
Probolinggo, KabarBromo66.com – Bukan ceramah agama atau pelajaran fikih, laboratorium komputer SMA Zainul Hasan 1 Genggong, pada Senin (4/8/2025), berubah menjadi seperti studio kreatif. Ratusan santri tampak duduk rapi, mendengarkan dan menyimak secara saksama, sementara di kursi paling depan, duduk seorang pria dengan komputer utama: Mas Aan Altamis, praktisi konten digital yang dikenal aktif di berbagai platform media sosial.
Kehadirannya bukan tanpa alasan. Ia didatangkan khusus oleh pihak sekolah dalam program ekstrakurikuler bertajuk Content Creator. Materi yang disajikan pun bukan materi biasa, melainkan seputar dunia yang kini menjadi pusat perhatian generasi muda: media sosial dan konten digital.
Dalam sesi yang berlangsung intens sejak pagi, Mas Aan memaparkan berbagai materi, mulai dari pengelolaan akun media sosial, penentuan genre niche konten, hingga teknik menulis naskah. Tak hanya itu, ia juga memperkenalkan konsep hook, yakni teknik membuka video agar penonton tertarik dalam tiga detik pertama.
Selain itu, para peserta juga dikenalkan pada dasar-dasar public speaking, teknik videografi, pencahayaan (lighting), serta kualitas audio sebagai elemen penting dalam produksi konten.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para santri. Banyak di antara mereka mengaku termotivasi untuk mulai membuat konten bernilai edukatif.
Pihak sekolah menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari visi pendidikan digital yang inklusif. Diharapkan, santri-santri SMA ZAHA 1 Genggong Genggong dapat menjadi agen perubahan positif di dunia maya, memanfaatkan platform media sosial untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan dan keilmuan.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Muhammad Syifauddin, yang akrab disapa Mr. Bogel, turut mengapresiasi antusiasme para santri dalam mengikuti kegiatan tersebut.
“Ini adalah langkah awal untuk mengenalkan santri pada dunia kreatif digital secara bertanggung jawab. Harapan kami, mereka tidak hanya bisa membuat konten, tetapi juga menyampaikan nilai dakwah yang menyejukkan,” ungkap Mr. Bogel.
Ia berharap program ini dapat menjadi agenda rutin tahunan yang membuka lebih banyak peluang kreatif bagi para santri.
“Kalau bisa, ke depan akan ada praktik langsung yang lebih intensif, agar skill mereka semakin terasah,” tutup Mr. Bogel.
Tidak ada komentar