Penulis: Redaksi Satu

  • Menuju Destinasi Mendunia Sekelas Bromo, Camat Tiris Siap Gandeng Investor Dongkrak Potensi Wisata Lokal

    PROBOLINGGO, Kabarbromo66.com – Sektor pariwisata di Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, dinilai memiliki potensi luar biasa yang berpeluang besar untuk mendunia. Menyadari hal tersebut, Camat Tiris, Bambang Julius Wijanarko, menyatakan dukungan penuhnya terhadap pengembangan destinasi wisata di wilayah yang dipimpinnya.

    ‎​Langkah konkret pun mulai diambil. Pihak kecamatan kini gencar membangun koordinasi, baik dengan Dinas Pariwisata maupun secara aktif merangkul para investor. Targetnya jelas, yakni membawa sektor pariwisata Tiris berkembang pesat dan sejajar dengan ketenaran destinasi wisata internasional sekelas Gunung Bromo.

    ‎​”Kecamatan Tiris memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah dan variatif. Mulai dari wisata rafting yang menantang, air terjun yang asri, hingga keindahan danau alami (ranu). Potensi ini sangat tinggi jika dikelola secara maksimal,” ujar Bambang Julius Wijanarko.

    ‎​Selain menarik minat investor, kenyamanan aksesibilitas wisatawan juga menjadi prioritas utama. Saat ini, Camat Tiris tengah mengupayakan perbaikan infrastruktur jalan serta penambahan fasilitas Penerangan Jalan untuk rute menuju titik-titik lokasi wisata di Tiris. Langkah ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung yang datang.

    ‎​Demi mewujudkan ekosistem wisata yang prima, Bambang menegaskan bahwa pihaknya sangat terbuka (open) bagi para investor yang ingin menanamkan modal di wilayahnya. Kehadiran fasilitas pendukung dinilai krusial untuk meningkatkan kenyamanan para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

    ‎​”Kami mengundang dan membuka pintu selebar-lebarnya bagi para investor yang ingin berinvestasi membangun hotel, penginapan, kafe, maupun fasilitas penunjang lainnya. Wilayah Tiris memiliki prospek keuntungan yang sangat tinggi karena daya tarik wisatanya yang kuat,” lanjutnya.

    ‎​Tidak hanya itu, inovasi menarik juga disiapkan untuk mendongkrak daya tarik tiga danau andalan di Tiris, yakni Ranu Segaran, Ranu Agung, dan Ranu Betok. Ke depan, Camat Tiris akan mengusahakan adanya fasilitas wahana air modern seperti speedboat dan jetski.

    ‎​”Insyaallah, kami akan mengusahakan adanya speedboat dan jetski di Ranu Segaran, Ranu Agung, dan Ranu Betok. Danau-danau kita ini sangat bagus dan berpotensi dikembangkan seperti Telaga Sarangan di Magetan. Dengan infrastruktur yang baik dan wahana yang menarik, kami optimistis Tiris akan menjadi magnet baru pariwisata internasional,” pungkas Bambang optimis.

    ‎Langkah strategis ini mendapat respons positif dari tingkat kabupaten. Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris (Gus Haris), memandang kawasan wisata Tiris sebagai permata tersembunyi yang siap menjadi magnet wisata utama dan menarik minat investor. Menurutnya, ini adalah momentum yang tepat untuk mengenalkan bahwa Probolinggo memiliki “surga” lain selain Gunung Bromo.

    ‎​Kabupaten Probolinggo tidak hanya menawarkan lanskap yang indah, tetapi juga pengalaman wisata yang menyatu dengan alam, kearifan lokal, serta kebersamaan yang terbangun secara alami.

    ‎​Dengan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, masyarakat, dan para investor, masa depan pariwisata Kecamatan Tiris diyakini akan segera bersinar dan mampu menggerakkan roda perekonomian warga secara signifikan. ( ‎Fabil )

  • Dua Pasien ODGJ Bebas dari Pasung, Pemkab Probolinggo Wujudkan Kepedulian dan Harapan Baru

    PROBOLINGGO, kabarbromo66.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam mewujudkan Indonesia Bebas Pasung kembali diwujudkan melalui kegiatan pembebasan pasung dan evakuasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dilaksanakan secara terpadu pada Selasa (23/6/2026).

    Kegiatan ini merupakan hasil sinergi lintas sektor yang melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo, Kecamatan Leces, Kecamatan Tegalsiwalan, Puskesmas Leces, Puskesmas Tegalsiwalan, Polsek Leces, Polsek Tegalsiwalan, serta Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Leces dan Tegalsiwalan.

