x

PCNU Kota Kraksaan Murka! Trans7 Dinilai Lecehkan Kiai dan Hina Pesantren Lirboyo

waktu baca 2 menit
Senin, 13 Okt 2025 23:03 0 1766 Redaksi Satu

Probolinggo, kabarbromo66.com – Kegeraman umat Islam kembali memuncak. Tayangan Trans7 baru-baru ini dinilai telah melecehkan kehormatan Kiai dan pesantren, khususnya Pondok Pesantren Lirboyo, salah satu pesantren tertua dan paling berpengaruh di Indonesia.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kraksaan KH Chafidzul Hakim Noer, SAg., MH. dengan tegas dan lantang menyatakan kecaman keras terhadap Trans7. Dalam pernyataannya, beliau menyebut tindakan stasiun televisi tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap simbol-simbol keulamaan dan dunia pesantren yang selama ini menjadi benteng akhlak dan moral bangsa.

“Ini bukan sekadar tayangan, tapi penghinaan terang-terangan terhadap marwah ulama dan pesantren! Kami tidak akan diam ketika kehormatan para kiai dilecehkan,” tegas Ketua PCNU Kota Kraksaan yang masyhur dengan panggilan Nun Hafidzh tersebut dengan nada geram, pada Senin (14/10/2025).

Menurutnya, tayangan tersebut menyulut kemarahan jutaan santri dan warga Nahdliyin di seluruh Indonesia, sebab pesantren bukan tempat yang layak dijadikan bahan olok-olok. Para kiai, terutama dari Lirboyo, telah berperan besar dalam menjaga akidah, moral, dan keutuhan bangsa ini sejak masa penjajahan.

“Trans7 harus tahu diri! Jangan seenaknya menistakan lembaga yang telah melahirkan para pejuang agama dan bangsa. Kami mendesak permintaan maaf terbuka dan penindakan tegas terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab,” tandasnya.

PCNU Kota Kraksaan juga menyerukan agar seluruh warga NU, santri, dan masyarakat luas bersatu menunjukkan solidaritas terhadap para ulama dan pesantren.

“Kami bukan bangsa yang mudah diprovokasi, tapi jangan pernah uji kesabaran santri. Kami siap membela kehormatan kiai dengan cara yang bermartabat namun tegas,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Ketua PCNU Kota Kraksaan memperingatkan bahwa media massa seharusnya menjadi alat pencerah umat, bukan provokator yang merusak nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

“Trans7 telah melukai hati jutaan santri. Jika tidak segera ada klarifikasi dan permintaan maaf resmi, kami akan mempertimbangkan langkah hukum dan sosial yang diperlukan,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x