk tangan pecah dari para penonton saat menyaksikan laga sengit tersebut, yang akhirnya ditutup dengan kemenangan meyakinkan Kolombia atas Uzbekistan lewat skor akhir 3-1.

    ‎​Melalui inisiasi kreatif seperti ini, Polres Probolinggo sukses membuktikan bahwa pendekatan yang humanis dan membaur mampu menciptakan hubungan yang harmonis, sekaligus memastikan fondasi keamanan wilayah tetap terjaga dengan baik. ( Fabil )

  • Kedepankan Pendekatan Humanis, Polres Probolinggo Kawal Aksi Damai di PN Kraksaan dengan Aman dan Kondusif

    PROBOLINGGO, Kabarbromo66.com – Puluhan massa dari Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Probolinggo menggelar aksi damai di depan Kantor Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan Kelas I/B, Rabu (17/6/2026). Aksi ini dilakukan guna mengawal langsung pembacaan putusan sidang praperadilan terkait penanganan perkara narkoba oleh Satresnarkoba Polres Probolinggo.

    ‎​Massa yang berjumlah sekitar 25 orang tersebut dipimpin langsung oleh Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Probolinggo, Samiran. Dalam orasinya di depan pengadilan, Samiran menegaskan bahwa kehadiran mereka murni merupakan gerakan moral untuk mengawal jalannya persidangan agar tetap transparan. Ia berharap majelis hakim dapat mengeluarkan putusan yang objektif dan berkeadilan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

    ‎​Usai menyampaikan aspirasinya secara tertib, Samiran beserta perwakilan keluarga pemohon diizinkan masuk ke ruang sidang untuk mengikuti pembacaan putusan praperadilan yang dipimpin oleh Hakim Tunggal PN Kraksaan, Doni Silalahi.

    ‎​Dalam amar putusannya, majelis hakim secara resmi menyatakan bahwa permohonan praperadilan yang diajukan oleh pihak pemohon tidak dapat diterima atau ditolak seluruhnya.

    ‎​Merespons jalannya aksi yang berlangsung tertib, Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif memberikan apresiasi yang tinggi kepada massa aksi serta seluruh pihak terkait yang telah bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah selama persidangan berlangsung.

    ‎​”Kami sangat menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi di muka umum maupun mengawal proses hukum. Namun di sisi lain, semua pihak juga harus menjunjung tinggi independensi institusi peradilan serta mempercayakan seluruh penyelesaian perkara kepada mekanisme hukum yang ada,” tegas AKBP M. Wahyudin Latif.

    ‎​Kapolres juga menjelaskan bahwa dalam mengawal aksi ini, dirinya telah menginstruksikan kepada seluruh personel yang bertugas di lapangan agar wajib mengedepankan pendekatan humanis. Jajaran kepolisian dituntut menjaga netralitas serta memberikan pelayanan pengamanan terbaik agar hak menyampaikan pendapat dan ketertiban umum dapat berjalan beriringan.

    ‎​“Polres Probolinggo berkomitmen penuh dalam menjaga stabilitas keamanan serta memastikan setiap tahapan hukum di wilayah ini berjalan dengan baik, transparan, dan profesional. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat ketertiban dan menghormati setiap keputusan hukum tetap yang telah ditetapkan oleh pengadilan,” pungkas Kapolres. ( Fabil )

  • Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Ratusan Kicau Mania Padati Kapolres Cup 2026 di Paiton

    PROBOLINGGO, Kabarbromo66.com – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Probolinggo sukses menggelar Lomba Burung Berkicau bertajuk “Kapolres Cup 2026“. Event bergengsi dengan tema “Polri Untuk Masyarakat” ini berlangsung meriah di Raya Stadium, Desa Pondok Kelor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Minggu (14/6/2026).

    ‎​Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif, Danyon TP 836 Brahma Yodha Letkol Inf Faishal Reza, Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ, Wakapolres Kompol Yanuar Rizal Ardianto, serta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Probolinggo. Kehadiran ratusan kontestan “Kicau Mania” dari berbagai daerah turut memadati dan menyemarakkan jalannya perlombaan.

    ‎​Dalam sambutannya, Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas tingginya antusiasme masyarakat serta komunitas pecinta burung berkicau yang ambil bagian dalam event ini.

