Kategori: Uncategorized

  • Bupati Haris Tinjau Jembatan Penghubung Desa Condong – Brabe

    Bupati Haris Tinjau Jembatan Penghubung Desa Condong – Brabe

     

     

    GADING – Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pembangunan jembatan penghubung Desa Condong – Desa Brabe di Desa Condong Kecamatan Gading, Senin (16/6/2025). Kegiatan ini diawali dengan bersepeda menyusuri jalur pedesaan bersama sejumlah pejabat daerah.

    Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo Hengki Cahjo Saputra, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief serta Sekretaris DPRD Kabupaten Probolinggo Yulius Christian. Rombongan juga terdiri atas perwakilan OPD terkait dan perangkat kecamatan.

    Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Probolinggo ini disambut antusias oleh masyarakat sekitar yang telah lama menantikan kehadiran jembatan permanen sebagai akses utama penghubung Desa Condong dan Desa Brabe.

     

    Dalam keterangannya, Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris mengatakan jjembatan tersebut merupakan salah satu infrastruktur yang terdampak bencana alam dan memiliki peran vital sebagai penghubung antar desa.

    “Jembatan ini terdampak bencana dan termasuk salah satu jembatan penghubung terpanjang di wilayah Kabupaten Probolinggo,” katanya.

    Bupati Haris menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Probolinggo telah melakukan langkah-langkah strategis untuk penanganannya.

    “Sudah kami usulkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar mendapatkan penanganan dan perbaikan secara permanen,” tambahnya.

    Meski demikian, Bupati Haris mengapresiasi inisiatif warga yang telah membangun jembatan sementara secara swadaya.

    “Kami tidak tinggal diam. Pemkab akan memberikan dukungan serta melakukan perbaikan agar jembatan sementara ini bisa lebih layak dan aman untuk digunakan oleh masyarakat,” tegasnya.

    Monev ini sekaligus menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam merespons kebutuhan infrastruktur dasar bagi masyarakat di wilayah pedesaan, khususnya dalam mendukung konektivitas dan aktivitas ekonomi warga. Hery.

     

     

  • komisi III kabupaten Probolinggo lakukan monitoring aktifitas tambang di desa brabe

    komisi III kabupaten Probolinggo lakukan monitoring aktifitas tambang di desa brabe

     

    anggota dewan dari komisi III kabupaten Probolinggo. Melakukan monitoring dan evaluasi terkait adanya aktifitas tambang. yang ada di desa brabe . Kecamatan Maron. Dalam temuannya tersebut Ketua Komisi III DPRD, Mochammad Al-Fatih. Mengungkapkan kunjungan tersebut. Merupakan agenda dari komisi III untuk melihat seluruh aktifitas tambang yang ada di kabupaten probolinggo. Rabu. 04/06/2025 .

    ” Kami dari komisi III melihat seluruh tambang SIPB yang ada dikabupaten probolinggo dan ada sekitar 23 tambang yang berizin dan Alhamdulillah, dari hasil pemantauan . kegiatan pertambangan ini masih sesuai dengan ketentuan. Beberapa catatan kecil ditemukan . seperti pada pengelolaan jalur air dan penataan tanah humus (topsoil), namun pihak perusahaan menyatakan komitmennya untuk segera melakukan perbaikan ” . Imbuhnya.

    Komisi III juga menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sidak, melainkan bagian dari evaluasi terencana dan terkoordinasi dengan pihak kecamatan, kepolisian, dan Dinas Perhubungan. Hal ini sekaligus sebagai bentuk transparansi dan edukasi kepada masyarakat bahwa DPRD aktif mengawasi proses tambang yang legal.

    Sementara abdullah perwakilan dari CV PSN sekaligus penanggung Jawab menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Komisi III tersebut.

    ” Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kehadiran anggota dewan. Ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak sendiri, ada wakil rakyat yang memperhatikan aktivitas kami. Kami juga siap mematuhi semua aturan yang berlaku,” ujar perwakilan perusahaan ” Hery.

