x

Gema Aksi Santri di Panggung OASIS MADITA ZAHA 2025: “Mondok Itu Keren” Bukan Sekadar Slogan

waktu baca 3 menit
Minggu, 13 Jul 2025 07:34 0 157 Redaksi Satu

PROBOLINGGO, KabarBromo.com – Malam baru saja turun saat halaman depan Pondok D.E SMP PZH Genggong mulai disulap menjadi panggung seni. Ratusan santri telah berkumpul sejak selepas Isya, Sabtu malam, 12 Juli 2025. Mereka datang bukan sekadar menonton. Mereka hadir sebagai bagian dari sejarah yang berulang setiap tahunnya: Lomba Aksi Santri (OASIS), persembahan OSIM Madrasah Diniyah Ta’limiyah (MADITA) Zainul Hasan Genggong.

Dengan tema “Junjung Prestasi, Wujudkan Kemenangan Bersama”, OASIS 2025 bukan hanya tentang siapa yang menang atau kalah. Di atas panggung, lantunan tartil Al-Qur’an dan Nasyid Kitab Safinatun Najah bergantian dengan teaterikal puisi berjudul “Santri Baru Mondok, Mondok Itu Keren.” Tepuk tangan menggelegar setiap kali santri tampil, menyatukan semangat ukhuwah dan cinta ilmu yang tumbuh di lingkungan pesantren.

Di balik keberhasilan gelaran ini, ada sosok Ustaz Bogel, panitia yang tak henti mendorong para santri untuk melampaui batas kemampuan mereka.

“Lomba Aksi Santri ini adalah kegiatan tahunan MADITA yang berjalan dengan lancar dan khidmat. Tujuannya untuk mengasah kemampuan santri dalam membaca Al-Qur’an, nasyid nadzhom kitab Safinatun Najah, dan teaterikal puisi. Ini bekal penting bagi mereka saat kembali ke tengah masyarakat nanti,” ujarnya, dengan mata berbinar penuh bangga.

Ia mengungkapkan bahwa lomba ini rutin digelar setiap semester ganjil dan genap sebagai ajang pembinaan akhlak, kreativitas, dan solidaritas antarsantri.

“Yang juara, jangan terlalu bangga. Tapi banggalah karena kekompakan, usaha keras, dan ketelatenan kalian sampai di titik itu. Dan yang belum juara, ini bukan akhir. Ini baru awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan sukses di masa depan,” lanjutnya, memberi motivasi kepada seluruh peserta.

Deretan Juara OASIS MADITA Genggong 2025, Santri Takhassus Mendominasi Panggung Prestasi

Di tingkat SMP, dominasi ditunjukkan oleh kelas 1 Takhassus yang berhasil menyapu bersih sejumlah kategori lomba.

Untuk Lomba Tartil Al-Qur’an, juara pertama diraih oleh kelas 2 Takhassus, disusul kelas 1 Takhassus di posisi kedua.

Dalam Lomba Nasyid Nadzhom Safinah, giliran kelas 1 Takhassus unjuk gigi sebagai juara pertama, diikuti kelas 2 Takhassus.

Pada kategori Teaterikal Puisi bertajuk “Santri Baru Mondok, Mondok Itu Keren”, panggung dikuasai oleh kelas 1 Takhassus sebagai juara pertama, dan kelas 2A SMP sebagai juara kedua.

Konsistensi ini menjadikan kelas 1 Takhassus berhak menyandang gelar Juara Umum SMP.

Sementara itu, di tingkat SMA, persaingan tak kalah ketat. Kelas 1 SMA tampil sebagai bintang baru, merebut Juara I Tartil Al-Qur’an dan Juara I Teaterikal Puisi.

Di kategori puisi ini, mereka bersaing ketat dengan kelas 2 SMA yang meraih posisi kedua.

Untuk Lomba Nasyid Nadzhom Safinah, kelas 4 SMA membuktikan kematangannya dengan menyabet juara pertama, sedangkan kelas 2 SMA kembali berada di posisi kedua.

Berkat pencapaian gemilang tersebut, kelas 1 SMA berhasil dinobatkan sebagai Juara Umum SMA.

Saat acara ditutup pada Ahad malam, bukan hanya hadiah yang didapat. Para santri membawa serta rasa bangga, kepercayaan diri, dan semangat baru. Di atas panggung sederhana itu, mereka belajar bahwa mondok bukan sekadar menimba ilmu, tetapi juga menapaki jalan prestasi yang menyatukan iman, intelektualitas, dan solidaritas.

📍 Laporan: Jhon Qudsi

📸 Foto: Dokumentasi Jhon Qudsi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x