    ‎​”Kami sangat berterima kasih atas partisipasi luar biasa dari masyarakat dan komunitas hobi. Kegiatan ini diselenggarakan bukan hanya untuk memperingati Hari Bhayangkara ke-80, tetapi juga sebagai sarana memperkuat silaturahmi, menjaga rasa persaudaraan, dan membangun kemitraan yang harmonis antara Polri dan masyarakat demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujar AKBP M. Wahyudin Latif.

    ‎Pada kesempatan tersebut, Kapolres juga memberikan instruksi tegas kepada seluruh dewan juri yang bertugas agar mengedepankan profesionalisme dan transparansi mutlak dalam memberikan penilaian.

    ‎​”Para juri harus memberikan penilaian secara objektif dan transparan agar hasil perlombaan adil dan dapat diterima dengan baik oleh seluruh peserta. Selain itu, kami berharap pergelaran ini membawa berkah ekonomi bagi para pelaku UMKM lokal yang ikut berjualan di sekitar area stadion,” tegas Kapolres.

    ‎​Kompetisi ini mempertandingkan sebanyak 21 kelas gantangan dengan sistem pembatasan 24 peserta (G-24) per kelasnya guna menjaga kualitas ketertiban lomba. Adapun jenis burung yang mendominasi arena laga meliputi Murai Batu, Cucak Hijau, Cendet, dan Lovebird.

    ‎Puncak ketegangan kompetisi terjadi pada kelas paling bergengsi, yakni Kelas Utama Kapolres Probolinggo untuk kategori Murai Batu. Setelah melalui persaingan sengit, Murai Batu bernama Terak milik Afif, warga Desa Temenggungan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, keluar sebagai Juara I setelah berhasil memikat hati dewan juri lewat performa dan kicauan terbaiknya.

    ‎​Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi tersebut, Afif berhak membawa pulang hadiah utama berupa satu unit sepeda motor Honda Revo yang diserahkan secara simbolis langsung oleh Kapolres Probolinggo.

    ‎​Saat diwawancarai pasca-kemenangan, Afif mengaku bersyukur dan bangga atas pencapaian burung andalannya serta mengapresiasi tinggi pengelolaan event oleh Polres Probolinggo.

    ‎​”Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan senang sekali. Terima kasih banyak atas terselenggaranya Kapolres Cup Probolinggo 2026 ini. Lombanya tertib dan objektif. Semoga ke depan kegiatan seperti ini semakin sukses dan terus menjadi wadah positif bagi para kicau mania,” tutur Afif sumringah.

    ( Fabil )

  • Gara-Gara Uang Beras Puluhan Juta, Oknum Karyawan SPPG Karanggeger 1 Bakal Dilaporkan ke Polres Probolinggo

    PROBOLINGGO, Kabarbromo66.com – Kasus dugaan penggelapan uang hasil penjualan beras kembali mencuat di wilayah Kabupaten Probolinggo. Seorang warga Desa Karanggeger, Kecamatan Pajarakan, bernama Isnawatun, mengaku menjadi korban penipuan setelah puluhan sak beras miliknya yang sudah dibayar oleh pihak SPPG dibawa kabur oleh terduga pelaku berinisial S, dengan kerugian mencapai Rp23.250.000.

    ‎​Kasus ini kini menggelinding ke ranah hukum setelah upaya mediasi yang difasilitasi oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Karanggeger pada Senin (8/6/2026) berakhir buntu akibat ketidakhadiran terduga pelaku.

    ‎​Menurut Isnawatun, persoalan ini bermula ketika S memesan beras dalam jumlah besar kepada dirinya. Total ada 62 sak beras yang telah diserahkan secara bertahap kepada terduga pelaku. Namun, hak pembayaran yang diterimanya jauh dari kesepakatan.

    ‎​”Total beras yang saya kirim nilainya sekitar Rp23.250.000. Awalnya dibayar Rp7 juta, tetapi sisanya yang belasan juta rupiah itu hingga sekarang belum juga dibayarkan,” ujar Isnawatun dengan nada kecewa saat ditemui wartawan di Kantor Desa Karanggeger.