     

     

  • Desa Suko Kembangkan Edamame, Okra dan Produk Sabun Unggulan

    Desa Suko Kembangkan Edamame, Okra dan Produk Sabun Unggulan

     

     

     

    MARON – Desa Suko Kecamatan Maron mulai menunjukkan potensi besarnya sebagai pusat inovasi pertanian dan produk kreatif. Pada Senin (26/5/2025), Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Ra Fahmi AHZ mengunjungi desa tersebut bersama sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan dialog langsung dengan masyarakat dan pemerintah desa.

    Dalam kunjungan tersebut, Wabup Fahmi berdiskusi dengan Kepala Desa Suko Ahmad Esfandi serta para perangkat desa dan kader posyandu, membahas peluang pengembangan pertanian edamame dan okra serta produk-produk kreatif lokal seperti sabun mandi dan sabun cuci buatan warga setempat.

    Wabup Probolinggo Ra Fahmi AHZ menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai inovasi yang telah dilakukan masyarakat Desa Suko. Kreativitas warga dalam memproduksi sabun, selain pertanian edamame dan okra adalah contoh nyata bagaimana desa bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal.

    “Produk-produk seperti sabun yang dihasilkan anak-anak muda di Desa Suko ini sangat inovatif. Ini bisa jadi contoh untuk desa lain agar terus mengembangkan potensi ekonomi lokal mereka,” katanya.

    Lebih lanjut Wabup Fahmi menambahkan, Pemerintah Kabupaten Probolinggo siap memberikan dukungan penuh bagi desa-desa yang mampu menciptakan inovasi seperti ini. “Dukungan tidak hanya berupa kebijakan, tetapi juga jaringan pemasaran dan pelatihan lanjutan,” jelasnya.

    Sementara Kepala Desa Suko Ahmad Esfandi menyampaikan edamame dan okra kini menjadi fokus utama pertanian di wilayah Desa Suko. Hasil panen edamame dari Desa Suko sudah mulai menjangkau pasar ekspor dan kebutuhan pasar nasional pun masih sangat tinggi.

    “Kami ingin Desa Suko menjadi pusat pengembangan edamame dan okra di Kabupaten Probolinggo. Harapan saya, desa-desa lain juga mulai melirik potensi ini,” ujarnya.

    Menariknya, dalam kegiatan tersebut pihak desa juga menghadirkan perwakilan dari salah satu perusahaan pengolahan edamame. “Mereka membuka dialog langsung dengan Wabup Fahmi guna menjajaki peluang kemitraan dan penyerapan hasil tani warga,” jelasnya.

    Selain sektor pertanian, produk sabun organik lokal menjadi salah satu karya unggulan warga yang terus dikembangkan. Namun pembuatan sabun tersebut masih dalam tahap uji coba, namun sudah menunjukkan hasil yang menjanjikan. “Pak Wabup tadi secara langsung mencoba membawa produk sabun tersebut sebagai bentuk dukungan nyata,” terangnya.

    Esfandi berharap, dengan adanya dukungan dari Pemkab Probolinggo dan keterlibatan langsung pihak swasta, potensi ekonomi Desa Suko bisa berkembang pesat. “Upaya ini sejalan dengan program pemberdayaan ekonomi desa yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. Hery

     

     

  • Tingkatkan Akses Pelayanan, Puskesmas Suko Bakal Direlokasi

     

     

     

    MARON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo terus berupaya meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan relokasi Puskesmas Suko di Kecamatan Maron ke lokasi yang lebih representatif. Rencana ini mendapat perhatian serius dari Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Ra Fahmi AHZ yang melakukan peninjauan langsung pada Senin (26/5/2025).

    Peninjauan dimulai dari Puskesmas Suko yang masih beroperasi di lokasi lama. Wabup Fahmi meninjau langsung fasilitas dan alur pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Sambil menyempatkan diri menyapa tenaga medis yang tengah melayani pasien, sembari menyerap langsung masukan dan kondisi pelayanan di lapangan.

    Dalam kunjungan tersebut, Wabup Fahmi didampingi oleh Staf Ahli Bidang Hukum, Pemerintahan dan Pembangunan A’at Kardono, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dr. Hariawan Dwi Tamtomo dan Kepala Dinas Sosial Rachmad Hidayanto. Turut menyambut di lokasi, Sekretaris Dinkes dr. Dewi Veronica dan Kepala Puskesmas Suko Totok Heryadi.

