Kategori: pendidikan

  • PPLK UNZAH di SMA ZAHA 1 Genggong, Mr. Bogel Ajak Mahasiswa Hadapi Dunia Nyata Pendidikan

    PPLK UNZAH di SMA ZAHA 1 Genggong, Mr. Bogel Ajak Mahasiswa Hadapi Dunia Nyata Pendidikan

    Probolinggo, KabarBromo.com – Sebanyak enam mahasiswa Universitas Zainul Hasan (UNZAH) Genggong melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan Kependidikan (PPLK) di SMA Zainul Hasan 1 Genggong, Kecamatan Pajarakan. Kegiatan dimulai pada Sabtu (26/7/2025) dengan pengarahan langsung dari pihak sekolah.

    Mahasiswa tersebut terdiri atas dua mahasiswa dari jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, dua dari Pendidikan Bahasa Indonesia, satu dari Pendidikan Matematika, dan satu dari Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Mereka akan menjalani praktik mengajar dan pembelajaran di bawah bimbingan dosen pembina, Loviga Denny Pratama.

    Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Muhammad Syifauddin, M.Pd., yang akrab disapa Mr. Bogel, menyambut baik pelaksanaan PPLK ini dan berharap para mahasiswa dapat menjalani proses pembelajaran secara maksimal.

    “Mahasiswa harus mampu mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di kampus, serta menjalin komunikasi yang baik dengan guru dan siswa,” ujarnya.

    Para mahasiswa PPLK akan didampingi oleh guru pamong, yakni Ilham Amin, S.Pd.; Muhammad Ghola, M.Pd.; Wahid Qomaruddin, S.Pd.; Laila Fitriyah, S.Si.; Aisyah Dinda Balqis, B.A.; Nurul Laily Syaadah, S.Hum.; dan Nailis Salamah, S.Pd.

    Mr. Bogel juga menyampaikan harapannya agar kegiatan PPLK ini tidak hanya menjadi rutinitas akademik, tetapi juga membentuk karakter dan memberikan pengalaman nyata bagi para mahasiswa.

    “Kami berharap mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga belajar memahami dinamika pendidikan di lapangan,” katanya.

    Program PPLK ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa minggu ke depan dan menjadi bagian penting dalam proses akademik mahasiswa sebelum mereka terjun ke dunia kerja sebagai pendidik.

  • Pagi di SMA ZAHA 1 Genggong Tak Pernah Biasa: Sholawat, Surah Tujuh, hingga Nadhom Safinatunnajah Warnai Hari Santri

    Pagi di SMA ZAHA 1 Genggong Tak Pernah Biasa: Sholawat, Surah Tujuh, hingga Nadhom Safinatunnajah Warnai Hari Santri

    Probolinggo, KabarBromo.com – Pagi baru saja menyapa halaman SMA Zainul Hasan 1 Genggong, Sabtu (26/7/2025), namun lantunan sholawat, zikir, dan ayat-ayat suci telah mengalun syahdu dari para santri. Tradisi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari pembentukan karakter yang telah melekat dalam denyut kehidupan pesantren.

    Setiap hari sebelum memulai pembelajaran, para santri mengikuti pembacaan sholawat Nabi, Asmaul Husna, serta Surah Tujuh sebutan untuk tujuh surat Al-Qur’an yang dibaca rutin, yakni As-Sajdah, Yasin, Ad-Dukhan, Ar-Rahman, Al-Waqi’ah, Al-Hadid, dan Al-Mulk.

    Selain itu, pembacaan nadhom Safinatunnajah karya Al-‘Arif Billah KH. Mohammad Hasan Genggong juga menjadi bagian dari kegiatan pagi. Nadhom tersebut berfungsi sebagai sarana penanaman nilai-nilai dasar fikih dan spiritualitas sejak dini kepada para santri.

    Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Muhammad Syifauddin, M.Pd., menyampaikan bahwa pembiasaan ini memiliki tujuan strategis dalam membentuk kepribadian santri.

    “Pertama, untuk membiasakan dan menghafal Surah Tujuh. Kedua, agar para santri menguasai nadhom Safinatunnajah dan Maulid Nabi. Ketiga, melatih hafalan Asmaul Husna. Semuanya ditujukan sebagai bekal spiritual dan akademik, terutama bagi santri baru yang sedang membentuk identitas keislamannya,” ujar Syifauddin.