    ‎​Isnawatun mengaku sudah berulang kali mendatangi rumah S untuk menagih sisa pembayaran. Alih-alih mendapatkan haknya, ia justru kerap mendapati S menghindar tanpa ada itikad baik untuk menyelesaikan persoalan.

    ‎​Bahkan, alasan yang dilontarkan terduga pelaku sempat berubah-ubah. “Awalnya dia beralasan uangnya hilang karena menjadi korban pembegalan di jalan. Tapi belakangan, alasannya berubah lagi. Saya hanya ingin hak saya dikembalikan. Jika tidak ada penyelesaian dalam waktu dekat, saya akan menempuh jalur hukum,” tegasnya.

    ‎​Merespons aduan warganya yang berlarut-larut, Kepala Desa Karanggeger, Bawon Santoso, menyatakan bahwa pihak pemdes telah berupaya mengambil langkah persuasif guna memediasi kedua belah pihak. Sayangnya, ikhtiar tersebut terganjal sikap tidak kooperatif dari terduga pelaku.

    ‎​”Kami selalu menindaklanjuti setiap laporan warga. Kami bahkan sudah beberapa kali mendatangi rumah yang bersangkutan (S) secara langsung, tetapi tidak pernah berhasil bertemu. Karena itu, hari ini kami undang resmi seluruh pihak terkait untuk mediasi di kantor desa pukul 09.00 WIB,” terang Bawon.

    ‎​Namun, hingga satu jam lebih dari waktu yang dijadwalkan, kursi terduga pelaku tetap kosong. S mangkir dari panggilan pihak desa tanpa alasan yang jelas.

    ‎​Lantaran mediasi gagal, tim media bersama korban langsung melakukan konfirmasi ke SPPG Karanggeger 1, instansi yang sempat terseret dalam alur informasi kasus ini.

    ‎​Kepala SPPG Karanggeger, Dwi, yang didampingi oleh mitranya, H. Rismila, menegaskan secara hukum bahwa institusinya sama sekali tidak memiliki sangkut paut dengan urusan utang-piutang antara korban dan terduga pelaku.

    ‎​Dwi menjamin seluruh transaksi pembelian komoditas di lembaganya telah selesai secara administratif dan dibayar tunai sesuai prosedur.

    ‎​”Urusan saya hanya meng-ACC pembayaran. Di internal kami, semua bukti pembayaran sah dan sudah klir. Kami tidak pernah memiliki utang kepada pihak mana pun terkait transaksi tersebut,” tegas Dwi.

    ‎​Di tempat yang sama, H. Rismila mengungkapkan bahwa dirinya sempat mencoba mengonfirmasi langsung kepada S mengenai isu pembegalan uang senilai Rp23,2 juta yang sempat diembuskan pelaku.

    ‎​”Saya tanya langsung ke dia (S), apakah benar uang itu dibegal? Saya bahkan menawarkan pendampingan untuk melapor ke kepala desa atau kepolisian agar diusut. Tapi saat itu dia langsung mengaku kalau tidak dibegal dan keterangannya mulai berubah-ubah,” beber Rismila.

    ‎​Rismila menambahkan, pihaknya sempat berupaya membantu mencarikan jalan keluar secara kekeluargaan, namun respons dari pihak S tetap tidak menunjukkan kejelasan.

    ‎​Hingga berita ini diturunkan, terduga pelaku berinisial S belum memberikan keterangan resmi maupun klarifikasi mengenai tuduhan penggelapan uang yang dialamatkan kepadanya. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan hak koreksi bagi yang bersangkutan sesuai dengan amanat Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

    ‎​Karena ruang mediasi yang disediakan pemerintah desa diabaikan oleh terduga pelaku, Isnawatun menyatakan tidak akan tinggal diam. Isnawatun berencana mendatangi Mapolres Probolinggo untuk membuat laporan polisi resmi terkait dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan. ( Fabil )

  • Jalin Kedekatan dengan Masyarakat, Polres Probolinggo Gelar Lomba Mancing Hari Bhayangkara ke-80

    PROBOLINGGO, Kabarbromo66.com – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Kepolisian Resor (Polres) Probolinggo menggelar perlombaan “Mancing Mania” di RM Handayani, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Minggu (07/06/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu sarana strategis dalam memperkuat kedekatan antara aparat kepolisian dan warga.