    Setelah melihat kondisi Puskesmas Suko saat ini, rombongan melanjutkan peninjauan ke lahan baru yang akan digunakan untuk pembangunan gedung puskesmas yang lebih memadai. Lokasinya berjarak sekitar 250 meter dari tempat semula, tepatnya di timur Balai Desa Suko masuk di Dusun Gumuk. Menariknya, lokasi baru ini bersebelahan langsung dengan kawasan pendidikan, sehingga diharapkan mampu memperluas cakupan layanan kesehatan masyarakat sekitar.

    Peninjauan ke Puskesmas Suko ini merupakan bagian dari program strategis Bupati dan Wakil Bupati Ngantor di Kecamatan Maron yang bertujuan mendekatkan layanan publik kepada warga serta menyerap langsung aspirasi masyarakat desa.

    Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Ra Fahmi AHZ mengatakan kunjungan ini merupakan bagian dari rencana relokasi Puskesmas Suko untuk peningkatan layanan kesehatan masyarakat. “Tadi sudah kami tinjau lokasi barunya. Memang ada beberapa kendala teknis, tapi Insya Allah dalam beberapa bulan ke depan sudah bisa dimulai pengelolaannya,” ujarnya.

    Lebih lanjut Wabup Fahmi berharap relokasi ini tidak hanya menjadi pengganti bangunan lama, tetapi benar-benar menjadi titik awal peningkatan mutu pelayanan kesehatan di wilayah Kecamatan Maron dan sekitarnya.

    “Relokasi Puskesmas Suko ini diharapkan akan meningkatkan kenyamanan, memperluas akses layanan serta mendorong peningkatan kualitas SDM kesehatan di Kecamatan Maron dan sekitarnya. Kami optimis upaya ini akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam hal kesehatan,” harapnya. Hery

     

     

     

     

     

     

  • Wabup Fahmi Kunjungi Sentra Peternakan Desa Puspan

    Wabup Fahmi Kunjungi Sentra Peternakan Desa Puspan

     

     

     

    MARON – Sebagai bagian dari program Ngantor di Kecamatan, Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Ra Fahmi AHZ mengunjungi sentra peternakan milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Puspan Kecamatan Maron, Senin (26/5/2025). Kunjungan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata Pemkab Probolinggo terhadap pengembangan ekonomi desa melalui sektor peternakan.

    Dalam kunjungannya, Wabup Fahmi didampingi oleh Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Pemerintahan dan Pembangunan A’at Kardono serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Probolinggo. Rombongan disambut hangat oleh Kepala Desa Puspan Umar beserta perangkat desa, pengurus BUMDes dan para peternak.

    Di lokasi peternakan, Wabup Fahmi melihat langsung aktivitas budidaya kambing dan bebek yang dikelola oleh BUMDes. Ia mengapresiasi semangat warga dalam memanfaatkan potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    “Apa yang dilakukan Desa Puspan patut menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Probolinggo. Kami melihat potensi besar di sini, terutama dalam pengembangan peternakan kambing. Desa Puspan punya keinginan kuat untuk menjadi sentra peternakan kambing dan itu merupakan langkah yang sangat positif,” ujarnya.

    Wabup Fahmi menambahkan, Pemerintah Kabupaten Probolinggo akan terus mendorong penguatan ekonomi desa melalui dukungan terhadap BUMDes, termasuk dalam bentuk analisis bisnis, pemetaan pasar dan pendampingan teknis.

    “Kami siap mendampingi dan memberikan support penuh, khususnya dalam hal pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. Tentu saja, kita juga akan pertimbangkan aspek kelayakan usahanya agar bisa berkelanjutan,” imbuhnya.

     

    Sementara Kepala Desa Puspan Umar mengungkapkan rasa terima kasih atas kunjungan dan perhatian pemerintah daerah. Harapannya ke depan dukungan tersebut bisa menjadi pemicu bagi peningkatan skala usaha peternakan di desanya.

     

    “Kunjungan ini sangat memotivasi kami. Dengan dukungan dari Pak Wabup dan jajaran OPD, kami semakin yakin bisa mewujudkan Desa Puspan sebagai sentra peternakan di Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya. Hery

     

     

     

     

  • Puskesmas Maron Dirancang Miliki Fasilitas Setara Rumah Sakit

    Puskesmas Maron Dirancang Miliki Fasilitas Setara Rumah Sakit

     

     

    MARON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah persiapan pembangunan Puskesmas Maron yang dirancang memiliki fasilitas setara rumah sakit.