    Kegiatan maulid sendiri dilaksanakan dua kali dalam sebulan, sebagai bentuk pembinaan ruhiyah dan penanaman cinta kepada Rasulullah SAW.

    Menurut para pendidik di lingkungan SMA ZAHA 1 Genggong, suasana pagi bukan hanya momentum awal belajar. Lebih dari itu, ia adalah waktu emas untuk menanamkan nilai, disiplin, dan kecintaan terhadap ilmu dan agama warisan spiritual yang terus dijaga dalam arus zaman.

  • “MAPEM adalah Pintu Awal”: Pesan Kuat dari MADITA ZAHA Genggong untuk Generasi Baru

    “MAPEM adalah Pintu Awal”: Pesan Kuat dari MADITA ZAHA Genggong untuk Generasi Baru

    Probolinggo, KabarBromo.com – Malam itu, Jumat (25/7/2025), suasana berbeda terasa menyelimuti halaman depan daerah E Pondok SMP Pesantren Zainul Hasan Genggong. Di bawah gemerlap lampu dan lantunan doa, ratusan santri baru duduk bersila secara khidmat menyambut fase awal pendidikan mereka. Suasana religius berpadu dengan harapan dan semangat baru. Malam itu menjadi saksi dimulainya kegiatan Masa Pengenalan Madrasah (MAPEM) di lingkungan Madrasah Diniyah Ta’lim (MADITA) Zainul Hasan Genggong.

    MAPEM merupakan agenda tahunan yang dirancang untuk membekali santri baru dengan pemahaman awal mengenai kehidupan madrasah dan tata kehidupan pesantren. Para santri diperkenalkan pada nilai-nilai dasar pendidikan Islam, kedisiplinan, serta pembiasaan adab dan akhlak yang menjadi fondasi utama pembelajaran di lingkungan pesantren.

    Kepala MADITA Zainul Hasan Genggong, KH. Muhammad Hasan Maulana, M.Pd, memimpin lembaga ini dengan pendekatan visioner dan pembinaan karakter. Bidang kurikulum dikoordinasikan oleh Sholehudin, M.Pd, yang berfokus pada integrasi ilmu agama dan ilmu umum. Sementara itu, pengembangan kepribadian santri menjadi tanggung jawab Wakil Kepala Kesiswaan, Ach. Rosuli Zaid, S.H., M.Pd.I. Bidang sarana prasarana dan hubungan masyarakat dikelola oleh Muhammad Syifauddin atau yang akrab dipanggil Ustadz Bogel.

    Dalam keterangannya, Ustadz Bogel selaku Wakil Kepala Sarpras dan Humas menjelaskan bahwa MAPEM bukan sekadar orientasi teknis, melainkan pembekalan mental dan spiritual sejak awal.

    “MAPEM adalah pintu awal untuk mengenalkan jati diri madrasah kepada santri baru. Harapannya, mereka siap lahir batin untuk menapaki proses pembelajaran dan pengembangan diri di lingkungan pesantren,” ujarnya.

    Selama kegiatan, para pengurus dan panitia mendampingi santri dalam berbagai sesi, mulai dari pengenalan lingkungan, pemaparan visi dan misi madrasah, hingga pembinaan motivasi. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tercermin dalam setiap sesi, mempererat hubungan awal antara santri, guru, dan lingkungan pesantren.

    Dengan dimulainya MAPEM ini, MADITA Zainul Hasan Genggong menaruh harapan besar kepada para santri baru agar kelak tumbuh menjadi generasi pembelajar yang unggul secara intelektual, matang secara spiritual, dan kuat secara moral.

  • Bukan Rapat Biasa, SMA Zaha 1 Genggong Bangun Sinergi Antar-Mapel demi Siswa

    Bukan Rapat Biasa, SMA Zaha 1 Genggong Bangun Sinergi Antar-Mapel demi Siswa

    Probolinggo, KabarBromo.com – Sambutan kepala sekolah menjadi pertanda dimulainya forum penting di Aula Barozain, Kamis (24/7/2025). Seluruh guru SMA Zainul Hasan 1 Genggong tampak serius menyimak. Bukan sekadar rapat biasa, pertemuan kali ini menjadi momentum strategis dalam menyiapkan capaian pembelajaran (CP) antarmata pelajaran untuk Tahun Ajaran 2025/2026.

    Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Muhammad Syifauddin, M.Pd., atau yang dikenal dengan sapaan Mr. Bogel, turut memberikan penjelasan teknis mengenai urgensi pemetaan tersebut.

    “Pemetaan CP ini adalah fondasi. Dari sini kita bisa pastikan proses pembelajaran berjalan sesuai arah Kurikulum Merdeka,” ungkap Mr. Bogel.

    Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun persepsi bersama antarpedidik agar capaian pembelajaran yang dirancang tidak hanya sesuai standar, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan siswa.

    “Dengan pemetaan yang tepat, guru dapat berkolaborasi lintas mapel. Ini akan memperkuat kompetensi siswa secara menyeluruh,” tambahnya.

    Mr. Bogel menyampaikan harapan agar hasil rapat dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk rencana kerja tim guru per mata pelajaran.

    “Semoga ini jadi langkah awal untuk penguatan mutu pembelajaran yang lebih merata dan terukur,” tutupnya.

    Rapat dinas ini menjadi bagian dari komitmen SMA Zaha 1 Genggong dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis kolaborasi dan perencanaan yang matang.

  • Gema Aksi Santri di Panggung OASIS MADITA ZAHA 2025: “Mondok Itu Keren” Bukan Sekadar Slogan

    Gema Aksi Santri di Panggung OASIS MADITA ZAHA 2025: “Mondok Itu Keren” Bukan Sekadar Slogan

    PROBOLINGGO, KabarBromo.com – Malam baru saja turun saat halaman depan Pondok D.E SMP PZH Genggong mulai disulap menjadi panggung seni. Ratusan santri telah berkumpul sejak selepas Isya, Sabtu malam, 12 Juli 2025. Mereka datang bukan sekadar menonton. Mereka hadir sebagai bagian dari sejarah yang berulang setiap tahunnya: Lomba Aksi Santri (OASIS), persembahan OSIM Madrasah Diniyah Ta’limiyah (MADITA) Zainul Hasan Genggong.

    Dengan tema “Junjung Prestasi, Wujudkan Kemenangan Bersama”, OASIS 2025 bukan hanya tentang siapa yang menang atau kalah. Di atas panggung, lantunan tartil Al-Qur’an dan Nasyid Kitab Safinatun Najah bergantian dengan teaterikal puisi berjudul “Santri Baru Mondok, Mondok Itu Keren.” Tepuk tangan menggelegar setiap kali santri tampil, menyatukan semangat ukhuwah dan cinta ilmu yang tumbuh di lingkungan pesantren.

    Di balik keberhasilan gelaran ini, ada sosok Ustaz Bogel, panitia yang tak henti mendorong para santri untuk melampaui batas kemampuan mereka.

    “Lomba Aksi Santri ini adalah kegiatan tahunan MADITA yang berjalan dengan lancar dan khidmat. Tujuannya untuk mengasah kemampuan santri dalam membaca Al-Qur’an, nasyid nadzhom kitab Safinatun Najah, dan teaterikal puisi. Ini bekal penting bagi mereka saat kembali ke tengah masyarakat nanti,” ujarnya, dengan mata berbinar penuh bangga.

    Ia mengungkapkan bahwa lomba ini rutin digelar setiap semester ganjil dan genap sebagai ajang pembinaan akhlak, kreativitas, dan solidaritas antarsantri.

    “Yang juara, jangan terlalu bangga. Tapi banggalah karena kekompakan, usaha keras, dan ketelatenan kalian sampai di titik itu. Dan yang belum juara, ini bukan akhir. Ini baru awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan sukses di masa depan,” lanjutnya, memberi motivasi kepada seluruh peserta.

    Deretan Juara OASIS MADITA Genggong 2025, Santri Takhassus Mendominasi Panggung Prestasi

    Di tingkat SMP, dominasi ditunjukkan oleh kelas 1 Takhassus yang berhasil menyapu bersih sejumlah kategori lomba.

    Untuk Lomba Tartil Al-Qur’an, juara pertama diraih oleh kelas 2 Takhassus, disusul kelas 1 Takhassus di posisi kedua.

    Dalam Lomba Nasyid Nadzhom Safinah, giliran kelas 1 Takhassus unjuk gigi sebagai juara pertama, diikuti kelas 2 Takhassus.

