x

Akan Ada Mutasi Eselon II di Pemkab Probolinggo, Sekda Ugas Tetap “Bertahan” ?  

waktu baca 2 menit
Sabtu, 18 Okt 2025 22:37 0 274 Redaksi Satu

Probolinggo, kabarbromo66.com – Suhu politik birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo kembali menghangat. Di tengah isu perombakan besar-besaran pejabat eselon II, jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) yang dijabat Ugas Irwanto, tak lepas dari diskusi publik. Tetap bertahan atau justru terseret arus mutasi?.

Ketegangan birokrasi ini mencuat setelah beredarnya undangan resmi acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) yang ditandatangani langsung oleh Sekda atas nama Bupati Probolinggo, bernomor: 400.14.1.1/293/426.51/2025, tertanggal 18 Oktober 2025. Dalam undangan tertulis pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan akan dilaksanakan pada Senin, 20 Oktober 2025, di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa, pukul 08.30 Wib.

Ketua Laskar Advokasi Siliwangi, Syaiful Bahri berpendapat, mutasi atau rotasi jabatan merupakan hak prerogatif kepala daerah. Namun sepertinya, akan ada penataan ulang kekuatan birokrasi di Pemkab Probolinggo. Bukan hanya karena pergeseran posisi yang dinilai strategis, tetapi juga karena sejumlah nama besar di lingkaran pemerintahan daerah kemungkinan akan diganti.

“Beberapa posisi strategis sepertinya akan digeser. Terutama yang dianggap tidak sejalan dengan arah kebijakan pimpinan baru. Sekda memang menandatangani undangan, tapi belum tentu posisinya aman. Dalam birokrasi, yang tampak mengendalikan belum tentu tidak dikendalikan,” tegasnya, pada Sabtu (18/10/2025).

Ia melanjutkan, jabatan eselon II di pemerintah daerah merupakan posisi puncak di perangkat daerah. Sekda sendiri termasuk pejabat eselon II. Dalam struktur birokrasi, Sekda memiliki peran sentral, menjadi penghubung utama antara kepala daerah dengan seluruh perangkat organisasi pemerintah.

“Langkah mutasi ini menimbulkan berbagai tafsir. Ada yang menyebut sebagai langkah penyegaran organisasi, namun tak sedikit pula yang menilainya sebagai “pembersihan politik” terhadap beberapa pihak yang dianggap kurang loyal pada kepemimpinan saat ini. Terlepas dari penilaian itu, saya berharap agar mutasi saat ini menitikberatkan pada meritokrasi,” pungkasnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x