x

Nasim Khan Salurkan Hewan Kurban ke Masjid An-Nur Situbondo: Simbol Sinergi dan Kepedulian Umat

waktu baca 2 menit
Kamis, 7 Mei 2026 03:45 0 103 Redaksi Satu

SITUBONDO, kabarbromo66.com – Masjid An-Nur yang terletak di jantung Kota Situbondo bukan sekadar bangunan fisik. Sejak didirikan pada tahun 1963 oleh Almarhum Syaikh Abdurrohman Ba’adil, masjid ini telah menjadi saksi bisu perjalanan spiritual, pusat peradaban, dan tempat lahirnya solidaritas sosial di tengah masyarakat.

​Menjaga marwah sejarah tersebut, Masjid An-Nur kini memasuki babak baru di bawah kepemimpinan takmir Muhammad Hamdun. Semangat pembenahan dan sinergi terus digalakkan untuk menjadikan masjid sebagai episentrum gerakan sosial dan pendidikan yang relevan dengan tantangan zaman.

Pertemuan Nilai dan Kebangsaan

​Momentum penguatan peran masjid ini semakin terasa pada Rabu, 6 Mei 2026. Tokoh nasional sekaligus anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan, hadir langsung di Masjid An-Nur. Kehadiran beliau disambut hangat oleh keluarga besar pendiri masjid, di antaranya Ali Ba’adil (putra bungsu Almarhum Syaikh Abdul Khadir Ba’adil) dan Wahid Hasyim, S.H., M.H. (cucu Almarhum Syaikh Abdul Khadir Ba’adil).

​Kunjungan ini bukan sekadar formalitas pejabat publik, melainkan sebuah “pertemuan nilai” untuk menyambung lidah perjuangan para ulama terdahulu seperti Syaikh Umar Darihem dan Bapak Nawir dalam memakmurkan rumah Allah.

Kurban Perdana: Menebar Manfaat Nyata

​Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap syiar Islam dan agenda sosial, Nasim Khan menyerahkan bantuan hewan kurban berupa kambing dalam rangka menyongsong Idul Adha 1447 Hijriah.

​”Bantuan ini adalah cerminan keikhlasan dan komitmen kita bersama untuk memuliakan masjid. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (Khairunnas Anfa’uhum Linnas). Semoga ini menjadi pemantik semangat gotong royong bagi kita semua,” ujar Nasim Khan di sela diskusi keumatan usai shalat berjamaah.

Masjid sebagai Pilar Moral

​Dalam diskusi yang berlangsung penuh kekeluargaan tersebut, ditegaskan bahwa masjid harus menjadi pelopor gerakan kemanusiaan dan ruang rekonsiliasi sosial. Pengurus Takmir dan Nasim Khan bersepakat bahwa kemakmuran masjid tidak hanya diukur dari megahnya arsitektur, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat sekitar.

​Wahid Hasyim, S.H., M.H., menambahkan bahwa kehadiran tokoh seperti Nasim Khan memberikan energi positif bagi keberlanjutan nilai perjuangan lintas generasi di Masjid An-Nur.

​Dengan adanya sinergi antara ulama, tokoh masyarakat, dan wakil rakyat, Masjid An-Nur diharapkan terus menjadi cahaya peradaban yang menyejukkan, menjadi tempat pulang bagi hati yang mencari ketenangan, sekaligus menjadi mesin penggerak kesejahteraan umat di Situbondo. (Redaksi)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x