    Pada kategori Teaterikal Puisi bertajuk “Santri Baru Mondok, Mondok Itu Keren”, panggung dikuasai oleh kelas 1 Takhassus sebagai juara pertama, dan kelas 2A SMP sebagai juara kedua.

    Konsistensi ini menjadikan kelas 1 Takhassus berhak menyandang gelar Juara Umum SMP.

    Sementara itu, di tingkat SMA, persaingan tak kalah ketat. Kelas 1 SMA tampil sebagai bintang baru, merebut Juara I Tartil Al-Qur’an dan Juara I Teaterikal Puisi.

    Di kategori puisi ini, mereka bersaing ketat dengan kelas 2 SMA yang meraih posisi kedua.

    Untuk Lomba Nasyid Nadzhom Safinah, kelas 4 SMA membuktikan kematangannya dengan menyabet juara pertama, sedangkan kelas 2 SMA kembali berada di posisi kedua.

    Berkat pencapaian gemilang tersebut, kelas 1 SMA berhasil dinobatkan sebagai Juara Umum SMA.

    Saat acara ditutup pada Ahad malam, bukan hanya hadiah yang didapat. Para santri membawa serta rasa bangga, kepercayaan diri, dan semangat baru. Di atas panggung sederhana itu, mereka belajar bahwa mondok bukan sekadar menimba ilmu, tetapi juga menapaki jalan prestasi yang menyatukan iman, intelektualitas, dan solidaritas.

    📍 Laporan: Jhon Qudsi

    📸 Foto: Dokumentasi Jhon Qudsi

  • Empat Hari yang Mengubah Arah: Raker SMA Zainul Hasan 1 Genggong Penuh Gagasan dan Spirit Baru

    Empat Hari yang Mengubah Arah: Raker SMA Zainul Hasan 1 Genggong Penuh Gagasan dan Spirit Baru

    Probolinggo, KabarBromo.com – Di balik meja-meja rapat yang sederhana, para dewan guru di Genggong tengah merancang masa depan bukan hanya untuk sekolah mereka, tetapi juga untuk generasi yang akan datang. Rapat kerja tahunan SMA Zainul Hasan 1 Genggong kali ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan perjalanan batin menuju pendidikan yang lebih bermakna.

    Selama empat hari, mulai 8 hingga 12 Juli 2025, para guru dan pengurus sekolah larut dalam suasana serius namun penuh semangat. Raker dibuka langsung oleh Kepala SMA Zaha, Gus Lukman Qoyyiduddin Hasanul Bolqiah, S.Pd., atau akrab disapa Gus Bos. Ia menekankan pentingnya optimalisasi potensi guru untuk menciptakan pendidikan unggul yang spiritual dan berdaya saing.

    “Raker ini bukan rutinitas tahunan biasa. Ini momentum membangun fondasi masa depan,” ucap Gus Bos, menyemangati peserta raker.

    Hari pertama dan ketiga difokuskan pada pembahasan teknis oleh tim pra-raker yang dibagi menjadi delapan tim berdasarkan delapan standar pendidikan nasional. Evaluasi mendalam dilakukan, tidak hanya pada kinerja, tetapi juga pada pendekatan yang selama ini dijalankan.

    Puncaknya terjadi pada hari kedua. Semua guru hadir, termasuk Pengawas SMA, Bapak Agus Nurjito, M.M., yang memantik diskusi hangat lewat materi bertajuk “Sosialisasi Konsep Pembelajaran Mendalam.” Konsep ini menyentuh akar pembelajaran yang menggembirakan, bermakna, dan berkesadaran, bukan sekadar tuntutan administratif.

    “Ini bukan kurikulum baru. Ini cara berpikir baru untuk mencapai lulusan yang ideal,” tegas Pak Agus, merujuk pada Permendikbud Nomor 10 Tahun 2025.

    Hari keempat menjadi ajang presentasi dari delapan tim kerja. Gagasan demi gagasan bermunculan: penguatan kegiatan belajar mengajar, optimalisasi kegiatan ekstrakurikuler, hingga bimbingan Al-Qur’an yang lebih terstruktur. Diskusi berlangsung intens, kadang memanas, tetapi tetap menjunjung etika kolektif.

    “Rangkaian raker ini tidak hanya menghasilkan susunan program baru, tetapi juga memperkuat semangat kolektif para guru untuk terus belajar dan berkembang. Hasil raker diharapkan menjadi fondasi yang kokoh dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing tinggi,” pungkas Gus Bos.

