
PROBOLINGGO, kabarbromo66.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bucor Kulon Berseri, Desa Bucor Kulon, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, mendapat sorotan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PENJARA
Sorotan itu dilakukan setelah tim menemukan dugaan pelanggaran dalam progam presiden tersebut. Temuannya, kepala SPPG berinisial D merangkap sebagai supplier di dapur MBG yang dikelolanya.
Perwakilan ANGGOTA LSM PENJARA Pakuniran Abdullah mengatakan, hal itu terbukti kuat saat ada salah satu supplier buah masuk. Kemudian buah tersebut di afkir keras, dengan dugaan agar supplier tidak lagi menyuplai barangnya.
Padahal buah yang dikirim tersebut sebelumnya sudah disortir terlebih dahulu oleh pemilik dan kondisinya layak konsumsi serta dapat dipertanggung jawabkan.
“Kondisi itu (rangkap supplier, red) berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dalam pelaksanaan program,” ujarnya, Senin (15/6/2026)
Ia menambahkan, program MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto memiliki tujuan yang baik, tidak hanya untuk meningkatkan asupan gizi anak, tetapi juga memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
“Program ini memiliki tujuan mulia, selain memenuhi kebutuhan gizi anak juga untuk memberdayakan UMKM. Namun, dengan adanya temuan ini, kami berharap ada evaluasi agar pelaksanaannya tetap sesuai aturan,” katanya.
Dengan begitu, LSM PENJARA menyatakan akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG memastikan program berjalan sesuai dengan tujuan dan ketentuan yang berlaku.
Redaksi
Tidak ada komentar