x

Aliansi L3GAM Desak Polisi Tangkap Oknum Pengasuh Ponpes di Gending yang Diduga Lakukan Pelecehan Seksual

waktu baca 2 menit
Rabu, 29 Okt 2025 00:19 0 134 Redaksi Satu

Probolinggo, kabarbromo66.com — Sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang tergabung dalam Aliansi L3GAM Probolinggo berencana menggelar aksi damai di Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jumat (31/10/2025). Aksi tersebut digelar untuk menuntut penegakan hukum atas dugaan pelecehan seksual terhadap seorang santriwati di Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam, Desa Sumberkerang, Kecamatan Gending.

Dalam surat pemberitahuan aksi yang ditujukan kepada Kapolres Probolinggo, Aliansi L3GAM — yang terdiri dari LPLH Tapalkuda Nusantara, Libas’88, Lembaga Investigasi Negara (LIN), Gerakan Aktivis Pelayan Kesejahteraan Masyarakat (G-APKM), Aliansi Masyarakat Peduli Probolinggo (AMPP), dan Madas Nusantara — menyatakan bahwa aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap marwah pesantren dan perlindungan hak-hak korban.

“Kami ingin mengawal proses hukum dan memastikan pelaku pelecehan seksual terhadap santriwati segera ditangkap,” tulis pernyataan dalam surat yang ditandatangani Aliansi L3GAM.

Aliansi juga menyoroti laporan polisi bernomor LP/239/IX/2025/SPKT/POLRES PROBOLINGGO/POLDA JAWA TIMUR tertanggal 22 September 2025. Mereka mendesak aparat kepolisian untuk menindaklanjuti laporan tersebut secara transparan dan tuntas.

Selain menuntut penegakan hukum, L3GAM juga meminta Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo agar mencabut izin operasional Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam. Menurut mereka, langkah itu penting untuk menjaga citra lembaga pendidikan keagamaan dari tindakan asusila.

Aksi damai dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB dengan titik kumpul di Lapangan Gending. Massa kemudian akan bergerak menuju depan Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam, tempat kasus tersebut diduga terjadi.

Aliansi L3GAM menegaskan, aksi ini dilakukan secara damai dan bertujuan untuk membangun kepercayaan publik terhadap penegakan hukum, serta memastikan pesantren tetap menjadi tempat pendidikan yang aman dan bermartabat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x