x

Santai Menikmati Kopi sambil Lihat Ikan: Lukman Utomo: “Budidaya Ikan Punya Nilai Tersendiri”

waktu baca 2 menit
Jumat, 5 Des 2025 02:58 0 132 Redaksi Satu

 

 

 

Pajarakan, Jawa Timur — Saat secangkir kopi hangat menemani pagi atau sore, pemandangan gemericik air dan ikan-ikan yang berenang di kolam bisa menjadi pelipur lara. Bagi Lukman Utomo, Camat dari LSM Lira Pajarakan, kegiatan budidaya ikan tak sekadar soal produksi — melainkan juga sarana penyembuhan jiwa.

Menurut Lukman, ketika hati terasa sumpek, melihat ikan berenang santai di kolam — ditambah aroma kopi — bisa memberi ketenangan tersendiri. “Ada nilai tersendiri jika budidaya ikan,” ujarnya. Bagi dia, kolam ikan bukan hanya ladang ekonomi, tetapi juga ruang refleksi dan pelepas stres. Jum’at, 5/12/2025.

 

Peluang Ekonomi dan Kemandirian Pangan

Budidaya ikan — baik ikan konsumsi maupun ikan hias — telah banyak diakui sebagai solusi bagi masyarakat untuk memperoleh sumber protein sekaligus mengurangi ketergantungan pada konsumsi ikan laut.

Tidak sedikit komunitas maupun kelompok warga yang telah memanfaatkan lahan sempit  pekarangan rumah, kolam kecil, atau kolam terpal  untuk memelihara ikan. Dengan teknik yang tepat dan pengelolaan yang baik, budidaya ikan bisa menjadi usaha sampingan yang menghasilkan sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Manfaat Sosial — Bukan Sekadar Ikan

Lebih dari sekadar produksi dan pendapatan, menurut Lukman, budidaya ikan juga bisa menjadi sarana “pelarian positif” ketika beban pikiran datang. Menyaksikan ikan-ikan bergerak pelan di dalam kolam — sambil menyeruput kopi — bisa memberi ruang rileks, introspeksi, atau sekadar menenangkan hati.

Hal ini menggarisbawahi bahwa kegiatan perikanan tidak selalu harus dimaknai dalam skema ekonomi semata: tetapi juga sebagai aktivitas yang bisa memperbaiki kualitas hidup — baik dari sisi fisik, ekonomi, maupun mental.

Harapan dari LSM dan Komunitas

Lukman berharap semangat ini bisa menular ke masyarakat luas — bahwa budidaya ikan bisa menjadi alternatif produktif, terutama di masa sulit. Selain itu, komunitas seperti LSM Lira Pajarakan siap mendorong warga untuk mencoba budidaya ikan: mulai dari teknik sederhana, pemilihan bibit, hingga manajemen kolam.

Dengan pendekatan yang ramah lingkungan dan penuh rasa kesabaran, budidaya ikan bisa menjadi jembatan antara kebutuhan ekonomi, ketenangan hati, dan kesejahteraan masyarakat.

 

 

Hery.

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x