    Minggu (25/5/2025), Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan bersama sejumlah pejabat struktural dan fungsional. Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan menjelang agenda berkantornya Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris dan Wakil Bupati Probolinggo Ra Fahmi AHZ di Kecamatan Maron pada Senin (26/5/2025).

    Dalam kesempatan tersebut. Hariawan menyampaikan bahwa pembangunan Puskesmas Maron telah memasuki tahap finalisasi administrasi. “Seluruh dokumen penting seperti master plan dan perizinan sedang dalam proses. Insya Allah pembangunan fisik akan kita mulai pada bulan Juli 2025,” ungkapnya.

    Dirancang untuk melayani masyarakat Kabupaten Probolinggo bagian selatan, Puskesmas Maron nantinya akan memiliki kapasitas 50 tempat tidur. Fasilitas layanan yang disiapkan meliputi ruang rawat inap dan rawat jalan, ICU, ruang operasi hingga unit radiologi seperti rontgen. Peningkatan kapasitas dan pengadaan alat medis lanjutan akan dilakukan pada tahun 2026 untuk menjawab dinamika kebutuhan masyarakat. “Target kami, akhir tahun 2026 fasilitas ini sudah dapat beroperasi penuh seperti rumah sakit pada umumnya,” tambahnya.

    Sementara Kepala Puskesmas Maron dr. Niswah Nilam Qanitah mengapresiasi kunjungan jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo. Peninjauan ini sebagai wujud keseriusan pemerintah dalam menjawab harapan warga.

    “Kegiatan ini adalah bukti nyata perhatian pemerintah terhadap layanan kesehatan di wilayah Kabupaten Probolinggo. Kami sangat berharap Puskesmas Maron bisa segera berdiri dan menjadi pusat layanan kesehatan yang representatif bagi masyarakat,” ungkapnya.

    Lebih dari sekedar pembangunan fasilitas baru, kehadiran Puskesmas Maron diharapkan menjadi simbol pemerataan layanan kesehatan di Kabupaten Probolinggo. “Dengan konsep layanan sekelas rumah sakit, masyarakat di wilayah selatan tidak perlu lagi melakukan perjalanan jauh untuk mendapatkan perawatan medis yang layak dan berkualitas,” pungkasnya.  Hery

     

     

  • Pemdes Rangkang Resmi Bentuk Koperasi Merah Putih Lewat Musdessus

    Pemdes Rangkang Resmi Bentuk Koperasi Merah Putih Lewat Musdessus

    Probolinggo, KabarBromo66.com – “Koperasi ini harus menjadi motor penggerak ekonomi warga. Harapan kami, koperasi Merah Putih mampu mendorong kemandirian desa melalui usaha-usaha riil yang menyentuh kebutuhan masyarakat,” jelas Suhartatik, Kepala Desa Rangkang, usai memimpin Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) pembentukan Koperasi Merah Putih, Sabtu (24/5/2025).

    Kegiatan yang digelar di Balai Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, ini dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari pemerintah desa, BPD, calon pengurus, pengawas, hingga anggota koperasi.

    Dina Rahmi Cahya Rini, Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Kraksaan, menyebut bahwa koperasi ini telah terbentuk secara resmi dengan jumlah awal 25 anggota.

    “Hari ini ditetapkan nama koperasi, susunan pengurus, pengawas, serta anggotanya. Rencana usaha yang akan dijalankan meliputi toko sembako, pergudangan, simpan pinjam, dan toko obat,” papar Dina.

    Modal awal koperasi disepakati berasal dari simpanan pokok dan simpanan wajib anggota, yakni sebesar Rp50 ribu untuk simpanan pokok dan Rp25 ribu untuk simpanan wajib.

    Ia juga menambahkan, pihak desa akan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (DKUPP) untuk tahapan pembinaan dan legalitas koperasi tersebut.

    “Kami optimistis koperasi ini bisa berkembang. Prinsip koperasi kan dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Jadi, partisipasi aktif warga sangat menentukan keberhasilan koperasi ini,” imbuh Dina.

