PASURUAN, kabarbromo66.com – Aksi pembongkaran makam yang menimbulkan keresahan warga Pasuruan akhirnya mendapat perhatian serius dari jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Sejumlah tokoh agama, keluarga ahli waris, serta pimpinan daerah berkumpul dalam forum mediasi di Mapolsek Winongan, Kamis (2/10/2025).
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan, Kapolres, Kajari, Dandim, serta tokoh ulama seperti habaib dan kiai. Pertemuan tersebut digelar untuk menenangkan situasi sekaligus mencari jalan penyelesaian yang sesuai dengan hukum.
Tokoh agama Habib Abu Bakar Assegaf menegaskan bahwa ulama bersama PCNU telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Kapolres Pasuruan memberikan jaminan penuh bahwa kasus ini akan diproses secara transparan dan tuntas.
“Kapolres menegaskan, siapa pun yang berada di balik tindakan anarkis ini akan ditindak sesuai hukum. Karena itu kami meminta masyarakat tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat,” tegas Habib Abu Bakar.
Ia juga mengingatkan warga agar tidak terprovokasi dan menghindari tindakan main hakim sendiri.
Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, dalam kesempatan itu menyampaikan rasa prihatin mendalam dan mengecam keras aksi pembongkaran makam. Menurutnya, masyarakat harus menunjukkan kedewasaan hukum dengan mempercayakan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada aparat berwenang.
“Kita adalah negara hukum. Serahkan keadilan kepada aparat yang berkompeten, jangan sampai kita terjebak dalam tindakan yang sama dengan pelaku,” ujar Bupati Rusdi.
Pertemuan ini diharapkan dapat meredam emosi masyarakat serta menjadi langkah penting agar proses hukum berjalan adil, akuntabel, dan mampu memulihkan kepercayaan publik.
Tidak ada komentar