    Di balik lembaran-lembaran program kerja itu, tersimpan harapan besar: agar SMA Zaha tetap menjadi mercusuar pendidikan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bermakna dan membumi.

    Kontributor: Nur Aise

  • Semarak OASIS 2025: Wujud Istiqamah OSIM MADITA Genggong dalam Bina Bakat Santri

    Semarak OASIS 2025: Wujud Istiqamah OSIM MADITA Genggong dalam Bina Bakat Santri

    PROBOLINGGO, KabarBromo.com – Sorotan cahaya lampu panggung menyinari halaman depan Pondok D.E SMP PZH Genggong, tempat ratusan santri berkumpul dalam semangat kebersamaan pada Sabtu malam, 11 Juli 2025. Lomba Aksi Santri (OASIS) bertajuk “Junjung Prestasi, Wujudkan Kemenangan Bersama” resmi digelar oleh Organisasi Santri Intra Madrasah (OSIM) Madrasah Diniyah Ta’limiyah (MADITA) Zainul Hasan Genggong hingga Ahad malam, 12 Juli 2025.

    Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB hingga selesai tersebut menampilkan sejumlah lomba yang menitikberatkan pada pengembangan bakat dan minat santri, mulai dari seni, teater, hingga syair keislaman.

    Wakil Kepala Kesiswaan MADITA, Al-Ustaz Achmad Rosuli Zaid, M.Pd.I., dalam keterangannya menjelaskan bahwa kegiatan OASIS merupakan program unggulan OSIM yang rutin dilaksanakan dua kali dalam setahun, yakni seusai semester ganjil dan semester genap.

    “Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberi ruang bagi santri untuk mengembangkan potensi, bakat, serta minat mereka di berbagai bidang,” ujar Ustaz Rosuli.

    Adapun tiga cabang lomba yang dipertandingkan pada edisi OASIS kali ini mencerminkan semangat integrasi antara nilai keagamaan, seni, dan warisan pesantren.

    Cabang pertama adalah Tartil Al-Qur’an, yang menjadi ruang bagi para santri untuk menampilkan kemampuan membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan tajwid yang benar serta lantunan yang khusyuk. Lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wujud kecintaan terhadap Al-Qur’an sebagai sumber utama ajaran Islam.

    Cabang kedua, yakni Lomba Nasyid Kitab Safinatun Najah, menjadi daya tarik tersendiri. Para peserta membawakan nasyid berdasarkan isi Kitab Safinatun Najah, sebuah karya monumental yang ditulis oleh Almarhum Al-‘Arif Billah Kiai Haji Mohammad Hasan Genggong. Melalui syair dan nada, para santri menyampaikan pesan-pesan fikih dasar dalam balutan seni suara yang menyentuh hati.

    Sementara itu, cabang ketiga adalah Lomba Teaterikal Puisi, yang menampilkan sisi kreatif santri dalam mengolah kata menjadi pertunjukan. Dalam cabang ini, ekspresi sastra dan emosi dipadukan dalam bentuk teatrikal yang menggugah, membawakan puisi bertema nilai-nilai keislaman, perjuangan, dan kemanusiaan.

    Ketiga cabang tersebut tidak hanya menguji kemampuan teknis para santri, tetapi juga menjadi medium pembentukan karakter serta pelestarian nilai-nilai luhur pesantren.

    Tak hanya sebagai ajang adu kreativitas, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi sarana pembentukan karakter dan kepemimpinan santri.

    “Kami berharap kegiatan ini bisa terus berjalan secara istiqamah setiap tahunnya. Kami juga mohon dukungan dari seluruh wali santri, khususnya wali santri MADITA, untuk terus mendukung putra-putrinya agar aktif dalam kegiatan positif seperti ini,” imbuhnya.

    Apresiasi turut disampaikan kepada para pengurus pondok, khususnya dari Daerah E Pondok SMP dan Daerah A Pondok SMA, atas dukungan mereka terhadap keberlangsungan program tahunan ini.

    Dengan semangat kebersamaan dan dukungan penuh dari berbagai pihak, Lomba Aksi Santri 2025 ini bukan hanya menjadi panggung prestasi, tetapi juga menjadi wadah untuk menempa generasi muda yang siap menginspirasi.

