x

Harapan Tak Sesuai Kenyataan, Menu MBG di Leces Dikeluhkan Wali Murid

waktu baca 2 menit
Sabtu, 24 Jan 2026 10:45 0 165 Redaksi Satu

Gbr. Ilustrasi

PROBOLINGGO, kabarbromo66.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di beberapa sekolah dasar dan menengah pertama di Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, mendapat sorotan dari wali murid, pada Jum’at (23/01/2026). Mereka menilai menu yang diterima siswa belum mencerminkan tujuan pemenuhan gizi yang dicanangkan pemerintah.

Keluhan tersebut beredar luas melalui media sosial dan grup WhatsApp warga. Dalam unggahan yang viral, tampak bingkisan MBG berisi roti, susu, jeruk, dan keripik tempe. Komposisi ini dianggap lebih menyerupai makanan ringan dibandingkan paket makanan bergizi seimbang.

Salah satu wali murid menyampaikan bahwa selain porsi yang dinilai minim, kualitas makanan juga menjadi masalah. Ia mengaku pernah mendapati nasi dan telur dengan aroma tidak sedap. Bahkan, terdapat kejadian siswa kelas tertentu di SDN Malasan Kulon II tidak menerima MBG, sementara kelas lain mendapatkannya.

Menanggapi keluhan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo melalui Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Leces menjelaskan bahwa pihaknya telah meminta klarifikasi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Tegalsiwalan selaku pelaksana MBG.

SPPG menyebutkan bahwa menu resmi MBG sebenarnya telah ditetapkan sesuai porsi dan anggaran, yakni Rp8.000–Rp10.000 per paket, tergantung sasaran. Untuk siswa sekolah dengan porsi besar, menu seharusnya mencakup roti, telur rebus, buah, keripik tempe, abon ayam, dan susu.

Terkait tidak adanya buah naga dalam paket yang diterima siswa, SPPG menyatakan hal itu disebabkan keterbatasan stok sehingga diganti dengan penambahan jeruk. Sementara itu, distribusi MBG untuk hari Jumat dan Sabtu dilakukan sekaligus pada hari Jumat dan disertai dokumen nilai gizi dari Badan Gizi Nasional.

Pihak Dinas Pendidikan menegaskan bahwa keluhan yang masuk hanya terjadi di satu sekolah dan tidak mencerminkan pelaksanaan MBG secara keseluruhan di Kecamatan Leces.

Menanggapi polemik tersebut, Ketua LSM Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan (AMPP) Kabupaten Probolinggo menyatakan akan mengadukan SPPG Dapur Tegalsiwalan kepada pihak berwenang. Ia menilai adanya indikasi ketidaksesuaian antara menu yang diterima siswa dengan standar gizi dan anggaran yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, program MBG merupakan program strategis nasional yang menyangkut hak dasar anak atas pemenuhan gizi, sehingga pelaksanaannya tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. AMPP berencana melaporkan temuan tersebut ke Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta Badan Gizi Nasional agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG di wilayah Kecamatan Leces.

“Kalau benar ada makanan yang kualitasnya buruk, porsi tidak sesuai, bahkan ada siswa yang tidak menerima sama sekali, ini tidak bisa dianggap sepele. Kami akan kawal dan laporkan agar tidak merugikan anak-anak,” tegas Ketua AMPP. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x