    Program pembebasan pasung tersebut menyasar tiga pasien ODGJ yang sebelumnya telah melalui proses asesmen dan koordinasi lintas sektor. Dalam pelaksanaannya, dua pasien berhasil dievakuasi untuk mendapatkan perawatan lanjutan di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya, yakni AS dari Kecamatan Leces dan KA dari Kecamatan Tegalsiwalan. Sementara itu, satu pasien lainnya, KD, belum dapat diberangkatkan karena pihak keluarga belum memberikan persetujuan untuk proses rujukan ke rumah sakit jiwa.

    Sejak pagi hari, tim gabungan melaksanakan koordinasi dan briefing guna memastikan seluruh tahapan kegiatan berjalan aman dan lancar. Selanjutnya, tim bergerak menuju lokasi pasien untuk melakukan pendekatan persuasif kepada keluarga, memberikan edukasi mengenai hak-hak ODGJ, serta pentingnya pengobatan dan rehabilitasi medis.

    Setelah memperoleh persetujuan keluarga, petugas kesehatan bersama aparat keamanan melakukan asesmen medis awal dan pelepasan pasung secara hati-hati dengan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan, keselamatan, dan kenyamanan pasien.

    Momen pembebasan pasung tersebut menjadi peristiwa yang penuh haru. Setelah bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan akibat gangguan jiwa dan pemasungan, kedua pasien akhirnya memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan jiwa yang layak. Tim gabungan juga membantu proses pembersihan diri, pergantian pakaian, serta memberikan pendampingan psikososial sebelum pasien diberangkatkan menuju rumah sakit rujukan.

    Proses evakuasi dilakukan menggunakan ambulans Puskesmas Leces dan ambulans Puskesmas Tegalsiwalan menuju RSJ Menur Surabaya. Selain itu, ambulans PSC Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo turut berperan mengantarkan pasien dari rumah masing-masing menuju titik transit di Puskesmas Leces sebelum melanjutkan perjalanan ke Surabaya.

    Turut hadir dan mendampingi langsung dalam kegiatan tersebut Pengelola Program Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, Heri Yulianto dan Ruminah. Keduanya mengawal proses evakuasi hingga pemberangkatan pasien menuju RSJ Menur Surabaya sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan jiwa yang komprehensif dan berkelanjutan.

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo melalui Koordinator Kesehatan Jiwa menyampaikan bahwa pembebasan pasung bukan sekadar melepaskan rantai atau kurungan fisik, melainkan mengembalikan hak, martabat, dan harapan hidup bagi penyandang gangguan jiwa. Keberhasilan kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

    Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Probolinggo berharap semakin banyak keluarga yang terbuka terhadap upaya pengobatan dan rehabilitasi ODGJ sehingga praktik pemasungan dapat dihapuskan sepenuhnya. Program bebas pasung merupakan bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan masyarakat yang lebih inklusif, sehat, dan menghargai hak asasi setiap warga negara. (Redaksi)

     

  • Sisa Dua Kandidat, Seleksi Direktur Perumdam Tirta Argapura Masih Diselimuti Kabut “Rahasia Jabatan”

    Sisa Dua Kandidat, Seleksi Direktur Perumdam Tirta Argapura Masih Diselimuti Kabut “Rahasia Jabatan”

    PROBOLINGGO, kabarbromo66.com – Proses seleksi Direktur Perumdam Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo kini memasuki tahapan akhir. Setelah melalui serangkaian proses seleksi di tingkat daerah, keputusan selanjutnya berada pada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui mekanisme pemberian rekomendasi.

    Dari informasi yang berkembang, seleksi mengerucut pada dua kandidat, yakni H. Suwito dan Mohammad Indra Gunawan. Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo belum mengungkapkan kandidat yang diusulkan kepada Kemendagri karena hal tersebut merupakan bagian dari mekanisme dan kewenangan yang bersifat internal dalam proses seleksi.

    Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo sekaligus Ketua Panitia Seleksi (Pansel), Ugas Irwanto, membenarkan bahwa tahapan seleksi saat ini telah berada di tingkat kementerian.

    “Saat ini proses sudah di Kemendagri untuk minta rekomendasi, Mas,” ujar Ugas saat dikonfirmasi, Minggu (21/6/2026).

    Saat ditanya mengenai nama calon yang diajukan kepada Kemendagri, Ugas menegaskan bahwa informasi tersebut belum dapat disampaikan kepada publik.

    “Nunggu rekom saja, karena ini rahasia jabatan, Mas,” katanya.

    Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Pemkab Probolinggo kini menunggu hasil evaluasi dan rekomendasi dari Kemendagri sebelum melangkah ke tahapan penetapan direktur definitif.

