x

Kayu Petake — Mitos atau Kenyataan?

waktu baca 2 menit
Jumat, 12 Des 2025 05:38 0 41 Redaksi Satu

 

 

Di sebuah desa perean timur di Tabanan, Bali, nama Petake akhir-akhir ini kembali sering disebut dalam obrolan warga. Bukan karena pohonnya yang langka atau kayunya yang mahal, tetapi karena satu hal: getahnya yang dipercaya bisa “membakar” kulit.

Menurut cerita yang turun-temurun, pohon Petake sudah lama hidup di hutan-hutan dan tegalan desa. Banyak warga yang biasa menggunakan kayunya untuk kayu bakar atau sekadar membersihkan rantingnya saat merapikan kebun. Namun, tidak semua berani menyentuh batangnya saat getahnya masih basah. Jum’at. 12/12/2025 .

Beberapa orang bersumpah mereka pernah merasakan panas luar biasa setelah tersentuh getah Petake. Seorang warga bercerita bahwa tangannya tiba-tiba memerah dan terasa seperti disiram air panas. Ada juga yang mengaku kulitnya gatal lalu panas, seolah terbakar matahari di siang bolong. Cerita-cerita semacam ini menyebar cepat, membuat banyak orang mulai bertanya-tanya: Benarkah Petake berbahaya, atau hanyalah mitos yang dibesar-besarkan?

Di sisi lain, ada juga warga yang meragukan cerita itu. Mereka mengatakan selama bertahun-tahun menebang kayu di kebun, tak pernah sekalipun mengalami iritasi dari Petake. Menurut mereka, bisa saja kejadian yang dialami beberapa warga berasal dari kulit yang sensitif, atau mungkin dari tanaman lain yang tumbuh berdekatan.

sebagian menyebutnya kenyataan karena telah merasakan sendiri efeknya, sementara sebagian lagi menganggapnya sekadar cerita turun-temurun yang jarang dibuktikan.Namun satu hal yang pasti, semakin banyak cerita yang beredar, semakin besar pula rasa penasaran warga. Apakah benar getah itu mengandung zat yang membuat kulit terasa terbakar? Ataukah rasa panas itu hanya kebetulan dari faktor lain?

Kayu Petake tetap menjadi misteri kecil di Tabanan mitos bagi sebagian, kenyataan bagi yang pernah mengalaminya. Dan di antara hutan-hutan yang tenang, pohon itu tetap berdiri, menyimpan ceritanya sendiri.

 

 

Hery.

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x