    Pembentukan koperasi Merah Putih ini merupakan implementasi dari instruksi Presiden dalam rangka mendorong kemandirian ekonomi desa berbasis potensi lokal.

  • Koperasi Merah Putih Resmi Dibentuk, Desa Asembakor Jadi Contoh Percepatan Ekonomi Warga

    Koperasi Merah Putih Resmi Dibentuk, Desa Asembakor Jadi Contoh Percepatan Ekonomi Warga

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Mampukah sebuah koperasi menjadi kunci kebangkitan ekonomi warga desa? Pertanyaan ini mencuat setelah Pemerintah Desa Asembakor, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, resmi membentuk Koperasi Merah Putih melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdessus), Sabtu (24/5/2025).

    Langkah ini dinilai sebagai jawaban atas kebutuhan warga akan wadah ekonomi kolektif yang legal dan terstruktur. Kepala Desa Asembakor, H. Hamsun, menyebut koperasi ini sebagai bagian dari visi besar menuju kemandirian ekonomi berbasis warga.

    “Kami ingin koperasi ini jadi motor penggerak ekonomi rakyat. Tidak hanya simpan pinjam, tapi juga ruang tumbuhnya usaha-usaha produktif desa,” tutur H. Hamsun.

    Ia menekankan pentingnya peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjalankan koperasi ini, mulai dari generasi muda hingga pelaku UMKM lokal.

    Camat Kraksaan, Puja Kurniawan, dalam sambutannya memberikan catatan penting agar koperasi tidak hanya sekadar dibentuk, namun juga dikelola dengan baik dan profesional.

    “Semangat warga harus kita imbangi dengan penguatan tata kelola. Jangan sampai koperasi berjalan tanpa arah dan tersandung persoalan hukum atau administrasi,” tegas Puja.

    Ia juga menyampaikan bahwa percepatan koperasi ini akan masuk ke dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa tahun 2025, bahkan memungkinkan didahulukan pelaksanaannya sebelum perubahan APBDes.

    Sebelumnya, Satgas Koperasi Kabupaten Probolinggo di bawah kepemimpinan Bupati Gus Haris, Wakil Bupati Lora Fahmi, serta Wakil Ketua DPRD H. Subaidi, telah menggelar rapat koordinasi besar. Rapat tersebut turut melibatkan Kepala DKUPP dan Kepala Dinas PMD Fathor Rozi.

    Langkah Pemerintah Desa Asembakor ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah kabupaten dan provinsi, sejalan dengan surat edaran Kementerian Dalam Negeri tentang percepatan pembentukan koperasi di seluruh desa.

  • Desa Tamansari Kraksaan Resmi Bentuk Koperasi Merah Putih, Dorong Ekonomi Gotong Royong Menuju Indonesia Emas 2045

    Desa Tamansari Kraksaan Resmi Bentuk Koperasi Merah Putih, Dorong Ekonomi Gotong Royong Menuju Indonesia Emas 2045

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Pemerintah Desa Tamansari, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, secara resmi membentuk Koperasi Merah Putih melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) yang digelar pada Sabtu (24/5/2025) pagi. Agenda ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa, sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045.

    Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Camat Kraksaan Puja Kurniawan, tokoh masyarakat, BPD, perangkat desa, ketua RT/RW, PKK, Posyandu, serta Karang Taruna. Musdessus berlangsung di Balai Desa Tamansari dengan antusiasme warga yang tinggi.

    Kepala Desa Tamansari, Hosni, menegaskan bahwa pembentukan koperasi merupakan bagian dari amanat nasional yang harus dijalankan oleh seluruh desa di Indonesia.

    “Desa Tamansari Kraksaan menjadi salah satu desa di Kabupaten Probolinggo yang merespons cepat arahan pemerintah pusat. Alhamdulillah, proses keanggotaan telah dirampungkan oleh rekan-rekan BPD dan pendamping desa. Ini merupakan awal dari kemajuan desa melalui program gotong royong ekonomi,” ujar Hosni.

    Ia menambahkan, Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat desa, khususnya di sektor pertanian, perdagangan (UMKM), dan kesehatan (apotek desa).