  • Tak Ada Model Titipan PPDB SMP, Gasppol Apresiasi Kinerja Dinas Pendidikan Kota Probolinggo

    Tak Ada Model Titipan PPDB SMP, Gasppol Apresiasi Kinerja Dinas Pendidikan Kota Probolinggo

    PROBOLINGGO – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2025 untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Probolinggo berjalan dengan lancar dan sesuai prosedur. Pemerintah Kota dan Dinas Pendidikan setempat mendapat apresiasi dari masyarakat karena pelaksanaan PPDB dinilai bersih dari praktik titip-menitip dan dilakukan secara transparan.

    Sejak dibukanya pendaftaran pada awal Juli 2025, ratusan calon wali murid telah mengakses sistem PPDB online yang tersedia secara terbuka melalui laman resmi Dinas Pendidikan Kota Probolinggo. Sistem ini memungkinkan pendaftar untuk memantau proses seleksi secara real time berdasarkan kriteria objektif: zonasi, prestasi, afirmasi, dan perpindahan tugas orang tua.

    Menurut pantauan di lapangan, suasana pendaftaran berlangsung tertib di berbagai SMP negeri. Para orang tua dan calon siswa tampak antusias mengikuti tahapan seleksi tanpa adanya kekhawatiran akan adanya “titipan” atau intervensi dari pihak tertentu.

    Sekretaris Ormas Gerakan Aksi Sosial Peduli Pendidikan dan Olahraga (Gasppol),  Probolinggo Raya Wage Adi Sostro, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan PPDB tahun ini.

    “PPDB SMP 2025 di Kota Probolinggo berjalan sangat baik dan sesuai prosedur. Tidak ada titipan. Ini bukti bahwa pemerintah serius mewujudkan pendidikan yang adil dan transparan,” ujar  Wage saat memantau proses verifikasi data calon siswa, Senin (8/7/2025).

    Ia menambahkan bahwa Gasppol telah mengawal proses PPDB selama beberapa tahun terakhir. Tahun ini dinilai paling transparan dan tertib.

    “Kami melihat langsung petugas di sekolah menjalankan tugasnya dengan integritas. Bahkan data dan hasil seleksi dapat dilihat secara terbuka. Masyarakat bisa mengakses dan menilai sendiri,” tegasnya. (Tim)

     

     

  • Sorak Takbir, Obor, dan Air Mata Yatim di Krucil: Malam 1 Muharram yang Penuh Cahaya dan Cinta

    Sorak Takbir, Obor, dan Air Mata Yatim di Krucil: Malam 1 Muharram yang Penuh Cahaya dan Cinta

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Malam itu, langit Betek, Kecamatan Krucil, diterangi bukan hanya oleh nyala obor, melainkan juga oleh semangat dan harapan. Kamis malam, bertepatan dengan 1 Muharram 1447 Hijriah (26/6/2025), Yayasan Tarbiyatul Awlad menggelar peringatan Tahun Baru Islam yang menggugah hati penuh makna, doa, dan kepedulian sosial.

    Dengan mengusung tema “Tahun Baru Islam: Momentum Merevitalisasi Diri Berharap Ridho Ilahi”, kegiatan dimulai dengan istighosah dan doa bersama. Lantunan istighosah yang dipimpin oleh dewan asatidz bukan sekadar ritual—ia menjelma menjadi cermin keheningan batin, ajakan muhasabah, dan tekad untuk menapaki tahun baru dengan jiwa bersih dan semangat baru.

    Lalu, suasana berubah haru ketika puluhan anak yatim menerima santunan dari yayasan. Di balik senyum malu-malu mereka, terselip kebahagiaan yang tak bisa dilukiskan kata. Di hadapan para guru, santri, dan tokoh masyarakat, nilai Islam tentang kasih dan kepedulian itu bukan hanya diajarkan, tapi dihadirkan nyata.

    Puncaknya, pawai obor keliling desa menggema dengan takbir dan sholawat yang menyatu dalam semangat hijrah. Para santri, guru, dan warga sekitar berarak membawa obor seolah menyampaikan pesan: “Kami siap menjadi cahaya harapan, pembawa perubahan, dan penjaga warisan spiritual bangsa ini.”

