x

Paving Bergelombang dan Drainase Terbuka, Warga Pertanyakan Pengawasan Proyek Alun-Alun Kraksaan ±Rp.4,6 M

waktu baca 2 menit
Kamis, 2 Apr 2026 01:32 0 48 Redaksi Satu

Bollard (tiang pembatas jalan)

PROBOLINGGO, kabarbromo66.com – Proyek rehabilitasi & revitalisasi Alun-Alun Kota Kraksaan kini tengah menjadi sorotan publik. Pagu sebesar ±Rp.4,6 miliar untuk penataan ruang publik tersebut dinilai warga tidak berbanding lurus dengan kualitas pekerjaan di lapangan, khususnya pada sisi timur alun-alun.

​Berdasarkan pantauan dan data rencana pengadaan, total Pagu sebesar ±Rp.4,6 miliar tersebut dialokasikan untuk pekerjaan konstruksi fisik (Pagu ±Rp.4,09 miliar), perencanaan dan masterplan (Pagu ±Rp.348,7 juta), serta pengawasan proyek (Pagu ±Rp.175,9 juta).

Saluran drainase berbentuk lubang terbuka

Namun, Ahmad, seorang warga Kecamatan Kraksaan, mengungkapkan adanya sejumlah titik yang dianggap tidak memenuhi standar kenyamanan dan keamanan. Ia menunjuk kondisi permukaan paving yang tidak rata serta saluran drainase di tepi jalur pedestrian yang masih terbuka tanpa penutup.

​“Harapan kami, dengan anggaran yang cukup besar, kualitas pekerjaan benar-benar sesuai standar sehingga aman digunakan masyarakat. Kondisi drainase yang terbuka ini juga berpotensi membahayakan pejalan kaki,” ungkap Ahmad.

Paving block terlihat bergelombang dan tidak rata

​Menanggapi keluhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Probolinggo menyatakan komitmennya untuk melakukan pembenahan. Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkim) Kabupaten Probolinggo, Agus Budianto, menegaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut.

​”Nanti diperbaiki, Mas,” ujar Agus singkat saat dikonfirmasi mengenai tindak lanjut teknis di lapangan pada Rabu (1/4/2026).

​Senada dengan hal itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, menyarankan agar masyarakat menyampaikan laporan teknis secara langsung kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar dapat segera ditangani.

​Di sisi lain, upaya koordinasi terus dilakukan untuk mendapatkan arahan kebijakan dari pimpinan daerah. Namun, hingga berita ini diturunkan, Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris ketika dikonfirmasi masih belum merespons permintaan keterangan terkait evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut.

​Warga berharap Pemkab Probolinggo memperbaiki kerusakan dan kekurangan volume pekerjaan sesuai dengan spesifikasi dalam dokumen kontrak. (Redaksi)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x