
Probolinggo, kabarbromo66.com – Panggung politik Gerindra di Kabupaten Probolinggo berubah jadi sorotan tajam publik. Dua tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Jawa Timur, Anwar Sadad dan Mahrus, muncul penuh percaya diri di acara kaderisasi partai, pada Jum’at (26/9/2025).
Alih-alih kaderisasi, kehadiran mereka dinilai sebagai pesta pencucian citra. Ketua DPC Gerindra Zubaidi, anggota DPRD Fraksi Gerindra, dan pengurus partai se-Kabupaten Probolinggo pun ikut menyaksikan pemandangan yang membuat publik geram.

LSM G-APKM Meledak
LSM Gerakan Aktivis Pelayan Kesejahteraan Masyarakat (G-APKM) bereaksi keras. Gubernur G-APKM Jatim, Umar Hayat, menyebut acara tersebut sebagai tamparan moral bagi rakyat. “Ini bukan silaturahmi kader, tapi pesta orang-orang yang diduga menilep uang rakyat! Di mana akal sehat partai memberi panggung bagi tersangka korupsi? Ini bukan politik cerdas, ini politik culas!” tegas Umar.
Ia bahkan menuding kemunculan dua tersangka itu sebagai sinyal adanya perlindungan elit politik. “Kalau Sadad dan Mahrus bisa tampil sebebas itu, jangan kaget bila Gubernur Jawa Timur ikut terseret. Kasus hibah Jatim ini bukan perkara lokal, tapi skandal beraroma nasional,” ujarnya.

G-APKM memastikan akan melaporkan kehadiran dua tersangka tersebut ke aparat penegak hukum. Mereka mendesak KPK segera bertindak tanpa pandang bulu. “Kalau hukum diam, rakyat akan bersuara. Kami akan kawal sampai tuntas!” tambah Umar.
Kehadiran tersangka di panggung partai politik dianggap sebagai ironi paling getir: saat rakyat miskin menjerit karena dana hibah diselewengkan, para tersangka justru diperlakukan bak pahlawan.
LSM G-APKM menutup dengan pernyataan keras: “Bara api kebenaran akan terus menyala. Setiap pelaku korupsi hibah Jatim harus ditelanjangi di depan hukum dan rakyat.” (*)
Tidak ada komentar