    Ketua Yayasan, Suhardi, S.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan pentingnya momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana membangun karakter sejak dini. “Semoga melalui kegiatan ini, kita semua mendapatkan keberkahan dan ridho dari Allah SWT, serta mampu menjadi insan yang lebih baik di tahun-tahun mendatang,” ucapnya.

    Yayasan Tarbiyatul Awlad Betek, di bawah komando Suhardi, terus menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi cerdas, berakhlak, dan peduli terhadap sesama. Dari Krucil yang sejuk dan religius, pesan hijrah disampaikan: bahwa perubahan besar dimulai dari niat yang kecil dan langkah yang tulus.

    Kontributor: Ustadz Shaleh

  • Gelar Haul KH. Mohammad Hasan dan Haflatul Imtihan ke-16 Ponpes Nurul Hasan Nadlira: Kyai Zainuri Ajak Santri Terus Belajar

    Gelar Haul KH. Mohammad Hasan dan Haflatul Imtihan ke-16 Ponpes Nurul Hasan Nadlira: Kyai Zainuri Ajak Santri Terus Belajar

    Probolinggo, KabarBromo.com – Lantunan doa dari para jamaah yang hadir menggema pada peringatan Haul Al-‘Arif Billah Kyai Haji Mohammad Hasan Genggong dan Haflatul Imtihan Pondok Pesantren Nurul Hasan Nadlira ke-16, menjadi ruang sakral tempat zikir dan ilmu bertemu. Sebuah momen perenungan yang meneguhkan kembali pentingnya warisan spiritual dan pendidikan dalam kehidupan umat.

    Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hasan Nadlira, Kyai Hasan Zainuri, S.Ag., M.M., menyampaikan bahwa rangkaian acara telah dimulai sejak Senin (23/6/2025). Puncaknya berlangsung pada Selasa malam (24/6/2025) usai salat Magrib, yang diawali dengan pementasan santri dari tingkat PAUD, TK, MI, hingga Diniyah.

    “Pengajian umum malam ini menjadi penutup rangkaian. Diawali sholawat, pelepasan santri, hingga prosesi perpisahan yang identik dengan wisuda, walau tanpa toga. Kami lepas para santri yang telah menyelesaikan pendidikannya,” ujar pria yang akrab disapa Kyai Zainuri, yang juga merupakan Plt Camat Pakuniran.

    Sebelumnya, rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak empat hari sebelum puncak acara. Berbagai lomba jasmani dan rohani diikuti oleh seluruh lembaga di bawah naungan yayasan, seperti PAUD, TK, MI, dan Madrasah Diniyah.

    “Harapannya, kegiatan ini membawa barokah. Pertama, sebagai bentuk takzim kepada Almarhum Kyai Haji Mohammad Hasan Genggong. Kedua, sebagai bentuk syukur atas nikmat ilmu dan kesempatan mendidik yang diberikan Allah,” imbuh Kyai Zainuri.

    Kyai Hasan Zainuri berbincang akrab bersama KH. Syakur Dewa dan sejumlah tokoh dalam suasana kehangatan di aula Ponpes Nurul Hasan Nadlira

    Pada pengajian umum malam itu, hadir sebagai penceramah KH. Syakur Dewa dari Desa Patemon dan KH. Ahmad Nabil Nidzar dari Pondok Pesantren Fatahillah, Desa Sumber Kerang.

    Kyai Zainuri juga menitip pesan kepada para santri, terutama lulusan PAUD dan MI, agar terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ia mengimbau para orang tua untuk tidak membiarkan pendidikan anak-anak terhenti di tengah jalan.

    “Kami berharap santri-santri yang telah lulus tidak berhenti sampai di MI saja. Harus terus melanjutkan ke MTs, SMP, atau bahkan langsung mondok ke pesantren lain di wilayah Kabupaten Probolinggo. Jangan sampai lulus MI berarti selesai segalanya. Itu yang tidak kami harapkan,” tegasnya.

    Ia juga mengajak masyarakat sekitar untuk terus mendukung pendidikan anak-anak mereka sebagai bekal masa depan dan upaya menjaga generasi dari ketertinggalan ilmu.