    ‎​Acara dibuka secara resmi oleh Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif. Turut hadir mendampingi di antaranya Wakapolres Probolinggo, Kasat Lantas Polres Probolinggo, Danyon TP Kabupaten Probolinggo, Kepala Cabang Bank Jatim, serta pemilik RM Handayani.

    ‎​Dalam sambutannya, AKBP M. Wahyudin Latif menyampaikan bahwa lomba mancing ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Bhayangkara ke-80. Selain menyajikan hiburan dan sarana rekreasi bagi masyarakat, agenda ini ditujukan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun sinergitas yang kokoh antara Polri dan warga.

    ‎​“Melalui kegiatan yang positif dan humanis seperti ini, kami berharap hubungan antara Polri dan masyarakat dapat semakin erat. Dengan begitu, situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Kabupaten Probolinggo dapat terus terjaga,” ujar Kapolres.

    ‎​Di samping itu, AKBP Latif juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta, kepanitiaan, serta jajaran stakeholder yang telah mendukung penuh kelancaran acara.

    ‎​“Terima kasih kepada seluruh peserta dan mitra kerja yang telah berpartisipasi. Semoga kebersamaan ini dapat terus dirawat secara berkelanjutan guna meningkatkan kemitraan dan memperkuat komunikasi antara Polri dan masyarakat,” tambahnya.

    ‎​Sepanjang perlombaan, suasana penuh keakraban tampak begitu kental. Para peserta dari berbagai kalangan tampak antusias melemparkan joran sembari menikmati momen kebersamaan yang santai bersama jajaran aparat kepolisian. Aktivitas ini merepresentasikan komitmen Polres Probolinggo dalam menghadirkan pelayanan yang humanis, inklusif, dan menyentuh langsung kehidupan sosial masyarakat.

    ‎​Memasuki penghujung acara, panitia mengumumkan daftar pemenang berdasarkan hasil timbangan bobot ikan terberat yang berhasil ditangkap.

    ‎​Berikut adalah daftar pemenang Lomba Mancing Mania Hari Bhayangkara ke-80 Polres Probolinggo.

    ‎​Juara 1: Bapak Taufik (Lapak 70) dengan bobot tangkapan 730 gram.

    ‎​Juara 2 : Bapak Sugi (Lapak 53) dengan bobot tangkapan 685 gram.

    ‎​Juara 3 : Bapak Kiki (Lapak 03) dengan bobot tangkapan 680 gram.

    ‎​Suksesnya penyelenggaraan acara ini diharapkan mampu menjadi momentum penting pada Hari Bhayangkara ke-80, utamanya dalam mengokohkan semangat gotong royong dan kemitraan dalam menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah Kabupaten Probolinggo. ( Fabil )

  • Polisi Sudah On the Track, Kuasa Hukum Desak Polsek Pakuniran Segera Tetapkan Tersangka

    Polisi Sudah On the Track, Kuasa Hukum Desak Polsek Pakuniran Segera Tetapkan Tersangka

    PROBOLINGGO, kabarbromo66.com – Penanganan kasus dugaan penipuan yang dilaporkan Abd. Rahim alias Rohim kini memasuki tahap krusial. Kuasa hukum pelapor, Khofy alQuthfby, S.H., M.H., mengapresiasi langkah penyidik Polsek Pakuniran yang telah menaikkan status perkara ke tahap penyidikan. Namun, ia juga mendesak agar proses hukum segera ditindaklanjuti dengan penetapan tersangka.

    Khofy alQuthfby menilai penyidik Polsek Pakuniran telah menunjukkan keseriusan dalam menangani perkara tersebut. Hal itu terlihat dari serangkaian tindakan penyidikan yang telah dilakukan, termasuk pemeriksaan sejumlah saksi dan pengumpulan alat bukti.

    “Kami mengapresiasi kerja keras penyidik Polsek Pakuniran. Mereka telah menunjukkan dedikasi dalam mengumpulkan bukti-bukti penting, mulai dari pemeriksaan saksi-saksi hingga pengamanan dokumen dan barang bukti yang relevan,” ujar Khofy, Rabu (4/5/2026).