    Di sisi lain, perhatian publik terhadap proses seleksi ini tetap cukup tinggi. Pasalnya, salah satu kandidat yang sebelumnya mengikuti seleksi diketahui tengah menjalani proses hukum terkait sengketa tata usaha negara yang belum berkekuatan hukum tetap. Kondisi tersebut menjadi bagian dari dinamika yang mengiringi proses pemilihan pimpinan perusahaan daerah tersebut.

    Meski demikian, seluruh tahapan seleksi dan penilaian terhadap para kandidat sepenuhnya menjadi kewenangan panitia seleksi serta instansi yang berwenang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Saat ini, operasional Perumdam Tirta Argapura masih berada di bawah kepemimpinan Ketua Dewan Pengawas, Ir. H. Ahmad Hasyim Ashari, MM, sebagai pelaksana tugas sementara hingga terpilihnya direktur definitif.

    Masyarakat kini menunggu hasil rekomendasi Kemendagri yang akan menjadi dasar bagi Pemkab Probolinggo untuk menetapkan nahkoda baru Perumdam Tirta Argapura ke depan. (Redaksi)

     

  • Naik Kelas Menjadi Olahraga Prestasi, Pengcab ORADO Kabupaten Probolinggo Resmi Dilantik dan Siap Cetak Atlet

    PROBOLINGGO, Kabarbromo66.com – Langkah baru pembinaan olahraga domino resmi dimulai di Kabupaten Probolinggo. Pengurus Cabang (Pengcab) Organisasi Olahraga Domino Indonesia (ORADO) Kabupaten Probolinggo resmi dilantik dan langsung menancapkan taji dengan menggelar Kejuaraan Cabang (Kejurcab) perdana di Villa Kentang, Kecamatan Sukapura, Sabtu (20/6/2026).

    ‎​Hadirnya ORADO sebagai cabang olahraga baru mendapat apresiasi mendalam dari Wakil Bupati Probolinggo, Ra Fahmi AHZ. Menurutnya, domino yang selama ini kerap diidentikkan dengan sekadar permainan masyarakat biasa, kini telah berhasil “naik kelas” menjadi olahraga prestasi yang diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berbakat.

    ‎​Ketua Pengcab ORADO Kabupaten Probolinggo, Muchlis, S.Pd., mengungkapkan bahwa animo masyarakat terhadap olahraga strategi ini sangat luar biasa. Sejak pendaftaran Kejurcab dibuka, kuota peserta langsung terpenuhi dalam waktu singkat.

    ‎​”Animo masyarakat sangat luar biasa karena selama ini domino belum pernah difasilitasi dalam bentuk kejuaraan resmi,” kata Muchlis saat memberikan sambutan.

    ‎Guna menjaring bibit atlet sejak dini, Muchlis menambahkan bahwa ORADO akan segera memulai program pembinaan di sekolah-sekolah. Saat ini, sudah ada puluhan lembaga pendidikan yang secara resmi mengajukan permohonan sarana pembinaan domino. Tidak hanya itu, ORADO juga berencana membentuk gardu-gardu ORADO di setiap kecamatan sebagai pusat aktivitas pembinaan atlet di tingkat akar rumput.

    ‎​Langkah cepat ini menuai pujian dari Sekretaris KONI Kabupaten Probolinggo, Erfan Yulianto. Ia menilai ORADO sebagai salah satu cabang olahraga yang paling progresif setelah resmi bergabung di bawah naungan KONI.

    ‎​”Baru beberapa hari menjadi anggota KONI, ORADO langsung tancap gas menggelar pelantikan dan kejuaraan cabang. Ini menunjukkan semangat yang luar biasa,” puji Erfan.

    ‎Selain menyasar sekolah umum, Pengcab ORADO Kabupaten Probolinggo membuat terobosan strategis dengan memperluas jangkauan pengembangan ke lingkungan pondok pesantren. Langkah ini diambil untuk mengenalkan domino sebagai olahraga taktis yang mengedepankan kecerdasan, konsentrasi, sportivitas, dan solidaritas santri.

    ‎​”Setelah agenda ini, menjadi tugas pengurus untuk mengenalkan ORADO ke pesantren-pesantren. Kami ingin para santri mengetahui bahwa ada olahraga yang melatih strategi, konsentrasi, sekaligus memperkuat silaturahmi,” jelas Muchlis.

    ‎​Muchlis menegaskan, di bawah naungan organisasi resmi, olahraga domino dikemas dengan aturan dan sistem pertandingan yang ketat, jauh dari stigma negatif. Sebagai bentuk komitmen keselarasan dengan kultur lokal, ORADO Kabupaten Probolinggo bahkan menempatkan salah seorang pengasuh pondok pesantren sebagai Ketua Dewan Penasihat organisasi.