  • MA Plus Al-Kautsar Probolinggo Kukuhkan Komitmen sebagai Madrasah Digital dan Bermartabat

    MA Plus Al-Kautsar Probolinggo Kukuhkan Komitmen sebagai Madrasah Digital dan Bermartabat

    Probolinggo, KabarBromo.com — “Sinergi antara madrasah dan orang tua adalah kunci dalam membentuk karakter dan prestasi peserta didik,” ujar Kepala MA Plus Taruna Islam Al-Kautsar, Ustadz Shaleh, S.Pd.I., M.Pd., saat membuka Rapat Penerimaan Raport Semester Genap Tahun Pelajaran 2024/2025, Sabtu, 21 Juni 2025.

    Kegiatan tahunan yang digelar di lingkungan MA Plus Taruna Islam Al-Kautsar ini mengundang langsung para wali murid kelas X dan XI, serta dihadiri oleh seluruh wali kelas dan dewan guru. Rapat tersebut menjadi agenda penting dalam mengakhiri semester genap tahun pelajaran 2024/2025.

    Dalam sambutannya, Ustadz Shaleh memberikan apresiasi atas dukungan orang tua selama proses pembelajaran. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pihak madrasah dan keluarga dalam mencetak generasi berprestasi yang berkarakter.

    Adapun agenda utama rapat mencakup penyampaian hasil evaluasi belajar peserta didik selama satu semester, serta sosialisasi program madrasah tahun ajaran 2025/2026. Di antaranya adalah program pembinaan karakter, penguatan digitalisasi, serta peningkatan mutu layanan pendidikan berbasis spiritual dan akademik.

    Usai rapat umum, sesi penyerahan raport dilakukan oleh masing-masing wali kelas secara langsung kepada wali murid. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk berdialog mengenai perkembangan akademik dan kepribadian peserta didik secara individual.

    Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban, dan membangun komunikasi yang konstruktif antara guru dan wali murid. Acara ini sekaligus menjadi media refleksi dan evaluasi bersama demi kemajuan pendidikan madrasah sesuai dengan visinya sebagai “Madrasah Digital, Hebat Bermartabat.”

    Kontributor: Ustadz Shaleh

  • Ketua Umum GEMA-HUTBA: Kunjungan ke Mahkamah Konstitusi Bukan Sekadar Wisata Edukasi, Tapi Investasi Kesadaran Hukum

    Ketua Umum GEMA-HUTBA: Kunjungan ke Mahkamah Konstitusi Bukan Sekadar Wisata Edukasi, Tapi Investasi Kesadaran Hukum

    Jakarta, 18 Juni 2025 — Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Hukum dan Aktivis Universitas Terbuka (GEMA-HUTBA) Bandung, Encep Ridwan, menyampaikan pandangannya terkait kunjungan akademik yang dilaksanakan oleh GEMA-HUTBA ke Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK).

    Menurut Encep, kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi merupakan bagian dari upaya membentuk karakter dan kesadaran hukum mahasiswa sejak dini.

    > “Kami merancang kegiatan ini agar mahasiswa dapat melihat langsung bagaimana lembaga negara menjalankan fungsinya. Ini bukan hanya wisata edukasi, tapi investasi jangka panjang dalam membentuk cara berpikir konstitusional dan bernegara secara sadar,” ujar Encep.

    Ia menambahkan bahwa pengalaman melihat langsung ruang sidang, berinteraksi dengan pejabat MK, serta berdiskusi tentang fungsi Mahkamah Konstitusi memberikan makna tersendiri bagi mahasiswa hukum.

    > “Selama ini kita belajar dari buku, dari video, dari kuliah. Tapi ketika mahasiswa bisa berdiri langsung di ruang sidang Mahkamah Konstitusi dan berdialog dengan analis hukumnya, maka pemahaman itu menjadi nyata dan membekas. Ini yang ingin kami bangun: pengalaman yang mencerdaskan,” katanya.

    Encep juga berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi program rutin dan menjangkau lebih banyak mahasiswa, termasuk dari program studi non-hukum.

    > “Karena memahami konstitusi bukan hanya tugas mahasiswa hukum, tapi semua warga negara. Kami ingin GEMA-HUTBA menjadi jembatan antara dunia akademik dan institusi negara,” tutup Encep Ridwan.

    Kegiatan ini diikuti oleh 100 mahasiswa UT Bandung dan didampingi dua pendamping resmi dari pihak kampus. Selain berdiskusi, peserta juga diajak berkeliling mengenal lebih dekat ruang-ruang kerja Mahkamah Konstitusi, termasuk perpustakaan dan ruang sidang pleno.

    Asep Supriana Nugraha