x

Hiace Rombongan Wisman Kecelakaan Beruntun di Jalur Bromo, Diduga Akibat Rem Blong!

waktu baca 3 menit
Sabtu, 9 Mei 2026 13:32 0 29 Redaksi Satu

PROBOLINGGO, Kabarbromo66.com – Kecelakaan beruntun hebat terjadi di jalur wisata Gunung Bromo, tepatnya di Jalan Raya Bromo, Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (9/5/2026) siang sekitar pukul 11.30 WIB. Insiden ini melibatkan empat kendaraan dan diduga kuat dipicu oleh kegagalan sistem pengereman (rem blong) pada minibus pengangkut wisatawan mancanegara.

‎​Peristiwa bermula saat Toyota Hiace bernopol BE 7013 AQ yang dikemudikan oleh Angga (39), melaju turun dari arah puncak Bromo. Memasuki medan jalan menurun tajam, minibus tersebut kehilangan kendali. Hiace meluncur deras dan menghantam bagian belakang Toyota Rush berplat L 1965 WD yang melaju searah.

‎​Benturan keras itu menyebabkan minibus oleng ke jalur berlawanan. Pada saat bersamaan, muncul mobil Renault bernopol D 1785 NH dari arah bawah. Tabrakan hebat tak terhindarkan hingga menyebabkan mobil Renault tersebut terguling. Laju minibus maut itu baru benar-benar terhenti setelah menghantam sebuah tiang listrik di pertigaan Desa Ngadas hingga patah.

‎​Mobil Renault yang terguling tersebut diketahui dikendarai oleh AKP Putra Adi Fajar Winarsa, mantan Kasat Reskrim Polres Probolinggo, yang tengah melakukan perjalanan liburan bersama keluarga.

‎​”Benar, kami sekeluarga sedang dalam perjalanan menuju Bromo untuk berlibur. Namun di lokasi, tiba-tiba ada kendaraan dari arah atas yang hilang kendali dan langsung menabrak kami,” ujar AKP Fajar saat dikonfirmasi.

‎​Meski kendaraan sempat terguling, AKP Fajar bersama istri dan anaknya dilaporkan selamat dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Ar-Rozy, Kota Probolinggo.

‎​Selain keluarga AKP Fajar, enam orang penumpang minibus yang merupakan warga negara asing (WNA) asal Singapura juga mengalami luka-luka. Berikut adalah identitas para korban wisman tersebut, Salimah Binte Shaik Jamal, ​Hafidzah Binte Ithnin, ​Tan Ai Ling, ​Ng Chew Lan, ​Nola Binte Mansjur, ​Cheang Wei Ting.

‎​Berdasarkan penyelidikan awal Satlantas Polres Probolinggo, pengemudi minibus, Angga (39), asal Tabanan, Bali, ternyata tidak dapat menunjukkan identitas resmi berupa KTP maupun Surat Izin Mengemudi (SIM).

‎​Terungkap pula bahwa Angga merupakan sopir pengganti. Sopir utama, Yopie (36), mengaku menyerahkan kemudi kepada Angga sesaat sebelum kejadian karena merasa kelelahan. Diduga, Angga tidak menguasai medan ekstrem pegunungan Bromo yang memicu terjadinya overheat pada sistem pengereman.

‎​”Saya minta diganti Angga karena lelah. Tak lama setelah ganti posisi, mobil mengalami rem blong sekitar 300 meter dengan kecepatan kurang lebih 75 km/jam sebelum akhirnya menabrak,” ungkap Yopie.

‎​Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, Aipda Aditya Wikrama, menyatakan pihaknya masih melakukan pendataan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.

‎​”Polisi masih melakukan pendataan dan olah TKP. Untuk total kerugian materiil akibat kerusakan empat kendaraan dan fasilitas umum saat ini masih dalam proses penghitungan,” tutup Aipda Aditya.

‎​Pihak kepolisian kembali memberikan imbauan keras kepada para penyedia jasa transportasi wisata dan pengguna jalan untuk selalu memastikan kelaikan kendaraan dan kesiapan fisik pengemudi, terutama saat melintasi jalur pegunungan yang rawan kecelakaan. ( Fbl )

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x