    ‎​Langkah tersebut diharapkan dapat menunjukkan kepada publik bahwa ORADO berjalan selaras dengan nilai-nilai keagamaan dan budaya pesantren yang luhur.

    ‎​”Kami ingin membuktikan bahwa ORADO adalah olahraga yang positif. Sebagai rencana ke depan, kami juga bersiap menggelar turnamen bertajuk ‘Piala Gus dan Lora’ yang menyasar kalangan pesantren, sekaligus sebagai upaya memperluas pembinaan atlet muda di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya.

    ‎​Momentum pelantikan dan Kejurcab perdana ini menjadi tonggak awal bagi ORADO Kabupaten Probolinggo dalam mengonstruksi pembinaan olahraga domino yang terstruktur, sekaligus mengubah paradigma publik bahwa domino adalah olahraga prestasi, bukan sekadar permainan meja. ( Fabil )

  • Lewat Film “Menolak Punah”, Komunitas Jenggala Galang Aksi Lintas Sektor Hadapi Krisis Mikroplastik

    PROBOLINGGO, Kabarbromo66.com – Isu pencemaran lingkungan akibat tata kelola limbah yang belum tuntas kembali memantik diskusi serius di tingkat tapak. Guna merespons krisis tersebut, Komunitas Jenggala (Jejaring Jaga Alam) berkolaborasi dengan organisasi konservasi lahan basah Ecoton menggelar agenda Eco-Cinema & Talkshow Ekologi dengan memutar film dokumenter bertajuk Menolak Punah.

    ‎​Acara yang mengusung tema Menolak Punah Saat Semua Semakin Mudah dan Murah ini digelar secara tatap muka di Kandang Jenggala, Perumahan Tanjung Marina Blok B No. 51, Paiton, Kabupaten Probolinggo, pada Sabtu (20/6/2026) malam. Forum ini dirancang sebagai ruang kolaborasi tiga arah yang mempertemukan unsur pemerintah selaku regulator, pihak swasta selaku pendukung sumber daya, serta komunitas warga sebagai motor penggerak aksi di lapangan.

    ‎​Founder Komunitas Jenggala, Ning Hani, mengungkapkan bahwa menyaksikan realitas gunungan sampah yang kian tak terkendali kerap mendatangkan rasa putus asa. Kendati demikian, sinema ekologi ini justru diharapkan menjadi pemantik optimisme baru bahwa gerakan pelestarian lingkungan tidak berjalan sendirian.

    ‎​”Meski setelah menonton film ini kita mungkin akan bertambah kepikiran, namun lewat kekhawatiran itulah insya Allah semangat untuk lebih istiqomah dalam berbakti bagi komunitas akan semakin tinggi,” ujar Ning Hani dalam sambutannya.

    ‎​Ia menegaskan, di tengah bayang-bayang krisis ekologi, masih banyak pihak yang memiliki visi dan niat serupa untuk melestarikan alam. Oleh karenanya, jika kita menolak punah, maka kita harus berbenah,” lanjutnya.

    ‎Sesi diskusi yang menghadirkan panelis dari berbagai sektor mengupas tuntas ancaman nyata limbah yang kerap kasat mata. Perwakilan dari Ecoton, M. Alaika Rahmatullah, memaparkan bahaya laten mikroplastik yang mayoritas bersumber dari limbah tekstil berbahan sintetis. Serat pakaian yang terlepas saat proses pencucian domestik, menurutnya, mengalir ke saluran air hingga bermuara dan mencemari ekosistem laut.

    ‎​Alaika memaparkan data hasil riset Ecoton melalui program Ekspedisi Sungai Nusantara tahun 2022, yang memotret tingkat pencemaran mikroplastik yang mengkhawatirkan di berbagai sungai di Indonesia.

    ‎​“Hasil penelitian menunjukkan bahwa 98 persen sungai di Indonesia telah terkontaminasi mikroplastik. Dari seluruh partikel yang ditemukan, 58 persen di antaranya merupakan jenis fiber atau serat. Yang mengerikan, mikroplastik saat ini juga telah ditemukan di dalam tubuh manusia, bahkan mampu menembus darah hingga otak,” papar Alaika.

    ‎Merespons ancaman tersebut, Kepala Bidang Penataan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo, Yusdi Vari Afandi, menjelaskan bahwa dari sisi regulasi, pemerintah pusat sebenarnya telah menerbitkan instrumen hukum kuat untuk menekan laju timbulan sampah langsung dari produsennya. Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri LHK Nomor 75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen.

    ‎​Meski regulasi telah tersedia, Yusdi menggarisbawahi bahwa penanganan krisis lingkungan memerlukan kerja kolektif yang masif di semua lini.

    ‎​”Persoalan sampah tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah saja. Diperlukan keterlibatan aktif dari dunia usaha dan kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah sejak dari sumbernya,” tegas Yusdi.