    Sejumlah saksi yang telah dimintai keterangan antara lain Syaiyadi, Sa’adah, Andri Putra Harvanto, Maryanto, dan Moh. Anggil Diman Huri. Selain itu, penyidik juga telah mengamankan bukti berupa kuitansi gadai mobil Honda BR-V serta video pernyataan MPA alias Pepen.

    “Upaya penyidik dalam membangun konstruksi perkara sudah berjalan dengan baik dan berada di jalur yang tepat (on the track),” tambahnya.

    Bukti Dinilai Sudah Cukup Terang

    Meski memberikan apresiasi, Khofy menegaskan bahwa langkah berikutnya harus segera diambil. Berdasarkan perkembangan perkara yang tertuang dalam SP2HP Nomor 5/V/2026/Reskrim tertanggal 26 Mei 2026, pihaknya menilai unsur-unsur dugaan tindak pidana telah semakin jelas.

    “Penyidik telah bekerja keras membangun fondasi perkara ini. Karena itu, kami berharap langkah tegas berikutnya segera dilakukan dengan menetapkan tersangka apabila alat bukti yang dimiliki telah memenuhi ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

    Pihak pelapor berharap komitmen yang telah disampaikan Polsek Pakuniran dapat diwujudkan melalui langkah-langkah konkret sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sehingga penanganan perkara tidak berlarut-larut dan memberikan rasa keadilan bagi semua pihak. (Redaksi/Fab)

     

  • Yadnya Kasada 2026: Kapolres Probolinggo Terima Anugerah Warga Kehormatan Suku Tengger

    PROBOLINGGO, Kabarbromo66.com – Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti Pendopo Agung Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, pada Minggu malam (31/5/2026). Dalam rangkaian perayaan Hari Raya Yadnya Kasada 2026, masyarakat adat Suku Tengger secara resmi mengukuhkan sejumlah pejabat tinggi daerah sebagai Warga Kehormatan Suku Tengger.

    ‎​Prosesi sakral ini dihadiri langsung oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Probolinggo, Forkopimka Sukapura, para dukun pandita (tokoh adat), tokoh agama, serta ratusan warga masyarakat eksotis lereng Bromo.

    ‎​Adapun jajaran pejabat yang menerima anugerah kehormatan sebagai Sesepuh/Warga Kehormatan Suku Tengger tahun ini antara lain ​AKBP M. Wahyudin Latif (Kapolres Probolinggo), ​AKBP Rico Yumasri (Kapolres Probolinggo Kota), Mohamad Anggidigdo (Kajari Kabupaten Probolinggo), ​Letkol Inf Ribut Yudo Aprianto (Dandim 0820 Probolinggo), Letkol Inf Faishal Reza (Danyon TP 836 Brahma Yodha).

    ‎​Mewakili para pejabat yang dilantik, Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif menyampaikan rasa terimakasih , haru, dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada masyarakat kebudayaan Tengger atas kepercayaan besar yang didelegasikan kepada mereka. Bagi AKBP Latif, Yadnya Kasada bukan sekadar ritual tahunan, melainkan mahakarya harmonisasi kehidupan yang luar biasa.

    ‎​”Pengukuhan sebagai warga kehormatan Sesepuh Tengger ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus amanah yang sangat besar bagi kami. Gelar ini melekatkan tanggung jawab moral yang lebih untuk ikut menjaga, melindungi, dan mendukung masyarakat Suku Tengger agar adat serta budaya warisan leluhur ini tetap lestari hingga anak cucu nanti,” ungkap AKBP Latif.

    ‎​Ia juga menyerukan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam menjaga ekosistem kebudayaan serta keasrian kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

    ‎​Sementara itu, Bupati Probolinggo, Mohammad Haris yang akrab disapa Gus Haris dalam sambutannya menekankan bahwa Yadnya Kasada adalah pilar kekayaan budaya bangsa yang wajib dipertahankan eksistensinya.

    ‎​Gus Haris juga memberikan catatan khusus mengenai momentum Kasada tahun ini yang dinilai sangat istimewa karena menjadi simbol indahnya toleransi di Indonesia.