    Sementara itu, Camat Kraksaan Puja Kurniawan dalam sambutannya menekankan pentingnya pendampingan teknis setelah pembentukan koperasi.

    “Semangat warga harus kita imbangi dengan penguatan tata kelola. Jangan sampai setelah koperasi terbentuk, justru muncul permasalahan hukum atau administratif. Maka, peran pendampingan dari pemerintah kecamatan dan kabupaten sangat krusial,” tegas Puja.

    Sebelumnya, Satgas Koperasi Kabupaten Probolinggo yang diketuai oleh Bupati Gus Haris, bersama Wakil Bupati Lora Fahmi dan Wakil Ketua DPRD H. Subaidi, telah menggelar rapat koordinasi besar. Rapat ini turut melibatkan Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) serta Kepala Dinas PMD, Fathur Rozi.

    Pemerintah kabupaten bersama pemerintah provinsi Jawa Timur memberikan dukungan penuh terhadap legalitas badan hukum koperasi desa. Surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri juga telah diterbitkan sebagai dasar percepatan pembentukan koperasi di seluruh desa dan kelurahan.

    “Percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih akan dimasukkan ke dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa tahun 2025. Jika perlu, pelaksanaannya bisa mendahului perubahan APBDes,” ungkap Puja.

    Tak hanya itu, pelatihan khusus untuk pengurus dan pengawas koperasi juga akan disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Hal ini bertujuan agar tata kelola koperasi di desa berjalan profesional, transparan, dan akuntabel.

    Dengan dukungan lintas sektor serta partisipasi aktif masyarakat, Desa Tamansari Kraksaan kini menjadi pionir dalam penguatan ekonomi lokal berbasis koperasi menuju kemandirian desa dan Indonesia Emas 2045.(Jhon Qudsi)

     

  • Desa Sidopokso Gaungkan Semangat Koperasi Merah Putih, Dukung Langsung Instruksi Presiden

    Desa Sidopokso Gaungkan Semangat Koperasi Merah Putih, Dukung Langsung Instruksi Presiden

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Program nasional Koperasi Merah Putih mulai digaungkan di Kabupaten Probolinggo. Sabtu (24/5/2025), Pemerintah Desa Sidopokso, Kecamatan Kraksaan, memulai pembentukan koperasi berbasis kerakyatan di kantor desa setempat.

    Kepala Desa Sidopokso, Hj. Herli Wahyuni, S.Psi., menyampaikan komitmennya terhadap visi percepatan pembangunan ekonomi desa sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

    Dalam sambutannya, Hj. Herli Wahyuni menegaskan bahwa pembentukan Koperasi Merah Putih ini merupakan bagian dari percepatan program strategis nasional yang bertujuan utama untuk mensejahterakan warga desa.

    “Ini adalah program percepatan yang sejalan dengan visi dan misi Presiden, kepala daerah, bahkan dunia internasional, yaitu membangun desa melalui konsep gotong royong dan pemberdayaan ekonomi,” tegasnya di hadapan para hadirin.

    Hj. Herli Wahyuni menambahkan, koperasi ini akan menjadi wadah usaha produktif berbasis desa, dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya masukan dari tenaga ahli dan dinas koperasi agar pengelolaan koperasi berjalan profesional dan berintegritas.

    “Kita ingin membangun koperasi yang kuat, dengan musyawarah, pengawasan yang transparan, dan pengambilan keputusan bersama. Harapan kami, semua pihak bisa bersatu dan konsisten menjalankan komitmen ini,” pungkas Hj. Herli Wahyuni.

    Sementara itu, Reni, Kasi Pemerintahan Kecamatan Kraksaan yang mewakili Camat dalam kegiatan ini, menyampaikan bahwa pendirian koperasi tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih.

    “Ini adalah program yang mendesak, sesuai arahan Presiden. Kami berharap seluruh dokumen administratif segera dipenuhi agar koperasi ini bisa langsung berjalan efektif,” ucap Reni.