    ‎Menanggapi hal itu, dari sisi sektor industri, Ignatius Ian Avianto menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap kepatuhan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan. Menurutnya, korporasi dan pelaku usaha memiliki peran strategis dalam membangun budaya pengurangan sampah yang dimulai dari lingkungan kerja mereka sendiri.

    ‎​“Perusahaan memiliki tanggung jawab sosial yang harus dijalankan secara berkelanjutan. Kami juga berkomitmen untuk selalu mendukung komunitas atau para penggerak yang memiliki inisiatif nyata di bidang lingkungan,” kata Ignatius selaku Account Manager ISS.

    ‎​Kehadiran seluruh elemen lintas sektor dalam forum ini diharapkan dapat mengonstruksi solusi nyata yang aplikatif bagi penanganan sampah di kawasan Paiton dan sekitarnya.

    ‎​Sebagai wujud komitmen langsung terhadap pengurangan limbah, panitia menerapkan aturan ketat malam itu. Seluruh peserta yang hadir diwajibkan membawa botol minum tumbler masing-masing, sebagai aksi nyata dalam mewujudkan konsep Zero Waste Event Acara Minim Sampah.

    ( Fabil )

  • ​Sisa Dua Kandidat, Polemik Hukum Warnai Seleksi Calon Direktur Perumdam Tirta Argapura

    ​Sisa Dua Kandidat, Polemik Hukum Warnai Seleksi Calon Direktur Perumdam Tirta Argapura

    PROBOLINGGO, kabarbromo66.com – Dinamika pemilihan Direktur Perumdam Tirta Argapura, Kabupaten Probolinggo, kian menarik perhatian. Di tengah kekosongan jabatan direktur definitif yang saat ini masih diisi oleh Ketua Dewan Pengawas (Dewas), Ir. H. Ahmad Hasyim Ashari, MM, proses suksesi di perusahaan tersebut kini berbenturan dengan proses hukum di tingkat banding.

    ​Berdasarkan data yang dihimpun, sebelumnya terdapat tiga nama yang dinyatakan lulus Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) untuk posisi Direktur Perumdam Tirta Argapura, yakni Yudhi Wibowo, H. Suwito, dan Mohammad Indra Gunawan. Namun, peta persaingan berubah setelah Yudhi Wibowo resmi menjabat sebagai Direktur Perumdam Tirta Umbulan, Kota Pasuruan periode 2026-2031. Dengan demikian, kini hanya tersisa dua calon kandidat kuat: H. Suwito dan Mohammad Indra Gunawan.

    ​Di sisi lain, Mohammad Indra Gunawan tengah menjadi sorotan publik pasca kemenangannya dalam gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang. Majelis hakim melalui putusan perkara nomor 100/G/2025/PTUN.SMG pada Selasa, 21 April 2026, telah mengabulkan gugatan para penggugat, termasuk Mohammad Indra Gunawan. Hakim memerintahkan pembatalan surat keputusan pemberhentian pejabat terkait dan mewajibkan tergugat untuk merehabilitasi kedudukan, harkat, serta martabat penggugat ke posisi semula.

    ​Meski gugatan telah dikabulkan, status kemenangan ini dipastikan belum bersifat final. Pihak tergugat dikabarkan tengah menempuh upaya hukum banding, sehingga putusan tersebut belum memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde).

    ​Ketidakpastian hukum ini memicu tanda tanya besar terkait arah suksesi di Perumdam Tirta Argapura. Dengan hanya tersisa dua kandidat, yakni H. Suwito dan Mohammad Indra Gunawan, publik menanti kebijakan apa yang akan diambil pihak terkait, terutama mengingat salah satu calon saat ini masih terikat dengan proses hukum yang belum usai.

    ​Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda pengisian posisi direktur definitif, sehingga kendali perusahaan masih berada di bawah kepemimpinan Ketua Dewas, Ir. H. Ahmad Hasyim Ashari, MM. Masyarakat berharap agar polemik ini segera menemukan titik terang demi keberlangsungan pelayanan air bersih di Kabupaten Probolinggo. (Redaksi)

     

  • Semarak Tahun Baru Islam 1448 H, LKNU PCNU Kraksaan Gelar Khitanan Massal

    Semarak Tahun Baru Islam 1448 H, LKNU PCNU Kraksaan Gelar Khitanan Massal

    PROBOLINGGO, kabarbromo66.com – Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H, Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) PCNU Kraksaan menggelar kegiatan sosial berupa khitanan massal pada Minggu, 21 Juni 2026.

    Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian sosial LKNU PCNU Kraksaan kepada masyarakat, khususnya di bidang pelayanan kesehatan. Melalui program tersebut, masyarakat memperoleh layanan khitan yang aman, profesional, dan tanpa dipungut biaya.

    Ketua LKNU PCNU Kraksaan, H. Sugiyanto, S.Kep., Ners., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk terus hadir memberikan manfaat bagi umat sekaligus memperkuat semangat kepedulian sosial di momentum Tahun Baru Islam.

    “Kami berkomitmen untuk terus hadir memberikan manfaat bagi umat. Momentum 1 Muharram ini kami pilih sebagai bentuk syukur sekaligus aksi nyata pengabdian kami kepada masyarakat,” ujarnya.

    Pelaksanaan khitanan massal ini juga terlaksana berkat kolaborasi lintas sektor yang mendukung pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sejumlah mitra yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini antara lain:

    – BAZNAS

    – Yayasan Uswatun Hasanah Selogudig Wetan

    – UPT Puskesmas Pajarakan

    Sinergi antara organisasi keagamaan, lembaga zakat, yayasan pendidikan, serta fasilitas kesehatan pemerintah tersebut diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi yang berkelanjutan dalam meningkatkan pelayanan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

    Melalui kegiatan ini, LKNU PCNU Kraksaan berharap semangat Tahun Baru Islam 1448 H tidak hanya menjadi momentum refleksi, tetapi juga mendorong lahirnya aksi-aksi sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas, khususnya di wilayah Kraksaan dan sekitarnya. (Redaksi)

     

  • Proyek Jalan Pajarakan–Condong Rp4,8 Miliar Tuai Kritik: Kepentingan Publik atau Prioritas Keliru?

    Proyek Jalan Pajarakan–Condong Rp4,8 Miliar Tuai Kritik: Kepentingan Publik atau Prioritas Keliru?

    PROBOLINGGO, kabarbromo66.com – Rencana Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas PUPR untuk merealisasikan proyek Peningkatan Ruas Jalan Pajarakan–Condong dengan anggaran fantastis sebesar Rp.4.836.389.000 memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat.

    Berdasarkan data yang tercantum dalam dokumen rencana pengadaan, proyek dengan Kode 65131533 ini menggunakan sumber dana APBD Tahun Anggaran 2026. Yang cukup mencolok, sub-kegiatan proyek ini diklasifikasikan sebagai “Rekonstruksi Jalan (Pendapatan Bagi Hasil Pajak Rokok)”. Selain itu, spesifikasi pekerjaan tercatat hanya memiliki “Faktor Kesulitan Ringan”, yang semakin memantik kritik publik terkait urgensi proyek tersebut.

    Analisis Kritis: Apakah Prioritas Sudah Tepat?

    ​Kepala Dinas PUPR, Hengki Cahjo Saputra, berargumen bahwa proyek ini krusial untuk akses kendaraan berat pengangkut kayu menuju Koperasi Batalyon. Namun, publik menilai alasan ini kurang mendesak dibandingkan kondisi jalan lain yang rusak parah dan menghambat akses dasar ekonomi serta kesehatan warga.

    ​Menanggapi hal tersebut, Achmad, seorang peneliti kebijakan publik, menekankan pentingnya evaluasi kritis terhadap skala prioritas pembangunan daerah.

    ​”Ketika sebuah proyek jalan dikategorikan memiliki ‘Faktor Kesulitan Ringan’ dengan pagu mencapai Rp.4,8 miliar, Pemerintah harus mampu mempertanggungjawabkan secara transparan mengapa proyek ini didahulukan. Dalam manajemen infrastruktur, prioritas seharusnya didasarkan pada Social Return on Investment (SROI), bukan sekadar aksesibilitas industri tertentu,” ujar Achmad.

    ​Ia menambahkan, “Jika data menunjukkan bahwa kebutuhan infrastruktur total di daerah tersebut mencapai Rp3 triliun, maka setiap rupiah dari APBD, terutama yang berasal dari Dana Bagi Hasil Pajak Rokok, harus diprioritaskan pada titik-titik yang memiliki dampak ekonomi dan sosial paling luas bagi masyarakat kecil, seperti jalur distribusi hasil tani yang lebih parah kondisinya. Kami akan mengirim surat resmi kepada KPK RI dan Kejagung RI agar ikut melakukan pemantauan ketat.” (Redaksi)

     

  • Birokrasi di Atas Ekologi: DLH Kabupaten Probolinggo Dinilai Belum Optimal Tangani Dugaan Pencemaran Limbah Panas di Dringu

    Birokrasi di Atas Ekologi: DLH Kabupaten Probolinggo Dinilai Belum Optimal Tangani Dugaan Pencemaran Limbah Panas di Dringu

    PROBOLINGGO, kabarbromo66.com – Kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo kembali menuai kritik dari sebagian masyarakat. Instansi yang memiliki kewenangan pengawasan lingkungan tersebut dinilai belum optimal dalam merespons laporan dugaan pencemaran limbah panas di wilayah Kecamatan Dringu.