    ‎​”Penting bagi kita semua untuk terus merawat nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Terlebih, perayaan Yadnya Kasada tahun ini berlangsung berdekatan dengan Hari Raya Idul Adha dan Hari Raya Waisak. Ini adalah potret nyata indahnya kebersamaan dalam keberagaman di Kabupaten Probolinggo,” tutur Gus Haris.

    ‎​Acara Malam Resepsi ini ditutup dengan ramah tamah dan doa bersama untuk keselamatan, kemakmuran, serta kedamaian masyarakat di bumi Tengger. ( Fabil )

  • Yadnya Kasada 2026: Polres Probolinggo Siagakan Puluhan Personel Amankan Prosesi Sakral di Gunung Bromo

    PROBOLINGGO, Kabarbromo66.com – Kepolisian Resor (Polres) Probolinggo mengerahkan puluhan personel untuk mengawal dan mengamankan jalannya Upacara Ritual Yadnya Kasada Tahun 2026 di kawasan Gunung Bromo. Pengamanan ketat ini dilakukan guna menjamin kekhusyukan dan kelancaran ritual adat tahunan masyarakat suku Tengger tersebut.

    ‎​Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif, menuturkan bahwa seluruh personel telah disiagakan di sejumlah titik strategis mulai Minggu (31/5/2026) hingga Senin (1/6/2026). Rangkaian upacara adat ini berpusat di Pura Luhur Poten dan Kawah Gunung Bromo, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

    ‎​”Kami menerjunkan sedikitnya 92 personel yang disebar untuk pengamanan jalur, pengamanan lokasi inti seperti tempat pengukuhan, lautan pasir, Pura Luhur Poten, dan area kawah tempat labuh sesaji serta pengawalan tamu VVIP,” ujar AKBP Latif pada Sabtu (30/5/2026).

    ‎​Guna memastikan kelancaran acara, Polres Probolinggo menerapkan strategi pengamanan berlapis dengan bersinergi erat bersama lintas sektor terkait, mulai dari TNI, instansi pemerintah daerah, hingga jajaran tokoh adat setempat. Pola pengamanan ini dibagi menjadi dua skema, yakni pengamanan terbuka melalui penempatan personel berseragam dinas di jalur utama dan titik keramaian demi mengatur mobilitas warga Tengger, serta pengamanan tertutup oleh personel intelijen dan reserse yang memantau situasi kamtibmas secara senyap.

    ‎​Demi menjaga kesucian dan kekhusyukan ritual, Kapolres Probolinggo juga mengeluarkan maklumat tegas yang melarang keras penggunaan kendaraan berknalpot brong, menyalakan petasan, maupun membunyikan sound system secara berlebihan. Selain itu, seluruh pengunjung dan umat yang hadir diwajibkan untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

    ‎​”Mari kita hormati tradisi sakral masyarakat Tengger ini dengan bersama-sama menjaga situasi tetap aman, damai, dan kondusif,” tegas AKBP Latif.

    ‎​Yadnya Kasada merupakan ritual suci turun-temurun suku Tengger sebagai wujud rasa syukur kepada Sang Hyang Widhi Wasa dan penghormatan kepada leluhur (Roro Anteng dan Joko Seger).

    ‎​Rangkaian upacara tahun ini diawali dengan prosesi Semeninga/Wiwit, dilanjutkan dengan Mendak Tirta (pengambilan air suci) dan Atur Suguh. Selanjutnya, umat Hindu Tengger akan melaksanakan Pawedalan di Pura Luhur Poten serta Malam Resepsi di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

    ‎​Puncak ritual berupa prosesi Labuh Sesaji (melarung hasil bumi) ke dalam Kawah Gunung Bromo yang dijadwalki berlangsung pada Senin (1/6/2026) dini hari.

    ‎​Sebagai informasi tambahan, untuk mendukung kelancaran total ritual adat ini, Balai Besar TNBTS telah menutup total kawasan wisata Gunung Bromo bagi wisatawan umum mulai 30 Mei hingga 2 Juni 2026. Kawasan Bromo saat ini hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang berkepentingan ritual. ( Fabil )