    Dalam acara tersebut, juga ditayangkan video sambutan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menegaskan pentingnya peran koperasi sebagai tulang punggung ekonomi desa yang mandiri dan berkeadilan.(Jhon Qudsi)

  • Koperasi Merah Putih Lahir di Kandangjati Wetan, Menjawab Instruksi Prabowo untuk Ekonomi Desa Bangkit

    Koperasi Merah Putih Lahir di Kandangjati Wetan, Menjawab Instruksi Prabowo untuk Ekonomi Desa Bangkit

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Sebuah langkah berani diambil Pemerintah Desa Kandangjati Wetan, Kecamatan Kraksaan, pada Jum’at (23/5/2025). Melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdessus), desa ini resmi membentuk Koperasi Desa Merah Putih sebagai respons langsung atas Instruksi Presiden RI Nomor 9 Tahun 2025 tentang penguatan ekonomi desa.

    Kepala Desa Kandangjati Wetan, Ainul Lukluk, menegaskan bahwa koperasi ini bukan hanya formalitas belaka, melainkan titik balik lahirnya kemandirian ekonomi warga.

    “Ini bukan koperasi simbolik. Ini adalah mesin penggerak ekonomi desa yang dikendalikan oleh rakyat sendiri,” ujar Ainul Lukluk dengan penuh optimisme.

    Koperasi Merah Putih dirancang sebagai wadah bersama untuk petani, pelaku UMKM, peternak, dan penyedia jasa lokal dengan sistem yang transparan dan berkelanjutan. Pemerintah desa pun siap menggelontorkan dukungan penuh, mulai dari legalitas hingga manajemen kelembagaan.

    “Semua potensi desa akan dimasukkan ke koperasi. Kami ingin desa ini menjadi pusat ekonomi berbasis kerakyatan,” pungkasnya.

    Dengan semangat gotong royong dan visi nasionalisme ekonomi, Desa Kandangjati Wetan kini melangkah sebagai pionir desa mandiri yang menjawab seruan Presiden Prabowo: bangkitkan kekuatan ekonomi dari akar rumput.

  • Gagasan Mandiri dari Desa: Koperasi Merah Putih Lahir di Alassumur Kulon

    Gagasan Mandiri dari Desa: Koperasi Merah Putih Lahir di Alassumur Kulon

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Di tengah terik siang, Pendopo Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, dipenuhi deretan kursi plastik dan aroma kopi hangat. Warga berdatangan dengan harapan di wajah mereka, menyambut Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) yang istimewa karena hari itu bukan musyawarah biasa. Hari itu, mereka menyaksikan lahirnya sebuah tonggak ekonomi desa: Koperasi Merah Putih.

    Suasana terasa hangat dan sakral saat Kepala Desa Suhud membuka acara. Dengan suara mantap, ia mengajak seluruh warga menyadari pentingnya koperasi ini. “Kegiatan ini bukan main-main. Ini amanah dari pusat, dari Presiden Prabowo,” ujarnya pada Jum’at (23/5). Ia menekankan bahwa koperasi ini bukan hanya struktur organisasi, tapi sebuah semangat untuk menjadikan Alassumur Kulon mandiri dan sejahtera.

    Secara terpisah, Camat Kraksaan, Puja Kurniawan, saat diwawancarai menjelaskan bahwa pembentukan koperasi ini adalah bagian dari visi besar menuju Indonesia Emas 2045. “Koperasi ini bukan sekadar usaha. Ini soko guru ekonomi rakyat,” tegasnya. Ia memaparkan bahwa Koperasi Merah Putih akan menjadi wadah berbagai usaha warga desa, dari simpan pinjam hingga produk lokal.

    Pembentukan Koperasi Merah Putih ini merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat yang mewajibkan seluruh desa di Indonesia membentuk koperasi sebelum akhir Juni 2025. Prosesnya dimulai dari sosialisasi, pemilihan pengurus dan pengawas, hingga penyusunan AD/ART serta penetapan simpanan pokok dan simpanan wajib bagi anggota.

    Dalam acara tersebut juga diputar video motivasi dari Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan peran koperasi sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan. Warga pun antusias menyambut pembentukan koperasi ini, yang nantinya akan mendapat sokongan dari APBD Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Probolinggo.

    Sebagai desa pertama di Kecamatan Kraksaan yang membentuk Koperasi Merah Putih, Alassumur Kulon diharapkan menjadi contoh. “Semoga koperasi ini bukan hanya berdiri, tapi juga tumbuh dan kuat bersama anggotanya,” ujar Camat Puja.