    Menurut laporan dan persepsi sejumlah warga, penanganan yang dilakukan diduga belum diikuti langkah lapangan secara cepat, seperti mitigasi awal maupun pengambilan sampel untuk verifikasi.

    Aplikasi ‘Halo SAE’ Dinilai Belum Menjawab Harapan Pelapor

    Sebagian warga menilai mekanisme pelaporan melalui aplikasi Halo SAE yang diharapkan dapat mempercepat respons terhadap persoalan lingkungan diduga masih terkendala tahapan administratif.

    Dalam tanggapan resminya, DLH Kabupaten Probolinggo menyampaikan bahwa informasi yang diterima dari pelapor dinilai belum cukup spesifik, karena belum mencantumkan sumber air limbah secara rinci serta titik lokasi yang lebih presisi. DLH kemudian meminta pelapor untuk melengkapi data melalui formulir lanjutan.

    Respons tersebut dinilai sebagian pihak terlalu menekankan aspek administratif dibanding langkah verifikasi awal di lapangan.

    Salah satu warga Dringu yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyampaikan pandangannya:

    “Masyarakat melaporkan apa yang mereka rasakan dan lihat, seperti perubahan suhu air atau dugaan gangguan lingkungan. Menurut kami, identifikasi teknis lebih lanjut merupakan bagian dari kewenangan instansi terkait.”

    Menanggapi polemik tersebut, Didit, yang disebut sebagai pengamat kebijakan publik dan hukum lingkungan, berpendapat bahwa respons pemerintah daerah perlu mengedepankan prinsip kehati-hatian (Precautionary Principle) dalam menangani laporan dugaan pencemaran.

    Menurut Didit, apabila terdapat laporan yang diduga berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun masyarakat, maka langkah verifikasi lapangan oleh petugas berwenang dapat menjadi bagian dari respons awal.

    “Dalam situasi seperti ini, verifikasi lapangan menjadi penting agar ada kepastian apakah benar terjadi pencemaran atau tidak,” ujarnya.

    Ia juga menyampaikan pandangan bahwa berdasarkan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, pemerintah daerah memiliki kewenangan dan tanggung jawab dalam pengawasan lingkungan.

    Menurutnya, apabila mekanisme pelaporan dianggap terlalu rumit oleh masyarakat, hal tersebut dikhawatirkan dapat menurunkan partisipasi publik dalam pengawasan lingkungan.

    Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan lanjutan terkait hasil verifikasi lapangan maupun kesimpulan resmi mengenai ada atau tidaknya pencemaran di lokasi yang dilaporkan. (Redaksi)

     

  • Putra Daerah Probolinggo Samsudin, S.H. Resmi Nahkodai LSM LIRA Sebagai Presiden Baru

    PROBOLINGGO, Kabarbromo66.com – Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LSM LIRA) resmi memulai babak baru organisasinya. Aktivis senior yang dikenal luas dengan julukan Predator Koruptor, Samsudin, S.H., kini resmi memegang tongkat komando tertinggi sebagai Presiden LSM LIRA yang baru untuk masa bakti periode 2027–2032.

    ‎​Terpilihnya Samsudin, yang merupakan putra daerah asli Kabupaten Probolinggo ini, langsung memicu gelombang dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat hingga lini media massa, baik di tingkat lokal maupun nasional.

    ‎​Dukungan penuh salah satunya mengalir dari Tim Redaksi Kabarbromo66.com, Langkah strategis ini dinilai sebagai momentum besar yang diharapkan mampu mendongkrak kinerja organisasi ke arah yang jauh lebih profesional, solid, dan berdampak nyata bagi kemaslahatan masyarakat luas.

    ‎​​Di bawah kepemimpinan Samsudin, S.H., LSM LIRA diproyeksikan akan bergerak semakin progresif dan aktif dalam menjalankan fungsi krusialnya, yakni pengawasan terhadap kebijakan publik, memperjuangkan hak-hak masyarakat, serta mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi total.

    ‎​Merespons amanah besar dan besarnya dukungan yang mengalir, Presiden LSM LIRA, Samsudin, S.H., menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh elemen masyarakat, jajaran pengurus, serta rekan-rekan media.

    ‎​”Terima kasih atas doa, amanah, dan dukungan yang telah diberikan. Semoga saya senantiasa diberikan kekuatan serta kebijaksanaan dalam mengemban tanggung jawab besar ini. Kami berkomitmen untuk tetap tegak lurus, konsisten mengawal supremasi hukum, mewujudkan clean governance, dan berada di garis depan perjuangan antikorupsi,” tegas Samsudin.

    ‎​Lebih lanjut, Samsudin S,H. ini juga mengajak seluruh elemen untuk memperkuat sinergisitas agar lembaga yang dipimpinnya dapat terus menjadi benteng pertahanan masyarakat dalam menuntut keadilan.

    ‎​”Kami mohon doa dan dukungan dari semua pihak agar LSM LIRA terus menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan keadilan dan kepentingan rakyat. Salam Antikorupsi!” imbuhnya.

    ‎​Sejalan dengan komitmen sang Presiden, seluruh jajaran kepengurusan LSM LIRA dari tingkat pusat hingga daerah secara serentak menyatakan kesiapan penuh untuk mengawal dan menyukseskan setiap visi strategis yang dicanangkan. Sinergi internal ini diperkuat demi memantapkan posisi LSM LIRA sebagai lembaga swadaya masyarakat yang maju, berintegritas tinggi, berwibawa, dan memberikan kemanfaatan konkret bagi bangsa. ( Fabil )

  • Kelompok Tani Sumberjaya Tamansari Dapat Bantuan Pupuk ZK, Kualitas Tembakau Bakal Meningkat

    Kelompok Tani Sumberjaya Tamansari Dapat Bantuan Pupuk ZK, Kualitas Tembakau Bakal Meningkat

    PROBOLINGGO, kabarbromo66.com – Kelompok Tani Sumber Jaya, Desa Tamansari, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo mendapat bantuan pupuk ZK gratis, pada Jum’at (19/6/2026) siang.

    Dengan begitu, kualitas tembakau milik anggota kelompok akan meningkat drastis. Mengingat pupuk ZK ini memang diciptakan khusus bagi tanaman tembakau.

    Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Kraksaan Abd. Rasyid mengatakan, bahwa bantuan pupuk tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

    Dan se-Kecamatan Kraksaan, hanya kelompok tani Sumber Jaya ini yang mendapatkan pupuk mahal secara gratis sebanyak 4 ton.

    “Ini harganya bisa mencapai Rp 900 ribu, makanya jarang yang menggunakan ini,” ucapnya.

    Kandungan dari pupuk ZK ini dapat memperbaiki kualitas, aroma, warna dan rasa tembakau yang akan ditanam, jadi tidak heran jika harganya lumayan cukup mahal.

    “Pupuknya halus seperti tepung, untuk keunggulan nanti tembakaunya kalau sudah masuk gudang ini bisa masuk grade A, kalau biasanya kan grade B,” katanya.

    Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Sumber Jaya, Irawan mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas bantuan pupuk yang diterima kelompoknya.

    Di musim tanam tembakau ini bantuan pupuk apalagi ZK ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, utamanya anggota.

    ” Saya sangat berterimakasih kepada dinas, terimakasih koordinator pak Haji Rasyid yang bisa merekomendasi bantuan pupuk ini,” paparnya.

    Ia menambahkan ,jika anggota ingin terus mendapatkan dukungan dan bantuan dari dinas terkait agar lebih maju.

     

  • ‎Jembatan Matikan II Paiton Direhabilitasi: Pengendara Diimbau Waspada

    PROBOLINGGO, Kabarbromo66.com – Akses lalu lintas di jalur nasional Pantura Probolinggo menuju Situbondo dipastikan akan mengalami penyesuaian dalam waktu dekat. Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) dijadwalkan segera memulai proyek rehabilitasi Jembatan Matikan II yang berlokasi di KM. SBY 136+960, Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Mulai, 21 Juni 2026 Sampai, 22 Juli 2026.

    ‎​Langkah ini diambil pemerintah pusat sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kualitas dan keandalan infrastruktur jalan nasional. Terlebih, Jembatan Matikan II merupakan urat nadi penting bagi mobilitas warga serta arus logistik di kawasan timur Pulau Jawa.

    ‎​Secara teknis, pengerjaan di lapangan akan berfokus pada perbaikan struktur atas jembatan, meliputi pengecoran plat beton yang dilakukan secara bergantian pada sisi kiri dan kanan jalan. Metode contraflow atau sistem buka-tutup ini dipilih agar arus lalu lintas di jalur nasional tersebut tetap mengalir dan menghindari kemacetan total.

    ‎​Terkait hal tersebut, pihak penyelenggara proyek bersama instansi terkait mengimbau seluruh pengguna jalan yang akan melintas untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta mengikuti petunjuk petugas di lapangan.

    ‎​Masyarakat juga diharapkan tetap waspada, mengutamakan keselamatan berkendara, agar dapat selamat sampai di tujuan. ( Red )